Dukung Proyek Hijau, OJK Rilis Asuransi Penghematan Energi

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 08 Juni 2026
Dukung Proyek Hijau, OJK Rilis Asuransi Penghematan Energi
Gedung OJK (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) aktif mendorong terobosan baru dalam instrumen produk asuransi demi menyokong agenda transisi energi sekaligus memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan di tanah air. 

Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah memberikan dukungan penuh terhadap perancangan Energy Savings Insurance (ESI) atau asuransi penghematan energi.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan bahwa bentuk dukungan tersebut direalisasikan melalui pengenalan purwarupa produk ESI dalam agenda Energy Efficiency Investment & Business Forum 2026 yang digelar di Jakarta pada 20 Mei 2026.

"Melalui peluncuran prototype produk ESI yang dilakukan dalam kegiatan Energy Efficiency Investment & Business Forum 2026 di Jakarta pada 20 Mei 2026," ujar Ogi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Jumat (5/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ogi menjabarkan bahwa perancangan produk ESI ini berhasil diwujudkan melalui kolaborasi dari berbagai lembaga, yang mencakup OJK, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ASEAN Centre for Energy (ACE), BASE Foundation, UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), serta para pelaku di industri jasa keuangan dan perasuransian.

Ia berpandangan, kehadiran ESI ini diharapkan bisa memperkuat tata kelola risiko dalam setiap proyek efisiensi energi sekaligus mendongkrak tingkat kelayakan pendanaan (bankability) untuk proyek transisi energi di Indonesia. 

Di luar itu, pemformatan produk ini juga diproyeksikan mampu menaikkan kontribusi dari industri perasuransian dalam menyukseskan praktik ekonomi hijau serta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) nasional.

"Ditambah, mendorong peningkatan peran industri perasuransian dalam mendukung implementasi ekonomi hijau dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia," ungkap Ogi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam dinamika yang berbeda, OJK mengabarkan bahwa industri asuransi komersial konsisten membukukan pertumbuhan aset hingga periode April 2026. 

Akumulasi aset sektor asuransi komersial secara menyeluruh bertengger di angka Rp984,20 triliun, atau tumbuh sebesar 4,65% secara tahunan (year on year/YoY).

Meski begitu, jika dicermati dari sisi perolehan premi, sektor ini terpantau masih mengalami tekanan. 

Akumulasi pendapatan premi asuransi komersial tercatat sebesar Rp116,01 triliun sampai April 2026, yang mengindikasikan adanya penurunan tipis sekitar 0,36% YoY.

Secara lebih terperinci, pendapatan premi dari lini asuransi jiwa masih menunjukkan grafik positif lewat pertumbuhan 3,28% YoY menjadi Rp62,58 triliun. 

Sebaliknya, perolehan premi dari sektor asuransi umum serta reasuransi justru mengalami penyusutan sebesar 4,32% YoY menjadi Rp53,43 triliun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua