Bukaka Teknik Utama Kantongi Pendapatan Rp 867,9 M di Kuartal I-2026

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
Bukaka Teknik Utama Kantongi Pendapatan Rp 867,9 M di Kuartal I-2026
Ilustrasi PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK). (Foto: BUKAKA)

JAKARTA – Perusahaan manufaktur dan infrastruktur yang terikat afiliasi dengan Jusuf Kalla, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), sukses meraup pendapatan sebesar Rp 867,9 miliar pada kuartal I-2026. 

Berdasarkan laporan keuangan paling anyar, capaian tersebut menunjukkan bahwa omzet perseroan melonjak pesat sebesar 27,9% secara tahunan (year on year/yoy) jika disandingkan dengan kuartal I-2025 yang tercatat sebesar Rp 678,8 miliar.

Secara mendalam, sektor usaha yang menjadi pilar penopang utama ialah perlengkapan minyak dan gas dengan sumbangsih Rp 78 miliar bagi pendapatan, mengekor di belakangnya jasa perawatan lepas pantai (offshore) yang mendatangkan Rp 61 miliar.

Hasil positif ini selanjutnya diikuti oleh divisi jembatan baja, menara baja, serta garbarata (passenger boarding bridge) yang masing-masing menyumbang nominal Rp 54 miliar, Rp 37 miliar, dan Rp 28 miliar.

Berikutnya, bagian pelapisan seng (galvanize), pembangunan PLTA, serta alat konstruksi jalan masing-masing mengukir sumbangan sebesar Rp 21 miliar, Rp 13 miliar, dan Rp 9 miliar. Pada tempat buncit, sektor kendaraan fungsi khusus (special purpose vehicle) memasok andil senilai Rp 1 miliar.

Kendati begitu, dari sudut pandang laba bersih, raihan keuntungan bersih perusahaan ini malah merosot 43% yoy menjadi Rp 95 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini, dari capaian sebelumnya yang menyentuh Rp 167 miliar.

Walaupun dihadapkan oleh beraneka kendala di dalam negeri sepanjang tahun ini, Bukaka Teknik Utama tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mampu merealisasikan target penjualan hingga Rp 4,1 triliun serta perolehan laba bersih sebesar Rp 333 billion.

Direktur BUKK, Ade Nurkholis menerangkan bahwa salah satu pemicu pandangan optimistis itu datang dari lini bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang beroperasi di Kerinci dan Poso.

"Jadi (target ini) kontribusinya dari berbagai sektor, tapi untuk yang lumayan signifikan besarnya itu dari PLTA," ujarnya dalam paparan publik di kantor Bukaka Teknik Utama, Kamis (18/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tidak hanya sampai di situ, Ade Nurkholis menyampaikan bahwa Bukaka Teknik Utama pun percaya bisa mendulang profit dari pelaksanaan proyek jaringan transmisi PLN yang sempat mengalami penangguhan pada rentang waktu 2024-2025, yang mana pelaksanaannya diagendakan bakal kembali dipusatkan pada tahun ini.

Ade Nurkholis memberi penekanan bahwa proyek yang tempatnya menyebar mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, hingga kawasan Indonesia Timur itu memiliki perkiraan nilai menyentuh belasan triliun rupiah.

"Kalau kami lihat belasan triliun rupiah, Bukaka dapat 10% saja sudah sekitar Rp 1 triliun, artinya itu luar biasa," ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua