Intip Saham Potensial Ciamik Jelang Akhir Mei 2026

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 25 Mei 2026
Intip Saham Potensial Ciamik Jelang Akhir Mei 2026
Ilustrasi IHSG Menguat. (Foto: readers.id)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 67,10 poin atau bertambah 1,10 persen ke posisi 6.162 pada perdagangan Jumat (22/5) kemarin. 

Para pemodal merealisasikan nilai transaksi mencapai Rp121,56 triliun lewat volume perdagangan sebanyak 40,28 miliar lembar saham.

Sepanjang satu pekan ke belakang, performa indeks saham terpantau merosot dalam empat hari perdagangan. Sedangkan satu hari sisanya sukses berbalik menguat. Kondisi ini membuat performa indeks tercatat jatuh hingga 8,35 persen selama sepekan lalu.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengonfirmasi sepanjang rentang tanggal 18 hingga 22 Mei 2026, aktivitas perdagangan saham memperlihatkan sejumlah catatan transaksi yang bernilai positif.

Diketahui, nilai kapitalisasi pasar di bursa mengalami penurunan sebesar 10,07 persen menjadi Rp10.635 triliun dari angka Rp11.825 triliun pada pekan sebelumnya. 

Sebaliknya, rata-rata volume transaksi harian justru merangkak naik sebesar 2,53 persen menjadi 36,67 miliar lembar saham dari posisi awal 35,76 miliar lembar saham.

Bukan cuma itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa juga ikut terkerek naik sebesar 15,68 persen menjadi Rp21,77 triliun dari posisi sebelumnya senilai Rp18,82 triliun.

Akan tetapi, rata-rata frekuensi transaksi harian justru mencatatkan koreksi sebesar 6,5 persen menjadi 2,37 juta kali transaksi dari posisi 2,53 juta kali transaksi pada akhir pekan kemarin.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp309,52 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp41,63 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5).

Lalu, bagaimana estimasi arah pergerakan IHSG untuk durasi satu pekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi berpandangan bahwa kemerosotan IHSG hingga 8,5 persen dalam sepekan lalu dipicu oleh kombinasi beberapa faktor sentimen.

Hal itu diawali oleh wacana sentralisasi aktivitas ekspor komoditas lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang diprediksi punya potensi menggerus margin emiten komoditas karena adanya tekanan average selling price (ASP) serta berkurangnya ruang fleksibilitas bersama pembeli premium.

Faktor berikutnya adalah pelemahan kembali kurs rupiah terhadap dolar AS menuju angka Rp17.712 yang ikut memicu beban di pasar, walaupun sebelumnya Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah mengatrol suku bunga acuan sebesar 50 basis poin.

"Pasar terus berharap intervensi tetap dilakukan supaya target normalisasi rupiah dapat terjadi," ujar Oktavianus, Minggu (24/5).

Memasuki awal pekan ini, Oktavianus memproyeksikan IHSG bakal bergerak bervariasi (mixed) dengan kecenderungan menguat secara terbatas pada kisaran support 5.909 dan resistance 6.305.

Ia menilai pergerakan pasar ke depan akan dipengaruhi oleh dinamika sentimen eksternal serta domestik. Dari ranah global, pernyataan Senator AS Marco Rubio mengenai adanya progres dalam dialog damai bersama Iran diprediksi sanggup memantik spekulasi positif bagi pasar.

Sedangkan dari dalam negeri, ia mengamati para pelaku pasar bakal memilih opsi menunggu (wait and see) seiring timbulnya kecemasan akan kelanjutan depresi rupiah serta durasi perdagangan bursa yang berjalan lebih pendek.

Berdasarkan hasil pemetaan teknikal, Oktavianus memberikan rekomendasi untuk beberapa saham yang berpotensi dikoleksi. 

Pertama, ada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk atau INKP yang mendarat menguat 2,21 persen ke level 8.100 pada pekan lalu. Oktavianus memprediksi INKP berpeluang mengejar target level 8.650 pada pekan ini.

Kedua, ada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA yang finis melonjak 9,55 persen menuju posisi 482 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksikan saham MBMA punya peluang mendaki ke level 550 pekan ini.

Di pihak lain, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memberikan estimasi bahwa indeks saham sepanjang pekan ini posisinya masih rentan dibayangi koreksi dengan area support di 6.054 dan resistance di 6.279.

Dalam pandangannya, dinamika indeks ke depan bakal dipicu oleh sentimen keluarnya dana asing (outflow) akibat adanya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE, di samping karena singkatnya hari perdagangan bursa.

"Pekan depan, kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support 6.054 dan resistance 6.279 untuk sentimen adanya outflow akibat MSCI dan FTSE serta hari perdagangan yang cenderung pendek," ujar Herditya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau para pemodal untuk mencermati beberapa saham dari jajaran emiten yang dia rekomendasikan. 

Herditya menyodorkan saham PT Harum Energy Tbk atau HRUM yang ditutup melesat 11,27 persen di posisi 790 pada pekan lalu. Dirinya memprediksi HRUM bisa merangkak ke level 890 pekan ini.

Berikutnya, Herditya menyarankan saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk atau PSAB yang berakhir meroket 14,52 persen ke posisi 426 pada pekan lalu. Ia mengestimasi PSAB punya potensi menyentuh level 472 pada pekan ini.

Terakhir, Herditya menyodorkan saham PT Indosat Tbk atau ISAT yang mendarat di posisi 2.050 pada penutupan pekan lalu. Ia memproyeksikan pergerakan ISAT sanggup mengejar target level 2.220 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua