Harga Emas Rebound ke USD4.026 Usai Rilis Data Inflasi AS

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 26 Juni 2026
Harga Emas Rebound ke USD4.026 Usai Rilis Data Inflasi AS
Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti

JAKARTA – Harga emas berbalik menguat pada Kamis (25/6/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) dirilis sesuai dengan estimasi pasar.

Situasi ini mengurangi kecemasan terkait potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam jangka pendek, sekaligus menekan posisi dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Harga emas spot merangkak naik 0,69 persen ke level USD4.026,92 per troy ons, setelah sempat merosot hingga 1 persen pada sesi awal perdagangan.

“Data inflasi PCE sebagian besar sesuai dengan ekspektasi. Pada titik ini, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa harga emas relatif stabil hari ini,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger, dikutip Reuters.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) AS melonjak 4,1 persen dalam kurun waktu 12 bulan hingga Mei, yang menjadi lompatan tertinggi sekaligus torehan pertama di atas angka 4 persen sejak April 2023.

Sejumlah ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya juga memproyeksikan inflasi PCE akan tumbuh 4,1 persen.

Mata uang dolar AS berbalik melemah pascapublikasi data tersebut, sehingga menjadikan emas yang dinilai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi para pembeli dari luar negeri.

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS terpantau ikut bergerak melorot.

Pasar saat ini memprediksi probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang sebesar 80 persen, menyusut dari estimasi 85 persen sebelum data PCE dipublikasikan.

Sebelumnya, peluang itu cuma bertengger di angka 61 persen sebelum adanya pernyataan kebijakan dari The Fed pada pekan lalu, merujuk pada data CME FedWatch.

“Fokus utama pasar masih tetap pada tekanan inflasi ke depan. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa harga emas mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir,” ujar Meger.

Harga emas sempat tergelincir di bawah level USD4.000 per ons pada Rabu, yang menjadi momen pertama kalinya sejak November 2025.

Penurunan tersebut terjadi pascaestimasi kenaikan suku bunga tahun ini menguat, menyusul sikap dari The Fed yang cenderung lebih hawkish dalam rapat kebijakan pekan lalu.

Walaupun emas kerap dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, tren kenaikan suku bunga membuat daya pikat logam mulia ini menyusut lantaran penanam modal lebih memilih beralih ke aset yang menghasilkan imbal hasil.

Harga minyak dunia merangkak naik tipis, namun proyeksi penambahan pasokan dari wilayah Timur Tengah pascakesepakatan penghentian perang Iran menarik harga minyak kembali ke level sebelum terjadinya konflik.

Di sisi lain, harga perak spot melesat 1,7 persen menuju USD58,38 per ons.

Platinum ikut menguat 1,8 persen ke level USD1.606,61 per ons, sementara paladium menanjak 1,9 persen menjadi USD1.188,19 per ons.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua