Selasa, 12 Mei 2026

Harga Minyak Mentah Dunia Turun 17 April 2026, Setelah Lonjakan Tajam

Harga Minyak Mentah Dunia Turun 17 April 2026, Setelah Lonjakan Tajam
Ilustrasi Minyak Dunia

JAKARTA - Pergerakan harga minyak dunia kembali menjadi sorotan setelah mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar energi global terhadap perkembangan geopolitik.

Setelah sempat melonjak signifikan, harga minyak dunia hari ini justru berbalik arah. Penurunan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harapan perdamaian di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya dilanda konflik.

Harga Minyak Dunia Turun Setelah Lonjakan Tajam

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Harga minyak dunia hari ini mengalami pelemahan setelah sebelumnya terjadi lonjakan signifikan. Pergerakan harga minyak mentah dunia ini dipengaruhi oleh meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait konflik Iran.

Harga minyak mentah AS (West Texas Intermediate/WTI) untuk pengiriman Mei tercatat turun 1,45 persen ke level 93,32 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengiriman Juni melemah 1,11 persen menjadi 98,36 dollar AS per barrel.

Penurunan ini terjadi setelah harga minyak dunia naik tajam pada perdagangan sebelumnya. Fluktuasi ini menunjukkan tingginya volatilitas pasar energi global dalam waktu singkat.

Pada perdagangan Kamis, 16 April 2026, harga minyak Brent sempat melonjak 4,46 dollar AS atau 4,7 persen menjadi 99,39 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak WTI naik 3,40 dollar AS atau 3,7 persen ke level 94,69 dollar AS per barrel.

Geopolitik Timur Tengah Pengaruhi Harga Minyak

Kenaikan harga minyak dunia pada sesi sebelumnya dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik. Konflik antara AS dan Israel terhadap Iran telah memicu gangguan besar pada pasokan energi global.

Gangguan ini terutama terjadi pada jalur distribusi penting seperti Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.

Trump pada Kamis, 16 April 2026 menyebut bahwa “perang di Iran berjalan dengan sangat baik”. Ia juga kembali menyampaikan optimisme bahwa konflik yang dimulai pada 28 Februari tersebut akan segera berakhir.

Ia juga mengatakan kepada wartawan bahwa AS dan Iran “mungkin” akan bertemu pada akhir pekan untuk melanjutkan putaran kedua negosiasi. Namun, jadwal resmi pembicaraan tersebut belum ditetapkan.

Harapan Perdamaian Tekan Harga Minyak Dunia

Sebelumnya, Trump mengumumkan melalui media sosial Truth Social bahwa Israel dan Lebanon telah menyetujui gencatan senjata selama 10 hari. Gencatan senjata tersebut dimulai pukul 17.00 waktu setempat.

Perang Israel melawan Hizbullah menjadi salah satu titik krusial dalam perundingan yang sebelumnya gagal antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu di Pakistan. Konflik ini menjadi perhatian utama dalam dinamika geopolitik kawasan.

Trump menambahkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun akan diundang ke Gedung Putih. Pertemuan tersebut disebut sebagai perundingan berarti pertama antara kedua negara sejak 1983.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan kedua pihak berupaya menciptakan kondisi menuju perdamaian jangka panjang. Upaya ini mencakup pengakuan kedaulatan serta peningkatan keamanan perbatasan.

Selain itu, kedua pihak disebut memiliki kekhawatiran bersama terhadap kelompok bersenjata non-negara. Kelompok tersebut dinilai berpotensi merusak stabilitas dan kedaulatan Lebanon.

Trump juga menyampaikan harapannya agar Lebanon dapat “menangani Hizbullah”. Kelompok militan tersebut diketahui mendapat dukungan dari Iran.

Risiko Pasokan dan Ketidakpastian Masih Membayangi

Perkembangan ini meningkatkan optimisme akan adanya penyelesaian konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Namun, tekanan terhadap harga minyak mentah dunia juga dipengaruhi ekspektasi lain di pasar.

Di sisi lain, ekspektasi bahwa AS dan Iran dapat memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu tambahan turut memengaruhi pasar. Hal ini membuka peluang dimulainya kembali perundingan damai.

Namun, analis ING mengingatkan bahwa pasar minyak fisik justru semakin ketat selama aliran minyak melalui Selat Hormuz belum kembali normal. Kondisi ini menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

“Pasar fisik semakin ketat setiap hari selama aliran minyak melalui Selat Hormuz belum dimulai kembali,” tulis analis ING dalam catatannya. Pernyataan ini menunjukkan adanya tekanan dari sisi pasokan.

Meski terdapat pengalihan jalur pipa dan pergerakan tanker yang terbatas, ING memperkirakan sekitar 13 juta barel per hari pasokan minyak terganggu. Angka ini menunjukkan besarnya dampak gangguan distribusi energi global.

Jumlah tersebut bahkan berpotensi meningkat jika terjadi blokade oleh AS. Risiko ini menjadi salah satu faktor yang membuat pasar tetap waspada.

ING juga menilai risiko kenaikan harga minyak dunia masih terbuka jika perundingan damai antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian yang cukup besar di pasar energi.

“Risiko kenaikan utama bagi pasar adalah jika perundingan damai antara AS dan Iran runtuh. Ini bukan skenario yang tidak realistis, mengingat perbedaan tuntutan kedua pihak masih cukup lebar,” tulis ING.

Dengan berbagai dinamika tersebut, harga minyak dunia diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. Pasar akan terus mencermati perkembangan geopolitik serta kondisi pasokan global sebagai faktor utama penentu arah harga.

Redaksi

Redaksi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot