Rico Waas Dorong Produk UMKM Medan Mendunia Melalui Sertifikasi Halal Resmi
JAKARTA - Kepercayaan konsumen adalah mata uang paling berharga dalam dunia bisnis modern, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Kota Medan, sebuah langkah besar baru saja diambil untuk memastikan produk-produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga siap bersaing di kancah yang lebih luas.
Penyerahan sertifikasi halal bukan sekadar urusan administratif rutin, melainkan sebuah pernyataan kualitas yang memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara langsung memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah berkomitmen meningkatkan standar produknya.
Menurutnya, kepemilikan sertifikat ini akan mengubah cara pandang konsumen terhadap integritas sebuah produk. Dengan adanya label resmi ini, UMKM di Medan diharapkan bisa keluar dari zona nyaman dan mulai menjangkau pangsa pasar yang selama ini sulit ditembus karena keterbatasan legalitas pangan.
Transformasi Legalitas Menjadi Keunggulan Kompetitif di Pasar Global
Langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Medan melalui penyerahan sertifikat halal dan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) ini menyasar 100 pelaku UMKM yang berada di bawah naungan Komunitas Muslimah Sah-Rizki. Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan.
Rico Waas memandang bahwa legalitas adalah fondasi utama bagi siapa pun yang ingin serius berbisnis. Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan pentingnya perubahan mindset di kalangan pengusaha kecil. Beliau menilai sertifikasi halal dan SPP-IRT sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas pasar produk UMKM.
"Label halal bukan hanya kewajiban, tetapi juga daya tarik yang membuka captive market lebih luas," ucapnya dengan optimis. Dengan standar yang terjaga, produk-produk Medan kini memiliki "paspor" untuk masuk ke gerai-gerai ritel modern hingga pasar internasional.
Perjuangan UMKM Sebagai Penopang Stabilitas Ekonomi Keluarga dan Daerah
Ketangguhan ekonomi sebuah kota sering kali bertumpu pada pundak para pengusaha kecil yang bergerak di sektor akar rumput. Rico Waas menyadari sepenuhnya bahwa penguatan UMKM adalah kunci ketahanan ekonomi keluarga sekaligus perekonomian daerah secara keseluruhan. Baginya, mereka yang menekuni usaha mikro adalah sosok-sosok pejuang yang mandiri dan tidak bergantung pada lapangan kerja formal yang semakin terbatas.
Ia menegaskan UMKM saat ini bukan lagi sekadar usaha kecil, melainkan pengusaha mandiri yang berperan penting menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan hidup. "UMKM ini pejuang. Banyak yang memulai dari rumah, dari dapur, dengan modal sendiri.
Tapi dengan konsistensi, hasilnya bisa melampaui penghasilan bulanan," ujarnya memberikan motivasi. Pengakuan terhadap status "pengusaha mandiri" ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha untuk terus berinovasi tanpa rasa takut akan keterbatasan modal awal.
Digitalisasi Sebagai Gerbang Utama UMKM Medan Menuju Ekosistem Modern
Selain masalah legalitas dan kualitas produk, tantangan besar yang dihadapi UMKM di era sekarang adalah adaptasi teknologi. Rico Waas tidak ingin para pelaku usaha di Medan tertinggal dalam arus digitalisasi yang sangat cepat. Kepemilikan sertifikat halal harus dibarengi dengan strategi pemasaran yang mumpuni melalui platform digital agar manfaat dari sertifikasi tersebut dapat dirasakan secara maksimal.
Wali Kota mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi. Ia meminta pelaku usaha memanfaatkan media sosial dan marketplace agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas. "UMKM harus go digital. Jangan hanya jualan offline, tapi manfaatkan Instagram, TikTok, dan marketplace," tegasnya. Menurutnya, kombinasi antara produk yang tersertifikasi halal dengan pemasaran digital yang agresif akan menjadi kekuatan yang tak terbendung dalam merebut hati konsumen milenial dan gen-Z.
Membangun Ekosistem Dukungan Berkelanjutan Melalui Forum Diskusi Interaktif
Pemerintah Kota Medan menyadari bahwa dukungan terhadap UMKM tidak boleh berhenti hanya pada acara seremonial penyerahan sertifikat. Keberlanjutan usaha memerlukan pendampingan yang konsisten dan wadah untuk bertukar pikiran. Oleh karena itu, kehadiran pejabat teras seperti Plt. Kadis UKM Perindustrian dan Perdagangan Citra Effendi Capah, Plt. Kadis Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, dan Kadispora H.T. Chairuniza dalam acara tersebut menunjukkan komitmen lintas sektoral yang kuat.
Rico Waas menambahkan bahwa penguatan UMKM tidak cukup bersifat seremonial, melainkan perlu forum diskusi dan rembuk bersama agar pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman, strategi, serta solusi atas tantangan usaha. Melalui diskusi tersebut, pemerintah dapat mendengar langsung kendala di lapangan, sementara pelaku usaha bisa mendapatkan wawasan baru dari sesama pengusaha. Pemko Medan pun terus berkomitmen mendukung melalui pelatihan dan kemudahan perizinan, demi memastikan UMKM lokal menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
Harapan Baru Bagi Ekonomi Medan
Melalui penyerahan 100 sertifikat halal ini, sebuah standar baru telah ditetapkan bagi UMKM di Kota Medan. Inisiatif Rico Waas ini memberikan pesan kuat bahwa kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi adalah harga mati untuk bisa naik kelas. Ke depannya, diharapkan lebih banyak lagi komunitas dan kelompok usaha yang tergerak untuk melegalkan produk mereka.
Kesuksesan program ini bukan hanya diukur dari jumlah lembaran sertifikat yang dibagikan, melainkan dari sejauh mana omzet dan jangkauan pasar UMKM tersebut meningkat di bulan-bulan mendatang. Dengan sinergi antara legalitas halal, semangat pantang menyerah dari para pejuang dapur, dan pemanfaatan teknologi digital, masa depan ekonomi Kota Medan tampak semakin cerah dan mandiri.