Selasa, 12 Mei 2026

Proyeksi IHSG Pekan Depan Naik Tipis 0,18 Persen atau Rebound Terbatas

Proyeksi IHSG Pekan Depan Naik Tipis 0,18 Persen atau Rebound Terbatas
Proyeksi IHSG Pekan Depan Naik Tipis , (Foto: Kontan.id)

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih cukup terbatas selama masa perdagangan pekan ini. Walaupun sempat mendapat tekanan besar pada penutupan pekan, IHSG tetap berhasil mencatatkan kenaikan tipis dalam hitungan mingguan.

Pada sesi perdagangan Jumat (8/5/2026), IHSG merosot sebesar 204,92 poin atau 2,86% menuju level 6.969,4 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, secara akumulasi dalam satu pekan, IHSG tetap mengukir pertumbuhan tipis mencapai 0,18%.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan berpendapat, laju IHSG selama sepekan kemarin didorong oleh membaiknya ekspektasi atas sentimen global. Hal ini salah satunya dipicu oleh harapan meredanya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta melandainya harga minyak dunia.

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Menurut dia, arah harga minyak dan sentimen geopolitik masih menjadi instrumen utama yang memengaruhi dinamika pasar keuangan global maupun di dalam negeri saat ini.

“Meskipun demikian, penguatan IHSG belum sepenuhnya solid karena investor masih cenderung wait and see terhadap kejelasan perkembangan global,” ujarnya, Jumat (8/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, transaksi IHSG sepanjang minggu ini masih dibayangi oleh aksi jual dari para pemodal.

Ia menjabarkan ada sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika IHSG. Pertama, data makroekonomi dalam negeri memperlihatkan adanya perbaikan. Akan tetapi, merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menjadi beban tersendiri bagi pasar.

Kedua, konflik di Timur Tengah yang terus berlangsung lantaran belum ada titik temu dalam negosiasi AS-Iran turut memicu kekhawatiran investor akan potensi krisis energi dunia.

Bukan hanya itu, pelaku pasar pun memantau rencana pemerintah mengenai kenaikan royalti mineral dan batu bara (minerba) dalam rangka menggenjot pendapatan negara.

“Yang terbaru, adanya rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalti minerba untuk meningkatkan penghasilan negara,” ujarnya, Jumat sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk sesi perdagangan awal pekan depan, Ekky memprediksi IHSG masih berisiko bergerak fluktuatif dengan potensi koreksi yang terbatas. Ia menilai, area support kuat IHSG berada pada rentang 6.900–7.000.

Selama belum ada kepastian baru mengenai sentimen global, IHSG diprediksi akan bergerak konsolidatif dalam kisaran saat ini.

Ekky memproyeksikan laju IHSG pada Senin (11/5/2026) akan berada di rentang 6.950–7.200 dengan kecenderungan para pelaku pasar yang masih mengambil posisi wait and see.

Meninjau dari sisi sektoral, Ekky melihat bidang perbankan mulai menunjukkan pemulihan harga usai sebelumnya sempat terkoreksi cukup tajam. Selain itu, sektor telekomunikasi juga mulai menunjukkan tren penguatan.

Ia menimpali bahwa saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan grup Prajogo Pangestu juga menarik untuk dipantau karena mulai bergerak kembali mengikuti arah sentimen pasar.

“Namun, strategi tetap perlu selektif dan lebih cocok untuk trading jangka pendek selama arah IHSG masih konsolidatif,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Herditya memproyeksikan IHSG berpeluang mencatatkan penguatan terbatas pada sesi perdagangan Senin besok dengan level support di 6.946 dan resistance pada 7.049.

“Diperkirakan ada technical rebound setelah terjadi tekanan pada hari Jumat ini,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun beberapa saham yang disarankan untuk diperhatikan oleh para pelaku pasar antara lain MAPA dengan target harga Rp 695–Rp 725 per saham, AADI pada kisaran Rp 10.225–Rp 10.825 per saham, serta BULL dengan target Rp 520–Rp 555 per saham.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot