Blue Bird Bagikan Dividen Rp166 per Saham, Yield Tembus 10 Persen

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
Blue Bird Bagikan Dividen Rp166 per Saham, Yield Tembus 10 Persen
RUPST Blue Bird (Dok Bluebird)

JAKARTA – Salah satu perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia kembali mengumumkan kesiapannya untuk mendistribusikan dividen dalam nominal yang cukup besar. 

Emiten yang bergerak di industri transportasi ini menyuguhkan tingkat imbal hasil (yield) dividen hingga menyentuh angka 10 persen.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) telah mengesahkan agenda pembagian dividen tunai senilai Rp166 untuk setiap lembar sahamnya dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Kamis (18/6/2026). 

Melalui ketetapan tersebut, para pemodal berpeluang mengantongi dividen sebesar Rp16.600 untuk tiap-tiap satu lot saham BIRD yang mereka kuasai.

Pada sesi perdagangan hari Kamis, nilai saham BIRD berakhir di level Rp1.660 pasca-membukukan penguatan sebesar 60 poin atau sekitar 3,75 persen. 

Perolehan yield dividen yang menyentuh 10 persen ini menyejajarkan dividen BIRD ke dalam jajaran yang paling tinggi di Bursa Efek Indonesia, bahkan nilainya setara dengan hampir tiga kali lipat dari rata-rata bunga deposito rupiah di perbankan umum yang berada di kisaran 3 persen.

Alokasi pembagian dividen ini mencerminkan rasio sebesar 65,3 persen dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk di sepanjang tahun buku 2025. 

Kebijakan strategis ini diaplikasikan sebagai wujud nyata dari komitmen korporasi dalam menyuguhkan nilai tambah bagi para pemegang saham, tanpa mengesampingkan ketersediaan ruang pendanaan untuk keperluan ekspansi usaha.

Proses pencairan dividen dijadwalkan bakal dilangsungkan pada tanggal 10 Juli 2026, di mana penentuan daftar pihak yang berhak menerima dividen akan merujuk pada Daftar Pemegang Saham per tanggal 30 Juni 2026. 

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, mengutarakan bahwa perumusan kebijakan dividen ini sudah mengkalkulasi arah kebutuhan investasi serta agenda penguatan struktur permodalan.

"Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," ujar Adrianto dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (18/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di sepanjang periode tahun 2025, Blue Bird sukses mencatatkan perolehan laba tahun berjalan senilai Rp643 miliar, yang merepresentasikan grafik pertumbuhan sebesar 9 persen jika disandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya. 

Di saat yang sama, raihan pendapatan bersih korporasi menyentuh angka Rp5,7 triliun atau terkerek naik 13 persen secara tahunan.

Torehan positif ini distimulasi oleh tingginya volume permintaan atas jasa transportasi serta ketepatan eksekusi strategi operasional yang dijalankan. 

Sisa cadangan laba bersih yang tidak dialokasikan sebagai dividen akan ditempatkan sebagai pos laba ditahan guna mencukupi kebutuhan ekspansi bisnis serta pemenuhan modal kerja ke depan.

Komisaris Utama Blue Bird, Bayu Djokosoetono, memberikan penilaian bahwa perseroan sanggup mempertahankan performa keuangan yang sehat sekaligus memelihara kedisiplinan dalam mengeksekusi strategi jangka panjang. 

Ritme konsistensi tersebut dipandang sebagai pilar utama dalam menyuguhkan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham, pelanggan, maupun seluruh pemangku kepentingan.

Blue Bird memiliki komitmen penuh untuk konsisten memperkokoh lini layanan utama, memperluas ekspansi pada segmen non-taksi, serta mengoptimalkan penetrasi kanal digital ke depannya. 

Manajemen juga bakal terus menjaga titik keseimbangan antara aspek efisiensi operasional dengan laju pertumbuhan usaha supaya tetap kompetitif di tengah dinamika persaingan industri transportasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua