Bursa Asia Terkoreksi Pagi Ini Akibat Tensi AS-Iran yang Memanas
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA - Sebagian besar bursa saham di Asia mengalami penurunan dari level tertinggi pada Jumat (8/5/2026) pagi seiring kembali mencuatnya kekhawatiran akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah, yang kini menguji kekuatan reli pasar saham belakangan ini.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terkoreksi 190,30 poin atau 0,30% ke posisi 62.650,47, Hang Seng melorot 266,49 poin atau 1% ke 26.359,79, dan Taiex menyusut 227,96 poin atau 0,54% ke 41.707,40.
Sementara itu, ASX 200 terpangkas 125,93 poin atau 1,42% ke 8.752,40, Straits Times melemah 14,13 poin atau 0,28% ke 4.928,50, serta FTSE Malaysia turun tipis 0,45 poin atau 0,03% ke level 1.758,40.
Baca JugaRupiah Hari Ini Diprediksi Fluktuatif pada Rentang Rp17.300-Rp17.340
Indeks MSCI Asia Pasifik tercatat turun 0,9% saat perdagangan dibuka, menyusul terjadinya bentrokan antara Amerika Serikat dan Iran. Mengutip laporan Bloomberg, komando pasukan AS menyatakan bahwa serangan Iran terhadap kapal perusak Angkatan Laut AS di Selat Hormuz telah memicu gelombang protes.
"Sama seperti kami mengalahkan mereka lagi hari ini, kami akan mengalahkan mereka dengan lebih keras dan lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!" jelas Trump dalam sebuah unggahan media sosial.
Kendati pasar saham sedikit mengalami pelemahan pada hari Jumat, para pelaku pasar terkadang mengabaikan sentimen geopolitik utama, yang sebelumnya telah membantu mendorong ekuitas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di tengah pemulihan perdagangan saham sektor kecerdasan buatan (AI).
Bahkan di tengah gejolak volatilitas yang terjadi, para investor tetap memantau sinyal-sinyal bahwa AS tengah berupaya meredakan situasi tersebut.
"Para investor kini berasumsi akan ada penyelesaian dalam satu bulan ke depan terkait perang Iran atau Selat Hormuz," kata Juni Bei Liu, salah satu pendiri hedge fund Ten Cap Investment Management sebagaimana dikutip dari Bloomberg.
“Dalam jangka pendek, mungkin akan ada volatilitas, berita Utama seperti hari ini, tetapi pasar akan bergerak untuk membeli saat harga turun, kecuali jika terjadi peningkatan baru yang parah.”
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











