Prabowo Minta Apindo Ciptakan Lapangan Kerja Baru Di Berbagai Sektor Strategis

Prabowo Minta Apindo Ciptakan Lapangan Kerja Baru Di Berbagai Sektor Strategis
Selasa, 10 Februari 2026 | 11:39:10 WIB

JAKARTA - Visi besar Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif memerlukan peran aktif dari seluruh elemen bangsa, terutama para pelaku industri. Dalam sebuah pertemuan strategis, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperluas penyerapan tenaga kerja. 

Prabowo menekankan bahwa stabilitas ekonomi nasional tidak hanya diukur dari angka investasi, melainkan dari seberapa besar dampak nyata yang dirasakan masyarakat melalui ketersediaan lapangan pekerjaan yang berkualitas di berbagai lini sektor usaha. Lead ini menggarisbawahi urgensi kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjawab tantangan pengangguran dan bonus demografi. 

Dengan mendorong Apindo untuk menjadi motor penggerak penciptaan kerja, Prabowo menempatkan sektor swasta sebagai mitra strategis negara dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Pesan ini menjadi alarm bagi dunia usaha untuk tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dalam memperkuat struktur ekonomi rakyat melalui pemberdayaan sumber daya manusia secara masif.

Sinergi Pemerintah Dan Pengusaha Dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Global

Prabowo Subianto menyadari bahwa tekanan ekonomi global menuntut Indonesia untuk memiliki daya tahan internal yang kuat. Salah satu kuncinya adalah penguatan pasar tenaga kerja domestik. Dalam dialog bersama jajaran pengurus Apindo, Presiden meminta agar para pengusaha tidak ragu untuk melakukan ekspansi bisnis yang berorientasi pada padat karya. 

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan bantalan ekonomi yang kokoh, sehingga Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik maupun fluktuasi pasar dunia yang kian dinamis.

Pemerintah berjanji akan memberikan dukungan berupa regulasi yang memudahkan iklim investasi, namun sebagai imbal baliknya, dunia usaha diharapkan mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan membuka akses pekerjaan seluas-luasnya. 

Prabowo meyakini bahwa jika pengusaha kuat dan rakyat bekerja, maka daya beli masyarakat akan meningkat, yang pada akhirnya akan memutar roda ekonomi nasional ke arah yang lebih positif. Dialog ini menjadi titik tolak penting bagi Apindo untuk menyelaraskan visi bisnis mereka dengan agenda besar pembangunan nasional.

Optimalisasi Sektor Manufaktur Dan Pertanian Sebagai Sumber Pekerjaan Baru

Dalam arahannya, Prabowo secara spesifik menyoroti beberapa sektor krusial yang memiliki potensi penyerapan tenaga kerja paling besar, yakni manufaktur dan pertanian. Hilirisasi industri yang tengah digalakkan pemerintah membutuhkan keterlibatan aktif anggota Apindo untuk membangun pabrik-pabrik pengolahan di dalam negeri. 

Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi secara mandiri, lapangan kerja baru akan tercipta secara otomatis, mulai dari level teknis hingga manajerial, yang akan menyerap ribuan lulusan baru setiap tahunnya. Selain manufaktur, sektor ketahanan pangan juga menjadi perhatian serius. Prabowo mendorong Apindo untuk mulai merambah investasi di sektor agribisnis yang modern. 

Penggunaan teknologi dalam pertanian tidak seharusnya mengurangi peran manusia, melainkan meningkatkan produktivitas yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Fokus pada kedua sektor ini dinilai sebagai langkah paling rasional untuk mengurangi angka pengangguran secara signifikan dalam waktu singkat, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan dan industri dalam negeri.

Mendorong Inovasi Dan Digitalisasi Untuk Mendukung Penyerapan Tenaga Kerja

Di era digital ini, Prabowo juga mengingatkan Apindo agar tidak tertinggal dalam melakukan transformasi teknologi. Namun, ia menekankan bahwa inovasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Penciptaan lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif dan teknologi informasi menjadi sangat penting untuk mengakomodasi generasi muda yang mahir teknologi. 

Pengusaha diharapkan dapat berinvestasi pada pusat-pelatihan (training center) guna memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Inovasi ini diharapkan tidak hanya muncul di kota-kota besar, tetapi juga merambah ke daerah-daerah melalui pemberdayaan UMKM yang didukung oleh anggota Apindo.

Dengan sistem yang terintegrasi, potensi daerah dapat terangkat, dan lapangan kerja baru tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa saja. Prabowo menegaskan bahwa transformasi digital adalah sarana untuk memperluas jangkauan kerja, bukan alasan untuk melakukan rasionalisasi tenaga kerja secara besar-besaran, sehingga harmoni antara teknologi dan manusia tetap terjaga.

Komitmen Apindo Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Melalui Ekspansi Bisnis

Merespons arahan tersebut, pihak Apindo menyatakan kesiapannya untuk terus menjadi mitra pembangunan yang handal. Komitmen untuk menciptakan lapangan kerja baru diakui sebagai prioritas utama dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah. Para pengusaha menyadari bahwa keberlangsungan bisnis mereka sangat bergantung pada stabilitas sosial yang tercipta dari kesejahteraan masyarakat. 

Oleh karena itu, ekspansi bisnis yang akan dilakukan ke depan akan lebih banyak mempertimbangkan aspek penyerapan tenaga kerja lokal. Langkah ini akan diikuti dengan koordinasi yang lebih intensif antara kementerian terkait dengan asosiasi pengusaha untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di tiap wilayah. 

Prabowo mengapresiasi semangat para pelaku usaha yang tetap optimis meski di tengah tantangan yang ada. Penutupan pertemuan tersebut membawa pesan optimisme bahwa dengan semangat gotong royong antara pemerintah dan pengusaha, tantangan lapangan kerja di Indonesia dapat teratasi, demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas yang sejahtera dan mandiri di berbagai sektor.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah