Alfamart Perkuat Kendali Bisnis di Filipina dan Bangladesh

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 18 Juni 2026
Alfamart Perkuat Kendali Bisnis di Filipina dan Bangladesh
Ilustrasi gerai Alfamart, toko Alfamart. (Foto: SHUTTERSTOCK)

JAKARTA - Emiten ritel pemilik jaringan Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), kini tengah menggenjot ekspansi internasionalnya lewat penataan kembali struktur kepemilikan bisnis luar negeri, terutama untuk operasional di Filipina dan Bangladesh. 

Strategi korporasi ini dijalankan oleh Sumber Alfaria Trijaya melalui entitas anak usahanya yang berkedudukan di Singapura, yakni Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA), selaku kendaraan utama dalam melebarkan sayap bisnis global mereka.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada Rabu (17/6/2026), ARA berencana meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dengan menerbitkan saham baru. Seluruh emisi saham baru tersebut ke depannya akan diambil alih oleh Glory Worldwide Investment Pte. Ltd. (GWI).

Perolehan dana dari aksi korporasi tersebut bakal digunakan untuk membiayai pembelian 10% saham Alfamart Trading Philippines Inc. (ATP) sekaligus mengakuisisi kepemilikan 70% saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd. (ATB) yang saat ini dikuasai oleh GWI.

Manajemen AMRT menerangkan bahwa rangkaian transaksi tersebut menjadi bagian krusial dari strategi jangka panjang mereka untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar global.

Langkah strategis ini juga dimaksudkan guna mengonsolidasikan aset dan operasional bisnis internasional agar berada langsung di bawah kendali ARA.

Lewat skema transaksi tersebut, AMRT bakal meningkatkan penetrasi pasarnya di sektor ritel Filipina yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan.

Dalam laporan penilaian independen disebutkan bahwa industri ritel di Filipina diprediksi akan terus bertumbuh positif. Keberlanjutan tren ini ditopang oleh peningkatan konsumsi domestik, akselerasi urbanisasi, serta komitmen investasi pemerintah setempat di sektor infrastruktur logistik yang memperlancar jalur distribusi hingga ke luar kota-kota besar.

Saat ini, ATP berperan sebagai pengelola bisnis ritel untuk produk makanan dan nonmakanan di Filipina. Per 31 Desember 2025, ARA menggenggam 35% saham ATP, sementara GWI menguasai 10% saham, dan sisa porsi kepemilikan saham lainnya dipegang oleh beberapa pemegang saham lain, termasuk SM Retail Inc. sebesar 50%.

Di sisi lain, ATB merupakan badan usaha yang menjalankan operasional perdagangan ritel dan grosir untuk komoditas makanan serta nonmakanan di negara Bangladesh.

Melalui tindakan akuisisi atas 70% saham ATB ini, AMRT berkomitmen memperluas basis operasionalnya di wilayah Asia Selatan, suatu kawasan yang dikenal memiliki populasi besar dengan tingkat konsumsi masyarakat yang berkembang pesat.

Perusahaan menilai bahwa integrasi operasional Filipina dan Bangladesh di bawah satu payung bisnis yang terpadu akan menciptakan efisiensi manajemen, memperkokoh koordinasi pada lini operasional, sekaligus memperluas fleksibilitas pendanaan untuk kebutuhan ekspansi global di masa depan.

"Selain itu, struktur kepemilikan yang lebih terbuka di ARA diharapkan memperluas akses terhadap dukungan strategis dan sumber pendanaan eksternal," sebagaimana dilansir dari berita sumber, papar manajemen AMRT.

AMRT juga menegaskan bahwa kebijakan strategis ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengendalikan risiko dari ekspansi global secara lebih terukur, sembari tetap mempertahankan kendali serta pengaruh kuat atas arah kebijakan strategis bisnis internasional mereka.

Untuk jangka panjang, pihak korporasi memproyeksikan ekspansi ini dapat memperkuat struktur keuangan konsolidasi mereka lewat pertumbuhan nilai ekuitas serta sinergi pendapatan yang mengalir dari operasional di luar negeri.

Meski melibatkan pihak terafiliasi, manajemen memastikan bahwa transaksi ini tidak masuk dalam kategori transaksi material sesuai regulasi OJK. 

Kendati demikian, proses transaksi ini tetap wajib melalui penilaian independen karena memenuhi kriteria sebagai transaksi afiliasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua