Pemkot Surabaya Dorong Konsumsi Protein Ikan Selama Ramadhan 2026

Pemkot Surabaya Dorong Konsumsi Protein Ikan Selama Ramadhan 2026
Jumat, 27 Februari 2026 | 11:12:39 WIB

JAKARTA - Pemerintah Kota Surabaya secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai memperkaya variasi menu makanan mereka dengan asupan protein ikan yang tinggi gizi. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari kampanye pola makan sehat dan seimbang yang ditekankan khusus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2026. Melalui konsumsi ikan, warga diharapkan dapat menjaga kondisi fisik tetap prima saat menjalankan ibadah puasa serta memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga secara optimal.

Optimalisasi Nutrisi Ikan Untuk Kekuatan Fisik Selama Menjalankan Ibadah Puasa

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyatakan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang paling tepat bagi masyarakat untuk mengenal variasi sumber protein. Ikan dinilai memiliki keunggulan karena sangat mudah diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat yang praktis untuk disajikan saat sahur maupun berbuka. Nutrisi yang terkandung di dalam ikan juga dianggap sangat ramah bagi pertumbuhan anak-anak serta mampu menjaga energi tubuh sepanjang hari.

Beliau menegaskan bahwa edukasi mengenai pola konsumsi seimbang ini bertujuan agar masyarakat tidak lagi memandang ikan sebagai pilihan kedua dalam menu harian. “Kami ingin mengajak masyarakat melihat ikan bukan hanya sebagai pilihan kedua, tetapi sebagai sumber protein yang sehat, segar, dan bernilai gizi tinggi,” ujar Antiek pada Kamis (26/2/2026). Dengan menjadikan ikan sebagai pilihan utama, kualitas kesehatan keluarga di Surabaya diharapkan dapat meningkat secara signifikan selama bulan puasa.

Jaminan Ketersediaan Stok Ikan Di Pasar Tradisional Dan Sentra Perikanan

Pihak pemerintah kota telah melakukan pemantauan mendalam untuk memastikan bahwa pasokan bahan pangan, khususnya ikan, berada dalam kondisi yang aman dan terkendali. Pasokan di berbagai pasar tradisional maupun sentra-sentra perikanan di wilayah Surabaya dilaporkan tetap stabil sehingga warga tidak perlu khawatir akan kelangkaan. Stabilitas pasokan ini memberikan keleluasaan bagi ibu rumah tangga untuk memilih berbagai jenis ikan sesuai dengan selera dan kebutuhan anggaran mereka.

Antiek Sugiharti menjelaskan bahwa melimpahnya stok pangan ini harus dimanfaatkan oleh warga untuk menjaga keseimbangan pengeluaran belanja rutin tanpa harus mengorbankan kualitas gizi. “Ketersediaan bahan pangan tercukupi. Kami juga mendorong warga memanfaatkan potensi perikanan yang melimpah sebagai sumber protein keluarga,” jelas Antiek saat memberikan keterangan pers. Hal ini sekaligus menjadi strategi ekonomi kreatif bagi rumah tangga dalam mengelola keuangan di tengah dinamika harga pangan saat Ramadan.

Keberhasilan Konsumsi Ikan Surabaya Sebagai Motivasi Penguatan Edukasi Masyarakat

Pemerintah Kota Surabaya merasa optimis dengan gerakan ini mengingat rekam jejak prestasi kota yang sangat baik dalam hal ketahanan pangan dan konsumsi lokal. Pada tahun 2024 yang lalu, Surabaya berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai kota dengan angka konsumsi ikan tertinggi di tingkat nasional. Capaian luar biasa tersebut kini menjadi pondasi kuat sekaligus motivasi bagi pemerintah untuk terus menggencarkan kampanye hidup sehat lewat konsumsi protein laut.

Melalui keberhasilan tersebut, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk tidak lengah dan justru semakin meningkatkan frekuensi edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat jangka panjang makan ikan. Program ini dirancang untuk menyasar seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan terkecil hingga ke tingkat pendidikan formal guna menciptakan generasi yang cerdas. “Ini sekaligus membantu menjaga keseimbangan belanja rumah tangga tanpa mengurangi kualitas gizi,” tambah Antiek menekankan sisi manfaat ekonomi dari program tersebut.

Sinergi Gerakan Gemar Makan Ikan Bersama Program Kementerian Kelautan Perikanan

Inisiatif yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya ini merupakan bagian integral dari Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang secara konsisten terus digulirkan setiap tahunnya. Gerakan ini memiliki visi yang selaras dengan program prioritas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan taraf kesehatan bangsa melalui protein hewani. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan budaya makan ikan dapat mendarah daging di tengah masyarakat urban Surabaya.

Implementasi program ini selama bulan Ramadan 2026 diharapkan dapat memberikan dampak nyata pada penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas hidup warga kota. Pemerintah terus mengupayakan berbagai inovasi cara penyajian ikan agar tetap menarik bagi anak-anak yang terkadang sulit untuk mengonsumsi ikan secara langsung. Dukungan penuh dari masyarakat sangat diperlukan agar Surabaya tetap mempertahankan predikatnya sebagai kota yang peduli terhadap asupan nutrisi protein hewani terbaik.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah