IHSG Anjlok Hingga 5 Persen Menkeu Purbaya Sarankan Strategi Serok Bawah

IHSG Anjlok Hingga 5 Persen Menkeu Purbaya Sarankan Strategi Serok Bawah
Selasa, 03 Februari 2026 | 10:10:55 WIB

JAKARTA - Gelombang koreksi tajam kembali menghantam pasar modal Indonesia pada perdagangan awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas cukup dalam hingga menembus level psikologis di bawah 8.000. 

Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, namun respons yang sangat tenang justru datang dari pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa volatilitas ini adalah bagian dari dinamika pasar yang lumrah dan tidak seharusnya disikapi dengan kepanikan yang berlebihan.

Bagi sang bendahara negara, penurunan signifikan ini justru menyimpan peluang emas yang jarang terjadi. Dengan latar belakang fundamental ekonomi nasional yang masih tetap kokoh, koreksi tajam ini dipandang sebagai momen diskon besar-besaran bagi aset-aset berkualitas di bursa. Purbaya menegaskan bahwa pasar saat ini mungkin hanya sedang berada dalam fase "menunggu" kepastian, dan optimisme tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi fluktuasi jangka pendek ini.

Respons Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terhadap Koreksi Tajam Indeks Harga Saham

Koreksi yang dialami bursa pada Senin (2/2/2026) memang tergolong masif. IHSG secara resmi ditutup melemah sebanyak 4,88% atau kehilangan -406,88 poin, yang membawanya terperosok ke level 7.922,73. Bahkan, tekanan sempat terasa jauh lebih berat pada sesi pertama perdagangan, di mana indeks sempat menyentuh penurunan hingga 5,07%. Meski angka penurunan ini terlihat mengkhawatirkan bagi sebagian pihak, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru memberikan pandangan yang sebaliknya.

Ia menghimbau publik agar tidak perlu terlalu mengambil pusing dengan fluktuasi tersebut. Menurutnya, pergerakan indeks yang naik dan turun adalah sebuah kewajaran dalam siklus pasar modal. Purbaya sangat optimistis bahwa setelah fase penurunan ini berakhir, IHSG akan kembali bergerak merangkak naik. 

"Biar aja sih, abis naik turun-naik turun tuh, kan ada pergantian baru lagi kan. Pergantian ketua OJK-nya, mungkin market masih menunggu," ungkap Purbaya setelah menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah.

Spekulasi Strategi Investasi Serok Bawah di Tengah Kondisi Pasar yang Melandai

Menariknya, dalam menanggapi kondisi pasar yang merah membara ini, Purbaya tidak ragu untuk membagikan perspektifnya dari sisi seorang investor. Ia secara gamblang menyatakan bahwa jika dirinya berada di posisi pelaku pasar saat ini, langkah yang diambil bukan menjual aset, melainkan justru menambah portofolio dengan memanfaatkan harga yang sedang terdiskon. Strategi "serok bawah" atau buy on weakness dinilainya sangat relevan dengan kondisi sekarang.

Purbaya menuturkan jika dirinya menjadi investor, dia akan memborong saham di harga rendah. Keyakinan ini bukan tanpa alasan kuat; Purbaya meyakini bahwa harga pasar saat ini belum mencerminkan nilai intrinsik ekonomi Indonesia yang sebenarnya. 

"Mungkin masih menunggu ketidakpastian itu. Tapi harusnya kalau saya sih, saya akan serok di bawah, kenapa? Fondasi ekonominya masih bagus, gak ada berubah, dan akan membaik terus ke depan," tegas Purbaya. Menurutnya, ketidakpastian administratif tidak akan mampu menggoyahkan kekuatan fondasi ekonomi yang sudah terbangun dengan baik.

Transisi Kepemimpinan OJK dan BEI Sebagai Faktor Penantian Pelaku Pasar Modal

Salah satu faktor yang dinilai menjadi penyebab keraguan investor saat ini adalah transisi kepemimpinan di otoritas keuangan tertinggi Indonesia. Pasar dianggap sedang mencerna perubahan yang terjadi di tubuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketidakpastian mengenai siapa yang akan menakhodai lembaga-lembaga tersebut sering kali memicu aksi wait and see yang berujung pada tekanan jual sementara.

Purbaya memandang bahwa faktor pergantian Ketua OJK adalah salah satu variabel yang sangat diperhatikan oleh pasar. Namun, ia juga menekankan bahwa proses ini akan berjalan dengan cepat dan transparan. 

Bahkan, dalam kesempatan sebelumnya, Purbaya telah memberikan kisi-kisi bahwa dalam waktu dua minggu, Ketua OJK yang baru kemungkinan besar sudah terpilih. Kepastian kepemimpinan ini diyakini akan menjadi sentimen positif yang kuat untuk membalikkan arah indeks kembali ke jalur penguatan.

Optimisme Terhadap Fondasi Ekonomi Indonesia yang Tetap Tangguh Serta Membaik

Dibalik dinamika pergerakan harga saham, Purbaya Yudhi Sadewa ingin memastikan bahwa masyarakat tetap melihat gambaran besar dari kesehatan ekonomi Indonesia. Ia menyatakan bahwa fondasi ekonomi nasional saat ini tidak mengalami perubahan negatif sedikit pun meskipun IHSG sedang anjlok. Keberlangsungan program-program strategis pemerintah dan indikator makroekonomi yang stabil menjadi jaminan bahwa pertumbuhan akan terus membaik ke depannya.

Dengan pandangan tersebut, anjloknya IHSG hingga menyentuh level 7.922,73 seharusnya dilihat sebagai koreksi teknis dan reaksi psikologis pasar terhadap dinamika transisi manajemen bursa dan otoritas. Purbaya percaya bahwa begitu ketidakpastian ini mereda, fundamental ekonomi yang kuat akan kembali menjadi kompas utama bagi pergerakan indeks. 

Baginya, situasi pasar saat ini adalah ujian psikologis bagi investor, di mana mereka yang berani mengambil posisi di harga rendah kemungkinan besar akan memanen keuntungan saat pasar kembali melakukan rebound di masa mendatang.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah