DKUKM Babel Perkuat Pendataan UMKM 2026 Melalui Aplikasi Si Daya

DKUKM Babel Perkuat Pendataan UMKM 2026 Melalui Aplikasi Si Daya
Kamis, 29 Januari 2026 | 11:47:51 WIB

JAKARTA - Pada Kamis, 28 Januari 2026, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DKUKM Babel) mengadakan sosialisasi mengenai pelaksanaan pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Rapat DKUKM Babel, dan dihadiri oleh para koordinator serta operator data UMKM dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik secara daring maupun luring. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman terkait aplikasi Si Daya sebagai alat utama dalam pendataan UMKM yang lebih akurat dan terintegrasi.

Pentingnya Pendataan UMKM yang Akurat untuk Pemberdayaan Ekonomi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendataan UMKM yang valid dan akurat. Arie menjelaskan bahwa data yang tidak tepat dapat mengarah pada ketidaktepatan dalam merumuskan kebijakan yang bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi daerah. Sebaliknya, dengan data yang akurat dan mutakhir, pemerintah daerah dapat merancang kebijakan yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

“Pendataan UMKM adalah dasar yang sangat penting dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah. Tanpa data yang valid, kita akan kesulitan merancang program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi UMKM,” kata Arie dalam sambutannya. Oleh karena itu, Arie menekankan bahwa seluruh operator data harus bekerja secara maksimal agar informasi yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi UMKM di lapangan.

Peran Aplikasi Si Daya dalam Pendataan UMKM

Salah satu fokus utama dari sosialisasi ini adalah pengenalan dan pemahaman aplikasi Si Daya, yang merupakan pengembangan dari aplikasi sebelumnya, Si Dulang Babel. Aplikasi Si Daya dirancang untuk menjadi sistem pendataan UMKM yang terintegrasi, seragam, dan akuntabel, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Sistem ini diharapkan dapat menyatukan seluruh data UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sehingga menghasilkan informasi yang lebih terstruktur dan mudah diakses.

Arie menambahkan bahwa peran koordinator dan operator data UMKM sangat penting dalam memastikan kualitas data yang dihasilkan melalui aplikasi ini. Oleh karena itu, sosialisasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa semua petugas pendataan memiliki pemahaman yang sama mengenai cara menggunakan aplikasi dan cara menginput data dengan benar.

Keseragaman dan Standarisasi Data UMKM

Salah satu tantangan dalam pendataan UMKM adalah memastikan bahwa data yang dikumpulkan seragam dan sesuai dengan standar yang berlaku. Pada kesempatan tersebut, Arie juga menekankan pentingnya keseragaman dalam pendataan, terutama dalam penentuan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Standarisasi ini penting agar data yang dihasilkan dapat digunakan secara maksimal untuk perencanaan program pemberdayaan UMKM di tingkat daerah.

Selain itu, sosialisasi ini juga membahas secara mendalam tentang pemenuhan variabel data sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini dimaksudkan agar setiap informasi yang dikumpulkan benar-benar relevan dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut, baik dalam rangka penentuan kebijakan maupun dalam merancang program-program pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran.

Harapan untuk Kualitas Data yang Lebih Baik

Pada akhir acara, Arie mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lapangan selama proses pendataan. Diskusi ini bertujuan untuk mencari solusi atas masalah-masalah yang muncul, sehingga proses pendataan dapat berlangsung lebih lancar dan efektif. 

Ia juga berharap agar kualitas data UMKM yang dihasilkan dapat meningkat pesat pada tahun 2026, sehingga menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan dan program pemberdayaan UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Arie juga memberikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang turut memperkuat sosialisasi ini, khususnya dalam memberikan materi terkait penentuan KBLI, yang merupakan salah satu aspek penting dalam pendataan UMKM.

Membangun Basis Data UMKM yang Kuat dan Berkelanjutan

Dengan diadakannya sosialisasi ini, DKUKM Babel berharap agar seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pendataan UMKM yang akurat dan terstruktur.

Data yang baik dan valid akan menjadi modal utama bagi pengembangan UMKM di provinsi ini, serta mendukung kebijakan pemberdayaan yang lebih efektif. Melalui aplikasi Si Daya, diharapkan Pendataan UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa menjadi lebih mudah, cepat, dan terpercaya, sehingga mendukung kemajuan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah