Batas Waktu Besok, Simak Valuasi Saham IPO JECX dan JELI

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 02 Juli 2026
Batas Waktu Besok, Simak Valuasi Saham IPO JECX dan JELI
Penawaran saham IPO JECX dan JELI di BEI berakhir besok, Jumat (3/7/2026). (Foto: net)

JAKARTA – Masa penawaran umum dari dua korporasi yang merilis saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan bakal berakhir besok, Jumat (3/7/2026). 

Kedua entitas bisnis tersebut ialah PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) serta PT Niramas Utama Tbk (JELI).

JECX, selaku badan pengelola jaringan rumah sakit mata JEC Eye Hospitals & Clinics, menjajakan sebanyak-banyaknya berkisar 487,98 juta lembar saham dengan nominal Rp 1.250 per saham. 

Porsi saham yang ditawarkan itu mencerminkan 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Lewat aksi korporasi ini, JECX pun ikut menjajakan sebanyak 162,88 juta lembar saham divestasi kepunyaan DR. Dr. Waldenius Girsang, Sp.M(K) yang merepresentasikan 2 persen dari total modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum rampung. 

Jumlah modal dari IPO yang berpeluang didapatkan oleh JECX menyentuh angka Rp 609,97 miliar, di mana perinciannya disokong senilai Rp 406,65 miliar dari saham baru dan sejumlah Rp 203,32 miliar dari saham divestasi.

Pihak JECX turut menyelenggarakan program alokasi saham buat karyawan dengan mencadangkan saham dengan porsi 2,29 persen dari total volume saham yang dirilis dalam IPO atau setara dengan 11,16 juta lembar saham. 

Di sudut lain, JELI memutuskan harga IPO bertengger pada level Rp 900 per lembar saham.

Dengan menjajakan sebanyak 2,66 juta lembar saham baru, produsen makanan dan minuman pencuci mulut pemegang jenama INACO ini berpotensi menghimpun modal segar senilai Rp 239 miliar. 

Menilik pada dokumen prospektus, indikator Price to Earnings Ratio (PER) milik JECX berada di posisi 49,52 kali dan nilai Price to Book Value (PBV) bertengger di angka 4,51 kali.

Tim Riset Ekuitas Ajaib Sekuritas Asia memproyeksikan rasio P/E untuk JELI menyentuh level 23,06 kali disertai capaian PBV sebesar 6,18 kali. 

Nilai valuasi dari JELI maupun JECX dikategorikan berada di level yang cukup premium, sehingga memerlukan pembuktian realisasi pertumbuhan performa agar sanggup menopang tren penguatan harga saham di masa mendatang.

Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, mengutarakan bahwa kedua calon emiten baru tersebut menyuguhkan profil investasi yang berlainan. 

"Investor JELI membayar premi terhadap efisiensi, sedangkan JECX mengharuskan investor membayar harga yang sangat mahal untuk perusahaan yang masih berada dalam proses memulihkan profitabilitasnya," kata Hendra sebagaimana dilansir dari sumber berita, Rabu (1/7/2026).

Hendra mengimbuhkan, JELI mengantongi nilai lebih pada aspek popularitas merek INACO serta mata rantai jaringan distribusi yang masif. 

Kendati demikian, performa laju pendapatan dalam rentang beberapa tahun ke belakang terpantau masih melambat, sehingga dongkrak kenaikan laba bersih lebih dominan dipicu oleh langkah efisiensi pengeluaran biaya.

JECX beroperasi pada industri rumah sakit yang memiliki karakteristik defensif, akan tetapi tingkat valuasi sahamnya dinilai sudah tergolong premium dengan rasio pengembalian modal serta pemulihan profitabilitas yang dipandang belum terlalu sebanding. 

"Harga murah belum tentu benar-benar murah apabila fundamentalnya rapuh. Sebaliknya, harga yang terlihat mahal belum tentu mahal apabila perusahaan mampu menciptakan pertumbuhan laba yang konsisten," ucap Hendra sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua