Bank Panin Bagikan Dividen Rp1,01 Triliun, Simak Rinciannya

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 18 Juni 2026
Bank Panin Bagikan Dividen Rp1,01 Triliun, Simak Rinciannya
Suasana pelayanan di kantor Panin Bank. (Foto: ISTIMEWA)

JAKARTA – Laporan krusial bagi para pemegang saham PT Bank Panin Tbk (PNBN). Para pemilik saham PNBN bakal mengantongi keuntungan dividen dengan imbal hasil yang melampaui tingkat suku bunga deposito tertinggi di Bank Panin.

Pihak manajemen Bank Panin telah menyepakati langkah pendistribusian dividen tunai dengan total nilai Rp1,01 triliun bagi para pemegang saham. 

Usai melakukan kalkulasi terhadap kepemilikan saham treasuri, nominal dividen yang dialokasikan tersebut setara dengan Rp42 per lembar saham.

Pemberian dividen ini berlandaskan pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PNBN yang dihelat pada Rabu, 17 Juni 2026. 

Dalam sesi transaksi perdagangan Rabu (17/6/2026), nilai saham PNBN terkerek 1,63% dari hari sebelumnya dan mendarat pada level Rp935 per lembar.

Bersandarkan pada nominal harga tersebut, yield dividen dari saham PNBN menembus angka 4,49%, yang mana angka ini lebih kompetitif bila dibandingkan dengan tingkat bunga deposito rupiah Bank Panin yang memberikan imbalan tertinggi sebesar 4,25%. 

Alokasi dividen ini diambil dari sebagian perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025 yang menembus Rp2,87 triliun.

Capaian laba pada tahun 2025 tersebut memperlihatkan kenaikan tipis sebesar 0,13% jika disandingkan dengan perolehan tahun 2024. 

Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo, menerangkan bahwa laju kenaikan laba sepanjang tahun 2025 utamanya didorong oleh pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang terangkat 3,47% hingga menyentuh angka Rp2,30 triliun.

Peningkatan pada pos tersebut utamanya bersumber dari raihan margin profit transaksi surat berharga. Di samping itu, perolehan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) ikut merangkak naik 0,19%, selaras dengan tren kenaikan pada pendapatan bunga perseroan.

Pada fungsi intermediasi, besaran penyaluran kredit menunjukkan penurunan sebesar 2,56% yoy menjadi senilai Rp145,08 triliun sepanjang tahun 2025. Sejalan dengan hal itu, jumlah aset perseroan turut mengalami penyusutan dari angka Rp243,95 triliun di tahun 2024 menjadi Rp237,32 triliun pada periode tahun 2025.

Indikator rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross terpantau membaik ke posisi 2,82% dari catatan sebelumnya yang berada di level 3,05%. Adapun untuk posisi NPL net berada di kisaran angka 1,04%.

Ditinjau dari aspek pendanaan, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) merangkak naik sebesar 2,98% secara tahunan hingga mencapai Rp156,92 triliun. 

Pada waktu yang sama, jumlah modal internal perseroan meningkat sebesar 5,07% hingga menyentuh Rp54,98 triliun, yang berimplikasi pada menguatnya rasio kecukupan modal (CAR) ke posisi 37,49%.

Sedangkan dari sektor pendanaan jangka panjang, PaninBank merealisasikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2025 dengan nilai total sebesar Rp3,20 triliun pada tahun 2025. 

Lewat langkah tersebut, jumlah akumulasi penerbitan obligasi melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV Tahap I, II, dan III tercatat telah menembus angka Rp7,21 triliun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua