Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Prediksi IHSG Bergerak Positif Pekan Ini

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Prediksi IHSG Bergerak Positif Pekan Ini
Selasa, 03 Februari 2026 | 10:10:59 WIB

JAKARTA - Pasar modal Indonesia sedang berada dalam sorotan tajam setelah mengalami volatilitas yang cukup ekstrem pada penghujung Januari lalu. Namun, di tengah kekhawatiran para pelaku pasar, sinyal positif justru datang dari otoritas fiskal tertinggi negara. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimismenya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali bergerak di zona hijau. Keyakinan ini didasari oleh kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilai tetap kokoh meski dihantam badai sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri.

Eks Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut meminta agar para investor tidak terjebak dalam kecemasan yang berlebihan akibat dinamika pasar yang bersifat sementara. Menurutnya, indikator ekonomi makro Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat sehat untuk mendukung kinerja bursa ke depan. Penegasan ini diharapkan mampu meredam kepanikan pasar dan mengembalikan kepercayaan investor untuk kembali melirik aset-aset potensial di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketahanan Fundamental Ekonomi Nasional Menjadi Penopang Utama Kinerja Pasar Modal

Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa kunci untuk memahami arah pasar modal adalah dengan melihat fundamental perekonomian Indonesia secara objektif. Ia menegaskan bahwa secara fundamental, perekonomian Indonesia berada dalam kondisi yang bagus dan stabil. Sebagai bendahara negara, Purbaya memiliki visi besar untuk terus melakukan perbaikan dan menjaga pertumbuhan ekonomi agar mampu menyentuh angka 6%.

Target pertumbuhan tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah komitmen yang akan berdampak langsung pada sektor riil dan emiten di pasar modal. Menurutnya, ketika pertumbuhan ekonomi nasional terjaga di level yang tinggi, maka daya beli masyarakat akan menguat, dan iklim bisnis akan semakin kondusif. Kondisi ini secara otomatis akan mengerek performa finansial perusahaan-perusahaan yang telah melantai di bursa saham.

"Keuntungan perusahaan listing juga bakal naik. Harusnya bakal naik. Anda nggak usah khawatir," ujarnya dikutip Senin (2/2/2026). Pernyataan ini menjadi jaminan bagi investor bahwa nilai intrinsik dari perusahaan-perusahaan tercatat tetap terjaga dengan baik.

Resiliensi Sistem Manajemen Bursa Pasca Pengunduran Diri Petinggi OJK dan BEI

Sentimen negatif sempat menyelimuti pasar menyusul kabar pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, serta Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. 

Sebagian pelaku pasar mengkhawatirkan adanya gangguan pada stabilitas manajemen otoritas keuangan. Namun, Purbaya Yudhi Sadewa menampik kekhawatiran tersebut dan menegaskan bahwa sistem yang ada saat ini sudah sangat mapan untuk menghadapi situasi pergantian kepemimpinan.

Ia menilai bahwa mekanisme di pasar modal Indonesia telah bertransformasi menjadi sistem yang otomatis dan terstruktur. Hal ini memungkinkan transisi kepemimpinan atau pengisian kekosongan jabatan direksi dapat berjalan tanpa mengganggu jalannya perdagangan harian. Keandalan sistem ini menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia telah menjadi institusi yang dewasa secara organisasi.

"Mereka takut adanya ada kekacauan di manajemen bursa ketika direksinya mundur. Tapi kan dengan sistemnya sudah cukup baik, kan? Ada sistem otomatis yang langsung bisa menggantikan direksi yang ada dengan cepat," ujar Purbaya. Ia menambahkan, "Itu berjalan dengan baik. Itu membuktikan sistemnya sudah cukup baik. Jadi nggak akan ada gangguan di bursa," tutup Purbaya.

Analisis Pemulihan IHSG Pasca Tekanan Aturan Free Float Serta MSCI

Jika menilik ke belakang, tekanan besar pada IHSG sempat terjadi pekan lalu yang dipicu oleh pengumuman MSCI terkait penyesuaian aturan free float. Dampaknya cukup terasa, di mana perdagangan saham sempat mengalami trading halt atau penghentian perdagangan sementara selama dua hari berturut-turut. Pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1), IHSG sempat ambles hingga 8%.

Pada hari Rabu, trading halt diberlakukan mulai pukul 13.43 WIB hingga 14.13 WIB, di mana pada akhir perdagangan hari itu IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 7,35% ke level 8.320,55. Namun, gejolak tersebut dinilai sebagai respons teknis pasar terhadap aturan baru dan bukan karena kerusakan struktural ekonomi. Terbukti, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan berada di level 8.329,60.

Proyeksi Keuntungan Perusahaan Tercatat di Tengah Perbaikan Manajemen Keuangan Negara

Langkah optimis Menteri Keuangan ini didukung oleh kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan. Dengan terus memperbaiki struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah berupaya menciptakan stimulus yang dapat diserap oleh berbagai sektor industri. Fokus pada pertumbuhan 6% akan menjadi katalis yang sangat kuat bagi emiten dari sektor konsumer, infrastruktur, hingga keuangan untuk mencetak laba yang lebih tinggi.

Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa korelasi antara pertumbuhan ekonomi dan laba perusahaan akan semakin kuat di tahun 2026 ini. Investor yang berorientasi jangka panjang disarankan untuk tetap fokus pada kualitas fundamental emiten ketimbang terombang-ambing oleh volatilitas harian. Dengan sistem bursa yang telah teruji keandalannya dan dukungan penuh dari pemerintah, IHSG diprediksi memiliki ruang yang cukup lebar untuk melanjutkan tren penguatan di sepanjang pekan ini.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah