Selasa, 12 Mei 2026

Daftar Terbaru 10 Saham dengan Bobot Terbesar di Indeks MSCI Indonesia

Daftar Terbaru 10 Saham dengan Bobot Terbesar di Indeks MSCI Indonesia
Ilusytrasi Indeks MSCI. (Foto: net)

JAKARTA – Indeks MSCI Indonesia telah mencatatkan daftar 10 emiten yang memiliki bobot terbesar dalam komposisi terbarunya. 

Merujuk pada data per April 2026, jajaran 10 besar tersebut mendominasi dengan total bobot yang mencapai 83,36 persen.

Dalam laporan Factsheet MSCI Indonesia Index per 30 April 2026, indeks yang berfungsi mengukur kinerja segmen kapitalisasi besar serta menengah di pasar saham Indonesia ini tercatat mempunyai total 17 konstituen. 

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Sektor finansial menjadi sektor dengan porsi paling besar dengan bobot menyentuh 51,03 persen. Posisi tiga besar ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Secara lebih rinci, BCA berada di posisi puncak sebagai konstituen dengan bobot paling jumbo, yaitu 22,14 persen. 

Peringkat kedua ditempati oleh BRI dengan bobot 13,91 persen dan Bank Mandiri sebesar 11,18 persen. 

Ketiga bank raksasa tersebut secara kolektif menguasai hampir separuh dari keseluruhan pergerakan indeks MSCI Indonesia.

Selain sektor perbankan, sektor material juga memberikan pengaruh signifikan dengan bobot kolektif sebesar 14,23 persen. 

Beberapa emiten dari sektor ini, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), berhasil masuk dalam jajaran 10 besar pemilik bobot tertinggi. 

Secara fundamental, 10 saham teratas dalam indeks MSCI Indonesia tersebut memiliki rata-rata price to earnings (P/E) forward sebesar 10,09 kali dengan imbal hasil dividen atau dividend yield di level 6,14 persen.

Sebagaimana diketahui, pada hari ini, Selasa (12/5/2026), MSCI dijadwalkan untuk merilis pengumuman lanjutan atas informasi yang telah dipublikasikan pada April 2026.

 Salah satu poin yang dinantikan investor ialah keputusan MSCI untuk menghapus konstituen saham Indonesia yang masuk dalam daftar high shareholding concentration (HSC) atau daftar saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menilai bahwa segala kemungkinan dapat terjadi menyusul pengumuman MSCI tersebut.

 Adapun, pengumuman pembekuan rebalancing MSCI pada 27 Januari 2026 silam sempat memberikan tekanan yang cukup berat terhadap pasar Indonesia. 

IHSG kala itu merosot berkali-kali hingga investor asing berbondong-bondong keluar. 

Namun, menurutnya kondisi saat ini sudah berbeda mengingat OJK dan BEI bersama KSEI telah menjalankan reformasi serta transparansi pasar modal.

“Jadi kami harus mengantisipasi. Tadi saya sampaikan, mungkin bisa menjadi short-term pain, tapi Insyaallah menjadi long-term gain,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut di Kantor BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berikut adalah 10 konstituen terbesar dalam MSCI Indonesia Index per 30 April 2026:

  1. Bank Central Asia (BBCA): 22,14 persen
  2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): 13,91 persen
  3. Bank Mandiri (BMRI): 11,18 persen
  4. Telkom Indonesia (TLKM): 9,50 persen
  5. Astra International (ASII): 8,25 persen
  6. Amman Mineral Intl (AMMN): 5,05 persen
  7. Bank Negara Indonesia (BBNI): 3,79 persen
  8. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO): 3,29 persen
  9. Chandra Asri Pacific (TPIA): 3,13 persen
  10. Bumi Resources Minerals (BRMS): 3,12 persen

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot