Selasa, 12 Mei 2026

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk atau SIDO. (Foto: Dok. Sido Muncul)

JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mencatatkan penurunan performa pada kuartal I/2026, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. 

Meski demikian, perseroan menilai prospek industri herbal nasional tahun ini tetap cerah seiring meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan penggunaan produk alami.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, pendapatan SIDO tercatat sebesar Rp640,5 miliar, atau melemah 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp789,105 miliar. 

Baca Juga

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk juga menyusut menjadi Rp147,213 miliar dari sebelumnya Rp232,94 miliar pada kuartal I/2025.

Direktur Utama SIDO David Hidayat menjelaskan bahwa merosotnya kinerja awal tahun ini didominasi oleh upaya penyehatan stok pada tingkat distributor agar selaras dengan permintaan riil konsumen. 

“Selain faktor tersebut, kinerja perseroan juga terdampak normalisasi harga essential oil yang sebelumnya berada pada level tinggi tahun lalu. Pembatasan logistik selama periode lebaran yang berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya juga turut memengaruhi distribusi produk,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (11/5/2026).

Walaupun menghadapi tantangan jangka pendek, manajemen meyakini loyalitas terhadap produk Sido Muncul tetap terjaga, dengan Tolak Angin yang masih memimpin pangsa pasar herbal domestik sekitar 72 persen. 

Perusahaan melihat tren konsumsi herbal di tanah air akan terus menanjak sepanjang 2026.

 “Prospek industri herbal tetap positif. Katalis utamanya adalah meningkatnya kesadaran kesehatan, perubahan cuaca, mobilitas masyarakat, dan kuatnya budaya konsumsi herbal di Indonesia,” tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, sejumlah kendala seperti daya beli yang selektif serta kenaikan biaya operasional dan logistik masih membayangi. 

Untuk memperkuat performa, Sido Muncul menyiapkan taktik penguatan pasar dalam negeri melalui kanal edukasi Sido HerbalPedia dan pendalaman riset ilmiah. 

Selain fokus lokal, perusahaan membidik ekspansi ke ASEAN dan Afrika yang memiliki potensi pasar besar. Efisiensi juga dijalankan pada sektor produksi, kemasan, hingga rantai pasok.

Senada dengan hal itu, Fazli Hasniel Sugiharto selaku pemilik merek herbal Kutus-Kutus menilai tren wellness mulai tumbuh pesat di komunitas keluarga. 

Ia berpendapat kemajuan bisnis ini sangat bergantung pada pendekatan komunitas. 

“Dengan dukungan kekayaan biodiversitas Indonesia dan tren hidup sehat yang terus berkembang, industri herbal nasional diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun mendatang,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Data BPS menunjukkan industri farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,35 persen sepanjang 2025. 

Kepala BPOM Taruna Ikrar sebelumnya menyatakan bahwa potensi pasar obat asli Indonesia bisa mencapai Rp350 triliun per tahun, meski realisasinya hingga 2025 baru mendekati Rp2 triliun, yang menandakan ruang ekspansi masih sangat terbuka luas.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Karya Bersama Anugerah (KBAG) Garap Proyek di Jakarta Barat & Jonggol

Karya Bersama Anugerah (KBAG) Garap Proyek di Jakarta Barat & Jonggol

Danantara Ungkap Potensi AI untuk Dongkrak Emiten Energi Nasional

Danantara Ungkap Potensi AI untuk Dongkrak Emiten Energi Nasional

IGC Prediksi Produksi Gandum dan Jagung Dunia Turun Kuartal II/2026

IGC Prediksi Produksi Gandum dan Jagung Dunia Turun Kuartal II/2026

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

AAUI Dukung OJK Terapkan New RBC demi Ketahanan Asuransi Nasional

AAUI Dukung OJK Terapkan New RBC demi Ketahanan Asuransi Nasional