PGAS Turun ke Level 1.500, Muncul Sinyal Trading Buy Bertahap

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 12 Juni 2026
PGAS Turun ke Level 1.500, Muncul Sinyal Trading Buy Bertahap
PGAS sedang dalam tekanan jual. Nilai transaksinya mencapai Rp90,29 miliar dengan volume lebih dari 600 ribu lot. (Foto: KabarBursa)

JAKARTA – Usai mengalami lonjakan selama dua hari berturut-turut, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali mengalami penurunan sebesar 2,60 persen menuju level 1.500. 

Kendati demikian, hadir sinyal strategi trading buy yang cukup memikat untuk dicermati.

Kuatnya tekanan jual pada saham emiten ini tercermin dari total nilai transaksi yang menembus angka Rp90,29 miliar. 

Para pemodal asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp15,50 miliar hanya dalam kurun waktu satu hari perdagangan saja.

Sepanjang tiga hari berturut-turut, modal asing terpantau terus mengalir keluar dari saham PGAS. Situasi tersebut memicu para investor ritel untuk memilih bersikap memantau situasi (wait and see) terlebih dahulu dari pinggir lapangan.

Berdasarkan analisis teknikal, pihak MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa PGAS tengah berada dalam fase pembentukan wave 4 dari wave C. 

Fase penurunan teknis ini secara teori menjadi jeda sesaat sebelum melangkah ke gelombang penguatan selanjutnya.

Langkah yang direkomendasikan yakni menerapkan aksi trading buy secara berkala pada rentang area 1.440 hingga 1.485. Saat ini, posisi harga PGAS bertengger sedikit di atas Moving Average 5 sederhana pada kisaran 1.487 yang menjadi wilayah krusial.

Sepanjang level harga mampu bertahan di atas area kritis tersebut, kans untuk terjadinya pembalikan arah teknis (technical rebound) menuju sasaran pertama di level 1.570 masih terbuka lebar. 

Apabila tren positif terus melaju, target berikutnya bertengger pada level 1.635.

Kepatuhan terhadap batas risiko tetap wajib diterapkan dengan disiplin yang ketat. J

ika harga merosot hingga di bawah level 1.405, maka proyeksi wave 4 berisiko gagal dan tekanan aksi jual berpotensi berlanjut ke tingkat yang lebih dalam.

Kemerosotan nilai saham PGAS pada saat ini dinilai lebih mencerminkan aksi ambil untung (profit taking) ketimbang sebuah pergeseran tren secara radikal. 

Hal tersebut tampak dari koreksi yang persentasenya relatif masih dapat dikendalikan sesudah adanya lonjakan dalam dua hari terdahulu.

Langkah trading buy dinilai lebih tepat diaplikasikan ketimbang melangsungkan akumulasi dalam jumlah masif sekaligus. 

Para pemodal dapat menanti hingga harga menyentuh zona 1.440-1.485 sembari mencermati perkembangan volume beli.

Arah pergerakan jangka menengah PGAS secara teknikal sejatinya memang belum sepenuhnya lepas dari tren penurunan. 

Namun bagi para pelaku trading jangka pendek, fase koreksi semacam ini kerap menjadi titik masuk yang atraktif sepanjang level support mampu bertahan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua