Nilai Tukar Rupiah Rabu 24 Juni 2026: Ambruk Cukup Dalam
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah (IDR) terjungkal terhadap dolar Amerika Serikat (USD) saat pembukaan sesi perdagangan pada hari Rabu, 24 Juni 2026.
Mengacu pada data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, memperlihatkan nilai tukar rupiah hari ini mengawali perdagangan dengan koreksi 83 poin (0,46%) menuju level Rp 17.945 per dolar AS.
Melansir Yahoo! Finance, Rabu (24/6/2026) mata uang rupiah melempem tatkala dolar AS mendaki ke posisi tertingginya dalam rentang waktu lebih dari setahun pada hari Selasa, lantaran pelaku pasar menyelaraskan prediksi terhadap kebijakan yang cenderung lebih hawkish dari Federal Reserve.
Indeks dolar AS merangkak naik 0,38% menuju 101,39 usai menyentuh angka tertingginya sejak Mei 2025 di posisi 101,42.
Di waktu yang sama, mata uang euro merosot 0,41% menjadi US$ 1,138 sesudah sempat mendarat di angka US$ 1,1374 per dolar AS, yang menjadi posisi terendah sejak Juni 2025.
Mata uang poundsterling Inggris turut melemah sebesar 0,45% ke level $1,3187 per dolar AS pasca pemerintah Inggris mengawali masa peralihan menyusul mundurnya Perdana Menteri Keir Starmer.
Sementara itu, mata uang yen Jepang terpangkas tipis 0,01% menuju posisi 161,55 terhadap dolar AS.
Data CME FedWatch saat ini memaparkan, pasar tengah mengalkulasi potensi sebesar 36,3% untuk langkah kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed sebesar 25 basis poin pada rapat bulan Juli nanti.
Pelaku pasar pun memproyeksikan peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 69,1% pada rapat bulan September mendatang, meroket dari angka 29,1% pada satu pekan sebelumnya.
"Kekuatan dolar saat ini, pada akhirnya, masih menunjukkan sikap hawkish. Jika Anda melihat ekspektasi The Fed dengan kontrak berjangka dana Fed saat ini, itu adalah beberapa peluang tertinggi yang pernah kami lihat dalam beberapa waktu terakhir," kata Eugene Epstein, kepala perdagangan dan produk terstructured di Moneycorp di Stamford, Connecticut.