Tiga Perusahaan Tetapkan Harga IPO, Serentak Mulai Penawaran
JAKARTA – Sejumlah perusahaan yang bersiap menjadi emiten baru telah memutuskan nilai harga perdana dalam rangka proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Para calon emiten tersebut pun secara berbarengan telah meluncurkan masa penawaran perdana mereka pada Kamis, 2 Juli 2026.
Tercatat ada tiga entitas pendatang baru di industri pasar modal yang mulai menggelar penawaran saham perdana mereka pada 2 Juli 2026, yaitu PT Esa Medika Mandiri Tbk, PT Bach Multi Global Tbk, serta PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk.
1. PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)
Korporasi yang bergerak pada bidang usaha perdagangan besar untuk alat-alat laboratorium, kefarmasian, hingga alat kedokteran ini memutuskan harga penawaran IPO senilai Rp 470 per lembar dari koridor indikasi awal Rp 446 sampai Rp 515 per lembar saham.
Manajemen melepas sejumlah 522,85 juta lembar saham ke tengah masyarakat dengan nilai nominal Rp 50 per lembar, di mana jumlah itu setara 30% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan, dengan begitu perolehan dana yang didapatkan bakal menyentuh Rp 245,74 miar.
Pihak perusahaan berencana mengalokasikan perolehan dana IPO tersebut di antaranya senilai Rp 50 miliar guna melunasi sebagian pokok pinjaman, kemudian berkisar 6,4% untuk agenda ekspansi bisnis, serta berkisar 72,3% untuk keperluan pos modal kerja.
Sepanjang agenda korporasi ini berjalan, perseroan memercayakan PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek, kemudian PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk bersama PT Investindo Nusantara Sekuritas mengemban peran selaku penjamin emisi efek.
2. PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
Perusahaan yang beroperasi di sektor bisnis perdagangan dan penyewaan perangkat genset serta penyediaan jasa konstruksi sekaligus perawatan infrastruktur telekomunikasi ini memutuskan harga saham perdana senilai Rp 442 per lembar dari rentang proyeksi awal Rp 400 sampai Rp 500.
Lewat langkah melepas 615 juta lembar saham yang setara dengan 15,05% dari jumlah modal disetor penuh, korporasi ini bakal mengumpulkan dana segar IPO mencapai Rp 271,83 miliar.
Perolehan dana hasil IPO itu selanjutnya akan dialokasikan sebesar Rp 91,02 miliar guna melunasi sebagian kewajiban utang kepada PT Bank Permata Tbk, sementara sisa dana bersih lainnya bakal dipakai sebagai penopang modal kerja.
Pihak perseroan menunjuk PT Erdikha Sekuritas untuk bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek dan PT Pilarmas Investindo Sekuritas selaku penjamin emisi efek.
3. PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS)
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk memutuskan besaran harga perdana senilai Rp 170 per lembar dari rentang harga batas bawah Rp 130 sampai batas atas Rp 170 per lembar saham.
Manajemen melepas sebanyak-banyaknya 2,52 biliar lembar saham yang mencerminkan porsi 20,02% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor setelah selesainya IPO, sehingga total perolehan dana segar yang diperoleh menyentuh angka Rp 429,25 miliar.
Kucuran dana IPO tersebut akan dialokasikan untuk menyelesaikan pembayaran lebih awal atas pokok pinjaman utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, pengerjaan proyek wahana edukasi Cipungland, pemenuhan biaya operasional, pendirian lini usaha baru yang mengadopsi teknologi kecerdasan buatan, serta pengambilalihan porsi saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia.
"Sisanya akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan penyetoran modal kepada entitas anak perseroan,” sebagaimana dilansir dari sumber berita. Guna melancarkan proses ini, perseroan mempercayakan PT Trimegah Sekuritas Indonesia untuk bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek sekaligus penjamin emisi efek.