BTN Memimpin Pasar KPR Subsidi dan Strategi Laba Naik Signifikan Tahun 2025
- Jumat, 03 April 2026
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), menguasai pangsa pasar Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) subsidi sekitar 72%. Jumlah penyaluran KPR subsidi mencapai 28.811 unit, melampaui bank-bank lain di Indonesia.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat pangsa pasar sebesar 8,28% dengan realisasi 3.311 unit rumah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berada di angka 6,95% atau 2.780 unit rumah.
Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan market share 5,36% dengan realisasi 2.143 unit rumah. Sementara PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS menggenggam pangsa pasar 2,02% dengan realisasi 808 unit rumah.
Baca JugaSimulasi Cicilan KUR BRI 2026 Mulai 1 Jutaan, Peluang Emas UMKM Naik Kelas dengan Bunga Ringan
Faktor Keberhasilan BTN dalam KPR Subsidi
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menjelaskan tingginya pangsa pasar BTN didorong oleh penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hirwandi menegaskan komitmen BTN untuk tetap menjadi motor utama pembiayaan perumahan. “Peningkatan market share ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh,” ucap Hirwandi pada Rabu, 1 April 2026.
Sejak pertama menyalurkan KPR pada 1976, BTN telah membiayai 4.087.046 unit rumah. Total nilai pembiayaan mencapai Rp262,32 triliun, menunjukkan rekam jejak panjang BTN di sektor perumahan.
Hingga 27 Maret 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi BTN tercatat sebesar Rp3,65 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 21.954 unit rumah yang terlayani melalui program subsidi pemerintah.
Sepanjang tahun 2025, BTN menyalurkan KPR subsidi sebanyak 132.803 unit rumah. Total nilai penyaluran pada periode tersebut mencapai Rp22,01 triliun, menegaskan kapasitas BTN sebagai bank yang dominan di sektor ini.
Hirwandi menambahkan BTN akan terus memperluas akses pembiayaan perumahan. Fokus utama adalah memastikan program KPR subsidi merata dan tepat sasaran bagi masyarakat Indonesia.
“Kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang akan terus diperkuat agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran,” ucapnya.
Pertumbuhan Laba BTN Tahun 2025
BTN berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp3,5 triliun pada tahun buku 2025. Angka ini meningkat 16,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp3 triliun.
Kenaikan laba ditopang oleh pendapatan bunga yang meningkat 23% year-on-year (yoy). Total pendapatan bunga BTN mencapai Rp36,33 triliun pada akhir 2025, naik dari Rp29,55 triliun di tahun sebelumnya.
Beban bunga tercatat sebesar Rp17,9 triliun per akhir 2025. Tahun sebelumnya, beban bunga berada di angka Rp17,84 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih naik signifikan.
Pendapatan bunga bersih BTN meningkat 57,5% menjadi Rp18,4 triliun pada akhir 2025. Tahun 2024, pendapatan bunga bersih hanya mencapai Rp11,7 triliun, mencerminkan efektivitas strategi bisnis BTN.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyebut pertumbuhan laba terjadi karena perbaikan proses bisnis. Penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio yang lebih efisien menjadi kunci profitabilitas bank.
Transformasi bisnis BTN berhasil menekan biaya pendanaan. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) naik menjadi 4,2% pada akhir 2025, meningkat 133 basis poin dari 2,9% tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Aset dan Penyaluran KPR
Sepanjang tahun 2025, BTN mencatat total aset konsolidasi sebesar Rp527,7 triliun. Angka ini melampaui target awal tahun yang dipatok Rp500 triliun.
Aset BTN ditopang oleh penyaluran enam juta unit rumah. Termasuk di dalamnya rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal, dengan pangsa pasar KPR nasional sebesar 39%.
Nixon menyatakan pertumbuhan bisnis BTN sepanjang 2025 didorong oleh profitabilitas dan efisiensi proses bisnis. Transformasi konsisten di berbagai lini menjadi faktor kunci pencapaian kinerja positif bank pelat merah ini.
Bank BTN menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah. Program KPR subsidi dianggap sebagai salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan kepemilikan rumah di Indonesia.
Selain itu, penguatan fungsi intermediasi menjadi fokus agar kinerja BTN semakin optimal. Hal ini diharapkan memperkuat posisi BTN sebagai motor utama dalam pembiayaan perumahan nasional.
Peran Strategis BTN
Capaian pangsa pasar KPR subsidi 72% menegaskan dominasi BTN di sektor pembiayaan perumahan. Bank ini tidak hanya menjadi pemimpin pasar, tetapi juga motor penggerak kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Laba dan aset yang terus meningkat menjadi bukti strategi bisnis BTN berjalan efektif. Kombinasi antara penetrasi pasar yang luas dan profitabilitas yang kuat memastikan BTN tetap kompetitif di sektor perbankan nasional.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.








