Suasana Syahdu Tarawih Perdana Masjid Al Kohinoor Depok Dipadati Ratusan Jemaah

Suasana Syahdu Tarawih Perdana Masjid Al Kohinoor Depok Dipadati Ratusan Jemaah
Rabu, 18 Februari 2026 | 09:25:44 WIB

JAKARTA - Gema selawat dan langkah kaki yang bergegas menuju rumah ibadah menandai dimulainya perjalanan spiritual umat Muslim di Kota Depok. Pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Al Kohinoor yang menjadi salah satu ikon religi di kawasan tersebut, memancarkan aura kehangatan yang luar biasa. Tidak kurang dari 500 jemaah datang berbondong-bondong untuk menunaikan salat Tarawih perdana, menciptakan pemandangan yang menyentuh hati. 

Kerinduan akan suasana bulan suci terpancar jelas dari wajah para warga yang hadir, mulai dari anak-anak hingga lansia, yang memenuhi setiap sudut ruang sujud demi meraih keberkahan di malam yang penuh ampunan ini.

Lautan Jemaah Memenuhi Saf Hingga Area Lantai Tiga Masjid

Antusiasme warga Depok menyambut Ramadan 2026 ini melampaui ekspektasi. Sejak azan Isya berkumandang, area utama masjid di lantai dasar sudah terisi penuh oleh jemaah pria. Tak lama kemudian, barisan saf di lantai dua yang diperuntukkan bagi jemaah wanita juga mulai rapat. Lonjakan kehadiran ini memaksa pengurus masjid untuk membuka akses hingga ke lantai tiga guna menampung luapan masyarakat yang terus berdatangan.

Meskipun kondisi masjid sangat padat, suasana tetap terkendali dan khidmat. Aliran udara dari kipas angin dan jendela besar masjid membantu menjaga kenyamanan jemaah di tengah suhu malam yang cukup hangat. 

Pemandangan saf yang tersusun rapi hingga lantai tertinggi menjadi bukti nyata betapa kuatnya ikatan ukhuwah Islamiyah di lingkungan Masjid Al Kohinoor. Setiap gerakan salat yang dilakukan secara serempak menciptakan irama spiritual yang menggetarkan jiwa bagi siapa saja yang menyaksikannya.

Kekhusyukan Ibadah Di Tengah Lantunan Ayat Suci Imam Masjid

Suasana syahdu semakin terasa saat imam memulai rakaat pertama salat Tarawih. Suara lantunan ayat suci Al-Qur'an yang merdu bergema melalui pengeras suara, membawa ketenangan ke dalam hati setiap jemaah. Di dalam ruang utama yang megah, para jemaah tampak tenggelam dalam sujud dan rukuk yang panjang. Tidak ada suara bising yang mengganggu; yang terdengar hanyalah amin yang bergema serempak, menciptakan harmoni doa yang memecah keheningan malam di Kota Depok.

Interaksi spiritual ini menjadi momen refleksi bagi banyak warga. Setelah setahun disibukkan dengan urusan duniawi, malam perdana di Masjid Al Kohinoor ini menjadi oase untuk memperbarui iman. 

Banyak jemaah yang terlihat menitikkan air mata saat doa witir dipanjatkan, memohon keselamatan dan keberkahan bagi keluarga serta bangsa. Kualitas suara dan ritme bacaan imam menjadi salah satu alasan mengapa masjid ini selalu menjadi magnet bagi warga dari berbagai penjuru Depok untuk melaksanakan ibadah malam.

Persiapan Matang Pengurus Masjid Demi Kenyamanan Lima Ratus Jemaah

Keberhasilan penyelenggaraan Tarawih perdana dengan jemaah mencapai 500 orang ini tidak lepas dari kerja keras para pengurus dan remaja masjid Al Kohinoor. Jauh sebelum malam pertama Ramadan tiba, berbagai persiapan teknis telah dilakukan, mulai dari pembersihan seluruh area masjid, pengecekan sistem suara, hingga pengaturan tata letak karpet agar mampu menampung kapasitas maksimal.

Pengurus masjid juga menyiagakan petugas keamanan dan pengaturan parkir di area luar untuk memastikan kendaraan jemaah tertata rapi dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar masjid. Di dalam masjid, petugas kebersihan dengan sigap memastikan area wudu tetap kering dan bersih. 

"Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jemaah bisa beribadah dengan fokus dan nyaman," ujar salah satu pengurus masjid. Koordinasi yang baik antara panitia Ramadan dan warga sekitar membuat pelaksanaan ibadah di malam pertama ini berjalan tanpa kendala berarti, meskipun jumlah jemaah membeludak hingga lantai tiga.

Pesan Keagamaan Dan Semangat Berbagi Di Awal Bulan Ramadan

Di sela-sela pelaksanaan salat, biasanya disampaikan ceramah singkat atau kultum yang berisi ajakan untuk meningkatkan kualitas takwa selama sebulan penuh. Pesan yang disampaikan menekankan pada pentingnya menjaga lisan, memperbanyak sedekah, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri. Masjid Al Kohinoor sendiri telah menyiapkan berbagai program selama bulan puasa, termasuk penyediaan takjil gratis bagi musafir dan kegiatan tadarus bersama setelah salat Tarawih.

Semangat berbagi ini mulai terasa sejak malam pertama. Beberapa jemaah terlihat membawa bungkusan sedekah ringan untuk dibagikan kepada sesama. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ritual ibadah, tetapi juga sebagai pusat sosial yang mempererat kepedulian antarwarga. Dengan dimulainya Tarawih perdana yang penuh semangat ini, diharapkan konsistensi jemaah untuk memakmurkan masjid tetap terjaga hingga akhir Ramadan nanti.

Harapan Umat Untuk Meraih Kemenangan Di Bulan Suci 1447 Hijriah

Malam pertama Tarawih di Masjid Al Kohinoor Depok ini hanyalah awal dari rangkaian panjang ibadah selama 30 hari ke depan. Harapan besar tersampir di pundak setiap jemaah agar mereka diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menuntaskan puasa serta menghidupkan malam-malam Ramadan dengan amalan saleh. Kehadiran 500 jemaah yang memadati hingga lantai tiga menjadi simbol optimisme bahwa semangat religiusitas masyarakat tetap menyala kuat.

Bagi warga Depok, Masjid Al Kohinoor bukan sekadar bangunan megah, melainkan rumah kedua tempat mereka mencari kedamaian batin. Seiring dengan selesainya rakaat terakhir dan jemaah mulai membubarkan diri dengan tertib, aroma wangi dari ruang masjid dan senyum ramah antar tetangga menjadi penutup yang manis. Malam itu, Depok bersaksi atas dimulainya bulan penuh rahmat dengan cara yang paling indah dan bersahaja.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah