IEA Prediksi Pasokan Minyak Dunia Pulih Total pada 2027

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
IEA Prediksi Pasokan Minyak Dunia Pulih Total pada 2027
lustrasi Minyak Mentah. (Foto: net)

JAKARTA – Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan persediaan minyak global baru dapat kembali normal secara total pada tahun 2027, kendati Amerika Serikat (AS) dan Iran telah memulai babak baru dalam kesepakatan damai. 

Proses pemulihan diprediksi berjalan secara bertahap lantaran rute pelayaran krusial di Selat Hormuz masih memerlukan pembersihan serta penataan kembali rantai pasok.

Melalui laporan teranyar yang dipublikasikan pada Minggu (21/6/2026), IEA memaparkan bahwa output minyak dunia pada Mei menyusut ke angka 94,5 juta barel per hari (bph). 

Jumlah ini merosot 600 ribu bph ketimbang bulan sebelumnya, serta berada 13,6 juta bph di bawah level sebelum terjadinya konflik.

“Sementara itu, pasokan global diperkirakan akan turun sebesar 3,9 juta bph menjadi 102,4 juta bph pada tahun 2026, sebelum pulih kembali sebesar 8 juta bph menjadi 110,3 juta bph pada tahun 2027,” tulis IEA.

IEA memaparkan, bergulirnya perundingan damai antara AS dan Iran telah menekan nilai jual minyak ke titik terendah sejak awal Maret. 

Walaupun detail kesepakatan yang diagendakan diteken pada 19 Juni di Swiss masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dan beberapa persoalan belum rampung seutuhnya, situasi ini dinilai sebagai sinyal positif bagi sektor energi global.

“Jika kesepakatan tersebut bertahan, ekspor dan produksi dari Teluk diperkirakan akan pulih secara bertahap–terutama karena ekspor minyak Iran dapat sepenuhnya dilanjutkan setelah blokade AS dicabut,” lanjut IEA.

Sejalan dengan hadirnya indikasi perdamaian, intensitas pelayaran melewati Selat Hormuz meningkat signifikan pada awal Juni. 

Lonjakan tersebut ditopang oleh aktivitas pengalihan kapal ke kapal (ship-to-ship transfer) di Teluk Oman, yang mendongkrak total distribusi minyak dari level terendah Mei sebesar 9,6 juta bph naik menjadi kisaran 12 juta bph.

Kendati demikian, IEA memberi catatan bahwa normalisasi persediaan tidak bakal berlangsung secara instan.

“Namun, pemulihan penuh tidak akan terjadi secara langsung, karena ranjau harus disingkirkan dari jalur pelayaran utama dan rantai pasokan akan membutuhkan waktu untuk kembali normal,” ungkap IEA.

Dari sektor penyerapan, IEA mengalkulasikan konsumsi minyak dunia pada 2026 akan melandai sebesar 1,1 juta bph secara tahunan (year on year/yoy). 

Angka estimasi ini 700 ribu bph lebih rendah daripada proyeksi edisi Mei, menyusul anjloknya distribusi minyak pada kuartal II-2026 sebesar 5 juta bph secara tahunan yang dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar serta terhambatnya ketersediaan produk.

Mengenai proyeksi neraca tahun 2027 mendatang, kajian awal IEA mengindikasikan sektor minyak berpotensi mengalami surplus pasokan yang tergolong besar. Permintaan minyak global diproyeksikan hanya tumbuh moderat sebesar 2 juta bph ke level 105,3 juta bph.

Sebaliknya, persediaan minyak dunia diestimasikan melonjak kisaran 8 juta bph hingga menyentuh angka 110 juta bph.

Merujuk pada penjelasan IEA, situasi ini dapat menjadi angin segar bagi pasar lantaran membuka kans untuk mengisi kembali stok minyak yang sempat menipis sepanjang masa krisis. 

Di samping itu, kelebihan suplai tersebut juga dianggap krusial demi menyokong pembentukan cadangan strategis baru, sejalan dengan langkah banyak negara dalam mengkaji ulang strategi serta regulasi energi mereka guna merespons dinamika pasar energi global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua