Kamis, 02 April 2026

Laba Krakatau Steel Melonjak Signifikan di 2025 Berkat Restrukturisasi Utang dan Strategi Efektif

Laba Krakatau Steel Melonjak Signifikan di 2025 Berkat Restrukturisasi Utang dan Strategi Efektif
Laba Krakatau Steel Melonjak Signifikan di 2025 Berkat Restrukturisasi Utang dan Strategi Efektif

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berhasil mencatatkan laba bersih senilai 339,64 juta dolar AS atau setara Rp5,68 triliun pada 2025. Angka ini berbalik dibandingkan rugi bersih 154,7 juta dolar AS atau setara Rp2,49 triliun pada 2024.

Kenaikan laba bersih sebagian besar berasal dari keuntungan buku (accounting gain) yang diperoleh melalui program restrukturisasi utang komprehensif. Langkah ini menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam menyehatkan keuangan korporasi.

Komentar Direktur Utama tentang Pencapaian Laba

Baca Juga

Hino Motors Siap Penuhi Kebutuhan 10 Ribu Truk Operasional Kopdes Merah Putih di Seluruh Indonesia

Direktur Utama KRAS, Akbar Djohan, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menekankan bahwa dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi faktor utama keberhasilan ini.

Akbar menambahkan, laba ini merupakan titik awal untuk memastikan keberlanjutan industri baja nasional. Ia menegaskan bahwa perseroan akan terus berbenah dan menjaga kinerja positif di tahun-tahun berikutnya.

Pendapatan dari Restrukturisasi Utang

Perseroan mencatat pendapatan keuangan senilai 519,92 juta dolar AS dari proses restrukturisasi utang. Pendapatan ini termasuk laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat (haircut) sebesar 156,74 juta dolar AS.

Secara keseluruhan, total pendapatan KRAS mencapai 959,84 juta dolar AS atau sekitar Rp16,05 triliun pada 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang kuat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja Operasional dan Volume Penjualan

Dari sisi operasional, total volume penjualan produk baja Krakatau Steel mencapai 944.562 ton pada 2025. Angka ini meningkat 29 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan ini mencerminkan keberhasilan strategi pemasaran dan distribusi perusahaan. Hal ini juga menunjukkan permintaan yang stabil di sektor infrastruktur dan otomotif.

Kesehatan Keuangan Perusahaan

Per akhir 2025, total aset Krakatau Steel tercatat sebesar 2,77 miliar dolar AS atau sekitar Rp46,24 triliun. Angka ini menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang semakin kuat dan sehat.

Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04 persen (yoy) menjadi 2,04 miliar dolar AS atau sekitar Rp34,11 triliun. Penurunan liabilitas ini memperkuat struktur neraca perusahaan secara signifikan.

Pertumbuhan Ekuitas dan Transparansi Keuangan

Efek positif dari perbaikan kinerja keuangan juga tercermin pada sisi ekuitas. Ekuitas Krakatau Steel melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 725,51 juta dolar AS atau sekitar Rp12,13 triliun.

Selain itu, perseroan menegaskan komitmen pada transparansi dan tata kelola perusahaan. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 KRAS memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari auditor independen, menunjukkan kredibilitas laporan keuangan yang tinggi.

Evaluasi Portofolio dan Strategi Pertumbuhan

Akbar Djohan menyatakan bahwa tantangan masih ada di depan. Oleh karena itu, perusahaan akan terus melakukan evaluasi portofolio bisnis secara aktif.

Ia menambahkan, perseroan juga meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.

Optimisme terhadap Tren Pertumbuhan

Perseroan memandang optimistis kelanjutan tren pertumbuhan. Fokus strategis KRAS tetap pada peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik.

Selain itu, perusahaan menekankan pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan nasional dan percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas.

Evaluasi Joint Venture dan Kontribusi Mitra Strategis

Krakatau Steel secara aktif mengevaluasi seluruh portofolio bisnis, termasuk kerja sama modal ventura (joint venture). Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan keselarasan setiap unit dengan target pertumbuhan perusahaan.

Perseroan percaya bahwa kinerja positif unit JV, khususnya PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama, akan memberikan kontribusi lebih besar dan berkelanjutan. Hal ini diyakini akan memperkuat kinerja keuangan konsolidasi Krakatau Steel secara keseluruhan.

Kinerja Krakatau Steel Tahun 2025

Laba bersih positif, pertumbuhan ekuitas, dan volume penjualan yang meningkat menunjukkan keberhasilan restrukturisasi dan strategi perusahaan. Keberhasilan ini menjadi landasan bagi KRAS untuk terus mengembangkan sektor baja nasional.

Dengan fokus pada efisiensi, evaluasi portofolio, dan kerja sama strategis, perusahaan optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan. Krakatau Steel menegaskan komitmen untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan industri baja domestik.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BSA Logistics Tetapkan Harga IPO Rp168 Per Saham dan Siap Perkuat Ekspansi Nasional

BSA Logistics Tetapkan Harga IPO Rp168 Per Saham dan Siap Perkuat Ekspansi Nasional

Folago Global Nusantara Sukses Balikkan Rugi Menjadi Laba Melalui Strategi Digital

Folago Global Nusantara Sukses Balikkan Rugi Menjadi Laba Melalui Strategi Digital

DSSA Umumkan Jadwal Stock Split Rasio Besar untuk Tingkatkan Likuiditas Saham Investor

DSSA Umumkan Jadwal Stock Split Rasio Besar untuk Tingkatkan Likuiditas Saham Investor

Kinerja CTRA Meningkat Sepanjang 2025 Pendapatan dan Laba Bersih Tumbuh Signifikan Tahunan

Kinerja CTRA Meningkat Sepanjang 2025 Pendapatan dan Laba Bersih Tumbuh Signifikan Tahunan

BDx Kantongi Pinjaman Rp5,4 Triliun untuk Perluas Infrastruktur Kecerdasan Buatan Regional

BDx Kantongi Pinjaman Rp5,4 Triliun untuk Perluas Infrastruktur Kecerdasan Buatan Regional