Harga Sembako Jatim Hari Ini: Beras dan Minyak Goreng Kemasan Naik

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
 Harga Sembako Jatim Hari Ini: Beras dan Minyak Goreng Kemasan Naik
Ilustrasi Minyak Goreng. (Foto: net)

SURABAYA - Nilai jual komoditas bahan pokok di wilayah Jawa Timur (Jatim) terpantau konsisten bergerak dinamis dari waktu ke waktu. 

Untuk perdagangan hari ini, angka jual bagi segala varietas beras serta minyak goreng dalam kemasan terekam merangkak naik. 

Di sisi lain, harga untuk komoditas cabai merah besar, cabai rawit merah, garam bata, telur, serta daging ayam kampung justru memperlihatkan kurva penurunan.

Mengikuti pergerakan nilai komoditas pokok setiap waktu menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan. Bukan sekadar mempermudah publik dalam memetakan anggaran belanja harian, pasokan data ini pun krusial demi menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga supaya tidak membengkak di kala kondisi harga sedang tidak menentu.

Sembako merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok. Komoditas ini merupakan kebutuhan primer yang diperlukan oleh publik dalam kehidupan sehari-hari demi mencukupi asupan nutrisi sekaligus kebutuhan operasional rumah tangga lainnya.

Sembilan ragam kebutuhan primer publik tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng serta mentega, daging sapi beserta daging ayam, telur ayam, produk susu, bawang merah sekaligus bawang putih, gas elpiji beserta minyak tanah, hingga garam.

Di luar sembilan komponen primer tersebut, barang kebutuhan dapur yang peranannya tidak kalah krusial ialah cabai. Berikut merupakan susunan harga bahan pokok terkini di kawasan Jawa Timur, Jumat 19 Juni 2026, yang dihimpun bersandarkan sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur:

  • Beras Premium: Rp 14.967/kg
  • Beras Medium: Rp 12.964/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.118/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.414/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.759/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.761/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.419/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 124.684/kg
  • Daging ayam ras: Rp 32.234/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 69.184/kg
  • Telur ayam ras: Rp 25.182/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 45.464/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.479 per 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.331 per 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.483 per 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.624 per 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.787
  • Garam halus: Rp 9.331/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 38.625/kg
  • Cabai merah besar: Rp 37.696/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 57.592/kg
  • Bawang merah: Rp 42.276/kg
  • Bawang putih: Rp 35.116/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.987

Mencermati nominal bahan pokok di Jawa Timur hari ini, angka untuk beras premium merangkak naik Rp 20 atau sekitar 0,13%, beras medium naik Rp 7 atau berkisar 0,05%, minyak goreng kemasan premium bertambah Rp 132 atau senilai 0,61%, minyak goreng kemasan sederhana terangkat Rp 158 atau 0,85%, serta minyak goreng merek Minyakita melonjak Rp 85 atau setara 0,52%.

Sebaliknya, untuk daging ayam kampung mengalami penyusutan Rp 1.149 atau berkisar 1,63 persen, telur ayam kampung melandai Rp 775 atau sekitar 1,68 persen, garam bata menyusut Rp 143 atau setara 7,40 persen, cabai rawit merah terkoreksi Rp 1.254 atau 2,13 persen, cabai merah besar merosot Rp 2.020 atau berkisar 5,08 persen, serta bawang merah melosot Rp 795 atau senilai 1,84%.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Dinamika naik turunnya nilai jual bahan pokok distimulasi oleh bermacam-macam elemen, mulai dari ongkos produksi, regulasi yang dikeluarkan otoritas pemerintah, fluktuasi nilai tukar, hingga faktor iklim. Berikut merupakan rincian beberapa aspek yang mengintervensi pergerakan nilai bahan pokok:

  • Apabila volume permintaan merangkak naik namun tingkat penawaran berada dalam posisi stagnan atau menyusut, maka harga berpeluang besar ikut terkerek. Sebaliknya, jika volume penawaran melimpah melebihi tingkat permintaan, nilai jual dapat meluncur turun.
  • Kondisi iklim ekstrem, hantaman bencana alam, ataupun rotasi musim bisa mengganggu produktivitas sektor agraria. Minimnya pasokan akibat kendala cuaca buruk berujung pada lonjakan harga jual.
  • Ketentuan mengenai keran impor, ketersediaan subsidi, beban pajak, serta aneka aturan lain yang diterbitkan pemerintah turut memengaruhi nilai sembako di pasar. Contoh nyatanya seperti kebijakan restriksi impor ataupun modifikasi tarif pajak.
  • Lonjakan harga untuk bahan baku, pupuk, bahan bakar, hingga upah minimum tenaga kerja dapat mendongkrak biaya operasional serta ongkos distribusi logistik, yang pada akhirnya membebani harga jual akhir sembako.
  • Goyangan nilai tukar mata uang, khususnya pada komoditas pokok yang didatangkan lewat jalur impor, dapat menyetir pergerakan harga. Depresiasi mata uang domestik otomatis memicu harga produk impor menjadi kian melambung.
  • Laju inflasi yang tinggi berpotensi memicu lonjakan harga barang pokok akibat naiknya ongkos pengadaan barang serta jasa. Situasi ini dapat diperparah oleh iklim ekonomi yang kurang stabil.
  • Kendala pada alur rantai pasokan seperti kemacetan jalur transportasi, aksi mogok kerja, ataupun hambatan logistik lainnya dapat memicu keterlambatan distribusi, mereduksi kuantitas pasokan, dan mengerek harga ke level atas.

Bermacam-macam faktor tersebut membuat nilai jual bahan pokok kerap bergerak fluktuatif, sehingga memerlukan langkah pengawasan sekaligus rumusan kebijakan yang presisi demi memelihara stabilitas di pasar. Nilai sembako juga berpeluang memperlihatkan perbedaan di masing-masing pasar tradisional. Nominal-nominal di atas merupakan kalkulasi rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua