Persiapan Ramadan Intip Menu Berbuka Puasa Favorit Syifa Hadju Dan El Rumi

Persiapan Ramadan Intip Menu Berbuka Puasa Favorit Syifa Hadju Dan El Rumi
Jumat, 13 Februari 2026 | 13:46:20 WIB

JAKARTA - Bulan suci Ramadan selalu membawa nuansa hangat, tidak hanya bagi masyarakat umum tetapi juga bagi pasangan selebritas yang tengah menjadi sorotan, Syifa Hadju dan El Rumi. Menjelang momen istimewa tersebut, banyak yang penasaran mengenai bagaimana cara mereka menjalankan tradisi berbuka puasa di tengah jadwal aktivitas yang padat. 

Alih-alih memilih hidangan mewah yang berlebihan, keduanya ternyata lebih menyukai cara berbuka yang sederhana namun bermakna. Kesederhanaan dalam memilih menu takjil justru menjadi kunci keharmonisan mereka dalam menyambut bulan penuh berkah ini. Bagi Syifa dan El, momen berbuka bukan sekadar tentang memuaskan rasa lapar setelah seharian menahan diri, melainkan tentang menjaga kualitas asupan agar tubuh tetap bugar untuk beribadah. 

Mereka sepakat bahwa mengawali buka puasa dengan hidangan yang tidak terlalu berat adalah pilihan terbaik. Dengan preferensi yang serupa, pasangan ini seolah menunjukkan bahwa kebahagiaan Ramadan bisa ditemukan dalam sajian-sajian ringan yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, yang tentunya dikonsumsi dengan penuh rasa syukur.

Tradisi Berbuka Dengan Camilan Ringan Favorit Pilihan Syifa Hadju

Syifa Hadju dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan kondisi fisiknya, namun di bulan Ramadan, ia tetap tidak bisa melewatkan camilan tradisional. Baginya, berbuka puasa paling nikmat jika diawali dengan sesuatu yang manis namun dalam porsi yang terkontrol. Syifa mengungkapkan bahwa dirinya lebih memilih camilan ringan sebagai pembuka sebelum beralih ke makanan berat. Hal ini dilakukan agar sistem pencernaan tidak kaget setelah beristirahat selama belasan jam.

Menu takjil favoritnya sering kali melibatkan jajanan pasar atau buah-buahan segar yang memberikan energi instan. Syifa mengaku tidak memiliki tuntutan menu yang muluk-muluk keberadaan kurma dan segelas air hangat sering kali sudah cukup untuk membatalkan puasa. Kedisiplinannya dalam mengatur porsi makan saat berbuka ini merupakan bagian dari upaya menjaga ritme metabolisme tubuhnya agar tetap prima selama menjalankan syuting atau kegiatan hiburan lainnya di bulan Ramadan.

Kombinasi Menu Sehat Dan Praktis Ala El Rumi Saat Ramadan

Senada dengan Syifa, El Rumi juga memiliki pendekatan yang praktis dalam hal urusan perut saat Ramadan. Sebagai pria yang aktif, El lebih mengutamakan menu yang mampu mengembalikan cairan tubuh dengan cepat. Ia cenderung menghindari minuman yang terlalu dingin secara berlebihan di awal waktu berbuka. El lebih menyukai minuman hangat atau suhu ruang untuk mengawali takjilnya, ditemani dengan camilan ringan yang menjadi kegemarannya sejak lama.

El menekankan bahwa dirinya tidak ingin merasa terlalu kekenyangan saat hendak menunaikan ibadah salat Tarawih. Oleh karena itu, strategi memilih camilan ringan di awal waktu berbuka menjadi rahasia agar ia tetap merasa ringan dan tidak mengantuk. 

Pilihan menu yang simpel ini juga memudahkan El saat harus berbuka di lokasi kegiatan atau saat sedang berkumpul bersama keluarga besar di rumah. Baginya, esensi dari menu berbuka adalah keberkahan dan rasa kebersamaan yang tercipta di meja makan.

Pentingnya Menjaga Kebugaran Tubuh Lewat Pilihan Asupan Yang Tepat

Kedua pesohor ini menyadari bahwa tantangan terbesar saat berpuasa adalah menjaga konsistensi energi. Dengan memilih camilan ringan sebagai pembuka, Syifa Hadju dan El Rumi secara tidak langsung mempraktikkan pola makan yang sehat. Mereka menghindari gorengan yang berlebihan atau makanan yang terlalu berminyak di awal waktu berbuka. Hal ini sangat krusial mengingat cuaca dan beban kerja yang sering kali menguras tenaga.

Kebutuhan akan serat dan vitamin tetap menjadi prioritas mereka. Meskipun menyukai camilan, mereka tetap menyelipkan buah-buahan seperti melon atau semangka dalam daftar menu berbuka. 

Kesadaran untuk tetap sehat di bulan Ramadan ini menjadi inspirasi bagi para penggemarnya. Bahwa menjadi selebritas tidak berarti selalu identik dengan pesta pora makanan; justru di bulan Ramadan, pengendalian diri terhadap makanan adalah bentuk kemenangan kecil yang mereka rayakan setiap harinya saat beduk magrib bertalu.

Momen Kebersamaan Di Balik Meja Makan Selama Bulan Suci

Ramadan bagi Syifa dan El juga merupakan waktu untuk mempererat hubungan, baik dengan keluarga maupun pasangan. Berbagi informasi mengenai menu favorit atau saling mengingatkan untuk tidak "balas dendam" saat berbuka menjadi bagian dari komunikasi manis mereka. 

Momen sederhana seperti menikmati camilan ringan bersama menjadi kesempatan untuk berbincang mengenai rencana ibadah dan aktivitas harian. Kesamaan selera dalam hal menu takjil membuat suasana menjadi lebih santai dan penuh tawa.

Bagi mereka, Ramadan 2026 ini diharapkan menjadi momen yang lebih berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan persiapan menu yang terencana dan tidak berlebihan, Syifa dan El ingin fokus pada inti dari bulan Ramadan itu sendiri. Kedekatan mereka yang terpancar lewat obrolan mengenai menu berbuka puasa ini menunjukkan sisi manusiawi dari sang bintang yang tetap menjunjung tinggi tradisi dan kesahajaan dalam balutan gaya hidup modern yang positif.

Inspirasi Menu Berbuka Bagi Para Penggemar Setia

Secara keseluruhan, gaya berbuka puasa ala Syifa Hadju dan El Rumi memberikan pelajaran berharga tentang kesederhanaan. Camilan ringan favorit yang mereka pilih membuktikan bahwa kesehatan dan kenikmatan bisa berjalan beriringan. Tidak perlu hidangan mewah untuk merayakan kembalinya energi setelah seharian berpuasa; cukup dengan takjil yang tepat dan suasana hati yang bahagia.

Inspirasi menu dari pasangan ini bisa diikuti oleh siapa saja yang ingin menjalankan Ramadan dengan lebih bugar. Dengan mengutamakan asupan yang ringan di awal waktu berbuka, kita memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beradaptasi dengan lebih baik. Semoga Ramadan tahun ini membawa keceriaan dan keberkahan bagi Syifa, El, dan seluruh masyarakat yang menjalankannya dengan penuh sukacita.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah