Selasa, 12 Mei 2026

Premi Askrindo Tembus Rp1,16 Triliun di Kuartal I 2026, Naik 10 Persen

 Premi Askrindo Tembus Rp1,16 Triliun di Kuartal I 2026, Naik 10 Persen
Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso (Foto: merdeka.com)

SEMARANG - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berhasil membukukan perolehan premi senilai Rp1,16 triliun, meningkat sekitar 10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga posisi 31 Maret 2026.

“Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” jelas Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso saat taklimat media di Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam sebagaimana dikutip dari sumber berita.

Kenaikan premi tersebut terutama dipicu oleh lonjakan pada sektor asuransi umum yang tumbuh mencapai 44 persen. Beriringan dengan capaian itu, Askrindo mengumumkan kenaikan laba perusahaan sebesar 77 persen (yoy), walaupun detail nilai labanya belum dipaparkan secara rinci.

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Pihak manajemen menyebutkan bahwa capaian positif di triwulan I 2026 ini adalah kelanjutan dari tren kinerja perusahaan selama tahun 2025. Mengacu pada laporan keuangan unaudited, Askrindo meraih premi bruto Rp4,44 triliun dengan hasil underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun.

Manajemen menegaskan performa kuat di awal tahun ini merupakan hasil dari konsistensi yang terjaga sepanjang tahun lalu. 

“Kami melihat bahwa kinerja 2025 bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi hasil dari fondasi yang kami bangun secara konsisten, khususnya dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas underwriting. Ini yang menjadi kunci keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ucap Mahelan sebagaimana dikutip dari sumber berita.

Guna memelihara pertumbuhan yang berkelanjutan, Askrindo menerapkan strategi diversifikasi portofolio lewat tiga pilar utama. Pertama, memperkokoh bisnis penugasan pemerintah yang menjadi landasan utama perseroan.

Kedua, mengoptimalkan segmen BUMN dan korporasi melalui pelayanan yang lebih spesifik. Ketiga, melakukan ekspansi ke bisnis ritel, mencakup produk asuransi mikro, parametrik, asuransi perjalanan, hingga kendaraan bermotor.

Upaya ini merupakan bagian dari taktik perusahaan dalam memperlebar jangkauan layanan serta memperkuat penetrasi pasar di beragam lini segmen.

"Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko," pungkasnya sebagaimana dikutip dari sumber berita.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot