Pasar Saham Tidak Pasti, BEI Minta Investor Cermati Fundamental
- Selasa, 19 Mei 2026
JAKARTA - Pejabat sementara Direktur Utama Bursa (Pjs Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik meminta para pelaku pasar modal untuk mencermati fundamental perusahan sebelum mengambil keputusan membeli saham.
Dia menuturkan, saat ini pasar modal Indonesia masih dihadapi oleh berbagai ketidakpastian, baik dari faktor eksternal atau global maupun internal atau dalam negeri. Fundamental perusahaan yang baik, dinilai lebih siap untuk menghadapi ketidakpastian tersebut.
"Memang ketidakpastian di pasar kami itu masih cukup tinggi. Oleh karena itu, tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tetap memperhatikan fundamental," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (18/5/2026).
Baca JugaHarga Perak Antam Hari Ini 19 Mei 2026 Stabil di Rp48.150 per Gram
Jeffrey mengungkapkan beberapa sumber yang membawa pasar saham di zona ketidakpastian, misalnya pelemahan nilai tukar rupiah. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp17.678 per USD.
Selain faktor nilai tukar, Jeffrey menyebut beberapa penyebab ketidakpastian pasar modal juga datang dari fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah hingga Rusia yang menyebabkan terganggunya rantai pasok global.
"Jadi seluruh ketidakpastian itu tentu akan berdampak sedikit banyak kepada pergerakan di pasar. Pesan kami kepada seluruh investor agar tetap memperhatikan faktor fundamental. Kemudian melakukan analisis secara cermat dan menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing, dalam kondisi pasar yang dinamis dan penuh dengan ketidakpastian ini," kata dia.
Namun, Jeffrey mengatakan kondisi ketidakpastian tersebut tidak hanya terjadi di pasar modal Indonesia. Beberapa indeks di Asia juga mengalami koreksi serupa dalam pekan perdagangan sebelumnya.
Bursa Asia kompak mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (15/5/2026). Terpantau Nikkei 225 ditutup koreksi 1,99 persen, SSE Composite koreksi 1,02 persen, CSI 300 Indeks tertekan 1,12 persen, Indeks KOSPI juga ikut tertekan 6,12 persen, TAIEX melemah 1,39 persen, dan S&P 200 tertekan 0,11 persen.
"Kalau kami akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kami alami hari ini. Jadi saya rasa masih inline dengan global market," ujar dia.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Berita Lainnya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Fluktuatif dan Berpotensi Melemah ke Rp 17.750
- Selasa, 19 Mei 2026











