Harga Saham BIRD Melesat, Yield Dividen Tembus 9,2 Persen Jelang Cair

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 26 Juni 2026
Harga Saham BIRD Melesat, Yield Dividen Tembus 9,2 Persen Jelang Cair
Konvoi Transformasi Bluebird (Foto: Tribunnews)

JAKARTA – Para pelaku investasi diimbau untuk mengantisipasi risiko terjadinya dividend trap dari saham PT Blue Bird Tbk (BIRD). 

Hari ini, Jumat (26/6/2026), menjadi momen cum date untuk saham BIRD dengan capaian tingkat yield dividen yang menyentuh angka hampir 10%.

Di sisi berbeda, nilai saham emiten transportasi taksi ini terpantau sudah mencatatkan kurva kenaikan yang terbilang tinggi. 

Mendekati tenggat cum date, nilai saham BIRD pada sesi transaksi Kamis (25/6/2026) berakhir menguat di posisi Rp 1.690 atau terangkat sebanyak 25 poin (1,50%).

Dalam kurun waktu satu bulan ke belakang, pergerakan harga saham BIRD tercatat sudah melesat sebesar 140 poin atau setara 9,03%. 

Saham BIRD tampil menjadi salah satu aset dengan performa yang memuaskan di kala pasar modal sedang dalam tekanan, di mana IHSG justru terkoreksi 2,13% dalam jangka waktu yang sama menuju posisi 5.999,04.

Pihak BIRD secara legal telah menyepakati pendistribusian dividen tunai senilai Rp 166 per saham lewat agenda RUPST yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026). Akumulasi nilai tersebut setara dengan porsi 65,3% dari total keuntungan bersih entitas induk untuk periode tahun buku 2025.

Berdasarkan posisi harga penutupan terakhir, rasio yield dividen saham BIRD menyentuh level 9,2%. Persentase ini tercatat mencapai tiga kali lipat lebih tinggi jika dikomparasikan dengan tingkat suku bunga penjaminan milik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menyelaraskan keputusan hasil RUPST, dana dividen bakal ditransfer kepada para pemilik saham yang namanya sah masuk dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per tanggal 30 Juni 2026. Agenda pencairan dividen tunai ini diproyeksikan akan terlaksana pada tanggal 10 Juli 2026.

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, mengutarakan bahwa kebijakan pengalokasian dividen ini merefleksikan komitmen dari internal perusahaan demi menyajikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham.

"Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," ujar Adrianto sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sepanjang periode tahun buku 2025, Blue Bird sukses mencatatkan perolehan laba tahun berjalan senilai Rp 643 miliar atau terkerek naik 9% jika disandingkan dengan performa pada tahun sebelumnya. 

Angka pendapatan bersih korporasi pun ikut terangkat sebanyak 13% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 5,7 triliun.

Sisa dari akumulasi keuntungan bersih yang tidak dialokasikan sebagai dividen bakal dimasukkan ke dalam pos laba ditahan demi memperkuat struktur modal kerja perusahaan. 

Komisaris Utama Blue Bird, Bayu Djokosoetono, memberikan penilaian bahwa perseroan dinilai sanggup mempertahankan performa yang kokoh dan konsisten dalam mengeksekusi peta jalan bisnis perusahaan.

Menurut pandangannya, aspek konsistensi tersebut bertindak sebagai pijakan krusial bagi pihak Blue Bird dalam melahirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi segenap pemangku kepentingan. 

Ke depannya, pihak korporasi bakal terus mempertegas lini layanan utama mereka, melakukan ekspansi pada lini bisnis non-taksi, sekaligus mempertahankan efisiensi kegiatan operasional demi mendongkrak daya saing di pasar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua