BSI Serahkan Zakat Rp268,5 Miliar kepada BAZNAS

Selasa, 01 April 2025 | 14:08:05 WIB
Foto: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan zakat sebesar Rp268,5 miliar kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Plt. Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, kepada Ketua BAZNAS, K.H. Noor Achmad, dalam acara bertajuk “Cahaya Zakat” di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis sore, 27 Maret 2025. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Bob menyampaikan bahwa zakat tersebut merupakan wujud komitmen BSI sebagai bank syariah terkemuka untuk mengalokasikan 2,5% dari laba operasional perusahaan serta zakat karyawan. “Alhamdulillah, peningkatan zakat ini sejalan dengan pertumbuhan laba bersih perusahaan yang mencapai double digit. Ketika laba tumbuh signifikan, kontribusi zakat pun ikut meningkat,” ujar Bob dalam pernyataan resmi pada 29 Maret 2025.

BSI juga mempermudah nasabah dalam menunaikan zakat melalui berbagai saluran digital. Hingga 19 Maret 2025, pengumpulan zakat via e-channel BSI telah mencapai Rp11,87 miliar secara year-to-date. Lebih dari itu, BSI berhasil menyumbang lebih dari 50% target pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang ditetapkan BAZNAS untuk Ramadan 2025/1446 H, yaitu Rp509,5 miliar—naik 18,4% dari target tahun sebelumnya sebesar Rp430 miliar.

Rekor Konsisten sebagai Bank Pembayar Zakat Terbesar

Pencapaian ini memperkuat posisi BSI sebagai bank pembayar zakat terbesar di Indonesia. Sejak berdiri pada 2021, total zakat yang diserahkan BSI ke BAZNAS telah mencapai Rp787,5 miliar. Rinciannya, Rp123,17 miliar pada 2021, Rp173,06 miliar pada 2022, Rp222,77 miliar pada 2023, dan terbaru Rp268,5 miliar pada 2024. Angka ini menegaskan konsistensi BSI dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Zakat sebagai Solusi Sosial

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya zakat sebagai wujud syukur dan bentuk gotong royong untuk mengurangi ketimpangan sosial. “Zakat adalah manifestasi keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” katanya. Ia menambahkan bahwa zakat berpotensi menjadi solusi mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Dengan potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun, sementara realisasi tahun ini baru Rp41 triliun, Presiden menyebut kemiskinan absolut dapat diatasi hanya dengan anggaran sekitar Rp30 triliun.

Komitmen BSI untuk Masyarakat

BSI terus berinovasi untuk mendukung kemudahan berzakat, sekaligus memperkuat perannya dalam mendorong kesejahteraan umat. Penyerahan zakat ini menjadi bukti nyata dedikasi BSI dalam mewujudkan nilai-nilai syariah di tengah masyarakat Indonesia.

(kkz/kkz)

Terkini