Kamis, 02 April 2026

6 Kesalahan Menyimpan Daging Ayam yang Bikin Cepat Busuk

6 Kesalahan Menyimpan Daging Ayam yang Bikin Cepat Busuk
6 Kesalahan Menyimpan Daging Ayam yang Bikin Cepat Busuk

JAKARTA - Menjaga kualitas bahan makanan di rumah bukan hanya soal menghemat pengeluaran, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan keluarga. 

Banyak orang sudah berusaha membeli bahan makanan yang segar, namun sering kali cara penyimpanan yang kurang tepat justru membuat bahan tersebut cepat rusak. Salah satu bahan yang paling rentan mengalami pembusukan adalah daging ayam.

Daging ayam merupakan sumber protein yang sangat populer dan sering diolah menjadi berbagai menu masakan. Namun, bahan makanan ini termasuk mudah terkontaminasi bakteri jika tidak ditangani dengan benar. Karena itu, cara menyimpan daging ayam di rumah perlu mendapat perhatian khusus agar tetap aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga

Atasan Warna Mocca Cocok Dipadukan Dengan Celana Warna Apa?Cek Disini

Tanpa disadari, kebiasaan kecil saat menyimpan ayam mentah di dapur atau di kulkas dapat mempercepat proses pembusukan. Beberapa orang mungkin merasa cara yang dilakukan sudah benar, padahal justru meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Agar kualitas ayam tetap terjaga dan tidak cepat rusak, penting untuk mengetahui berbagai kesalahan umum yang sering terjadi saat menyimpan daging ayam. Dengan memahami hal ini, kamu bisa mencegah bahan makanan terbuang sia-sia sekaligus menjaga keamanan pangan di rumah.

1. Membiarkannya di Meja Dapur

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah membiarkan daging ayam terlalu lama di meja dapur sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi sebenarnya dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada daging mentah.

Bakteri berkembang biak dengan sangat cepat pada suhu antara 4 derajat celcius hingga 60 derajat celcius. Rentang suhu ini dikenal sebagai zona yang memungkinkan mikroorganisme berkembang dengan pesat.

Jika ayam dibiarkan berada di meja dapur lebih dari dua jam, maka daging tersebut akan masuk ke dalam “zona bahaya”. Dalam kondisi ini, mikroba dapat berkembang secara eksponensial sehingga kualitas ayam menurun dengan cepat dan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi.

Karena itu, setelah membeli ayam atau setelah selesai membersihkannya, sebaiknya segera simpan di dalam kulkas atau freezer agar suhu tetap terjaga.

2. Menyimpan di Pintu Kulkas

Banyak orang memilih menyimpan ayam di bagian pintu kulkas karena dianggap lebih praktis dan mudah dijangkau. Namun, sebenarnya lokasi ini bukan tempat yang ideal untuk menyimpan bahan makanan mentah.

Pintu kulkas merupakan bagian yang paling sering mengalami perubahan suhu. Setiap kali pintu dibuka, udara hangat dari luar akan masuk dan memengaruhi suhu di area tersebut.

Akibatnya, suhu di pintu kulkas cenderung lebih hangat dan tidak stabil dibandingkan bagian dalam kulkas. Kondisi ini membuat daging ayam lebih cepat mengalami penurunan kualitas.

Jika ingin menyimpan ayam mentah, sebaiknya letakkan di bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil agar masa simpannya bisa lebih lama.

3. Menyimpan dalam Kemasan Terbuka

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menyimpan daging ayam dalam kondisi kemasan terbuka. Banyak orang hanya meletakkan ayam begitu saja di dalam kulkas tanpa menutupnya dengan rapat.

Padahal, membiarkan daging mentah terpapar udara bebas bisa membuat teksturnya menjadi kering. Selain itu, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kontaminasi silang dari bahan makanan lain di dalam kulkas.

Kontaminasi silang terjadi ketika bakteri dari satu bahan makanan berpindah ke bahan makanan lain. Hal ini dapat menyebabkan penyebaran kuman yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya simpan ayam dalam wadah kedap udara atau plastik zip-lock yang tertutup rapat agar tetap higienis.

4. Mencuci Ayam Sebelum Disimpan

Banyak orang terbiasa mencuci daging ayam sebelum menyimpannya di kulkas. Kebiasaan ini dianggap dapat membuat daging lebih bersih sebelum diolah.

Namun sebenarnya, mencuci ayam sebelum disimpan justru dapat menimbulkan masalah baru. Air yang tersisa pada daging menciptakan kelembapan ekstra yang sangat disukai oleh bakteri.

Selain itu, percikan air dari proses pencucian dapat menyebarkan kuman ke berbagai area di dapur seperti wastafel, meja dapur, hingga peralatan masak.

Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko pembusukan pada ayam, tetapi juga dapat mencemari area dapur lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya ayam tidak perlu dicuci sebelum disimpan.

5. Meletakkannya di Rak Paling Atas

Penempatan ayam mentah di dalam kulkas juga harus diperhatikan dengan baik. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah meletakkan ayam mentah di rak paling atas.

Ketika ayam mentah disimpan di posisi tinggi, cairan dari daging dapat menetes ke bahan makanan lain yang berada di bawahnya.

Cairan tersebut dapat mencemari buah, sayuran, atau makanan matang yang tersimpan di rak bawah. Hal ini tidak hanya merusak kualitas makanan lain, tetapi juga meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Karena itu, ayam mentah sebaiknya disimpan di rak paling bawah agar cairannya tidak menetes ke bahan makanan lainnya.

6. Melebihi Batas Penyimpanan Dua Hari

Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah menyimpan ayam mentah terlalu lama di dalam kulkas. Banyak orang mengira bahwa ayam dapat bertahan selama beberapa hari selama berada di dalam lemari pendingin.

Padahal, ayam mentah hanya bisa bertahan dalam kondisi terbaik selama satu hingga dua hari saja di dalam kulkas.

Jika tidak segera dimasak dalam waktu tersebut, sebaiknya ayam dipindahkan ke dalam freezer agar masa simpannya lebih lama.

Menunda memasak ayam atau membiarkannya terlalu lama di kulkas dapat menyebabkan kualitasnya menurun dan akhirnya membusuk.

Mengetahui berbagai kesalahan dalam menyimpan daging ayam sangat penting untuk menjaga keamanan makanan di rumah. Dengan cara penyimpanan yang tepat, kualitas ayam bisa tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi.

Selain membantu menjaga kesehatan keluarga, kebiasaan ini juga dapat mencegah pemborosan bahan makanan yang terbuang karena cepat rusak.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

5 Kue Kering Populer Dunia yang Wajib Dicoba Pecinta Camilan

5 Kue Kering Populer Dunia yang Wajib Dicoba Pecinta Camilan

Tren Fashion Gen Z Buku Mini Jadi Gantungan Tas

Tren Fashion Gen Z Buku Mini Jadi Gantungan Tas

Wisatawan Indonesia Masuk Top Foodies Asia Prioritaskan Wisata Kuliner

Wisatawan Indonesia Masuk Top Foodies Asia Prioritaskan Wisata Kuliner

Cara Tepat Menyimpan Nasi Sisa Supaya Tidak Cepat Basi

Cara Tepat Menyimpan Nasi Sisa Supaya Tidak Cepat Basi

8 Rekomendasi Tempat Makan Enak Dekat Terminal Leuwipanjang Bandung Murah

8 Rekomendasi Tempat Makan Enak Dekat Terminal Leuwipanjang Bandung Murah