Harga Minyak Dunia Turun Tipis usai Gencatan Senjata AS-Iran

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 29 Mei 2026
Harga Minyak Dunia Turun Tipis usai Gencatan Senjata AS-Iran
Ilustrasi Minyak Dunia Turun. (Foto: suara.com)

JAKARTA - Nilai komoditas minyak internasional mencatatkan kemerosotan tipis usai Amerika Serikat dan Iran dikabarkan meraih kesepahaman temporer. 

Kedua belah pihak bersepakat demi menambah durasi penghentian kontak senjata dalam jangka waktu 60 hari mendatang.

Kebijakan diplomatik ini dikutip dari Bloombergtechnoz berpeluang mengaktifkan kembali rute pelayaran armada kapal di Selat Hormuz yang sangat vital terhadap distribusi energi jagat raya.

Indikator West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi hingga mendekati angka US$88 per barel sehabis mengarungi waktu perdagangan yang naik-turun pada Kamis. 

Di lain pihak, minyak mentah varian Brent berakhir di kisaran angka US$94 per barel.

Penyusutan ini kian memperkuat kecenderungan negatif minyak mentah yang tengah mengarah pada defisit bulanan yang cukup dalam. 

Pelaku pasar menanggapi secara baik kenaikan keyakinan mengenai terwujudnya titik temu di antara kubu yang berseteru.

Terdahulu, pemblokiran Selat Hormuz yang berlangsung sejak pengujung Februari sempat mengakibatkan turbulensi suplai energi global dalam skala besar. 

Ketegangan itu sempat mengunci jutaan barel distribusi minyak harian untuk mengalir ke pasar mancanegara.

Tahapan perundingan ini sejauh ini masih bergerak secara dinamis pada level otoritas tinggi kedua negara.

 Utusan dari tiap-tiap pihak dikabarkan terus menggelar perjumpaan berkala guna mematangkan detail-detail nota kesepahaman.

Menteri Keuangan Scott Bessent dalam jumpa pers pada Kamis cuma menyampaikan penjelasan pendek terkait progres dari dialog tersebut.

"Tim-tim telah bolak-balik," kata Scott Bessent ketika ditanya mengenai kepastian tercapainya kesepakatan sementara.

Pada bursa perdagangan Asia, produk minyak WTI untuk suplai bulan Juli terpantau menyusut 0,4% menuju level US$88,57 per barel pada pukul 06.01 pagi di Singapura. 

Di waktu yang bersamaan, Brent untuk finalisasi Juli disudahi anjlok 0,6% ke angka US$93,71 per barel.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua