SPBU Vivo Resmi Menaikkan Harga BBM Revvo 92 Jadi Rp12.390 Per Liter

SPBU Vivo Resmi Menaikkan Harga BBM Revvo 92 Jadi Rp12.390 Per Liter
Minggu, 01 Maret 2026 | 12:31:59 WIB

JAKARTA - Stasiun pengisian bahan bakar umum milik Vivo secara resmi melakukan penyesuaian harga jual bahan bakar minyak nonsubsidi untuk seluruh varian produknya mulai awal bulan ini.

Kebijakan ini diambil mengikuti tren fluktuasi harga minyak mentah dunia serta penyesuaian yang juga dilakukan oleh sejumlah penyedia jasa pengisian bahan bakar lainnya di Indonesia.

Masyarakat kini harus merogoh kocek lebih dalam karena harga jual untuk jenis Revvo 92 yang menjadi favorit banyak pengguna kendaraan pribadi kini telah menyentuh angka baru.

Rincian Kenaikan Harga BBM di SPBU Vivo Seluruh Wilayah

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan pada Minggu 1 Maret 2026, harga bahan bakar jenis Revvo 92 kini dipatok seharga Rp12.390 per liter untuk wilayah Jabodetabek.

Kenaikan ini cukup signifikan mengingat pada periode bulan sebelumnya, produk dengan oktan 92 tersebut masih dipasarkan dengan harga di kisaran Rp12.050 untuk setiap liter yang terjual.

Selain itu, varian Revvo 95 juga mengalami lonjakan harga menjadi Rp12.930 per liter, naik dari harga lama yang berada pada posisi angka sebesar Rp12.500 per liter.

Lonjakan Harga Pada Varian Diesel Primus di SPBU Vivo

Tidak hanya jenis bensin, sektor bahan bakar diesel juga tidak luput dari penyesuaian harga yang cukup terasa bagi para pemilik kendaraan berbahan bakar solar modern.

Produk Diesel Primus yang sebelumnya dibanderol Rp13.600 kini melambung cukup tinggi hingga mencapai angka Rp14.610 per liter sebagai akibat dari penyesuaian berkala pihak manajemen pusat.

Pihak SPBU Vivo menyatakan bahwa perubahan label harga ini mulai efektif berlaku di seluruh jaringan stasiun pengisian mereka terhitung sejak pukul 00.00 waktu setempat pagi tadi.

Respon Konsumen Terhadap Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Maret

Kenaikan ini memicu beragam reaksi dari para pelanggan setia SPBU Vivo yang biasanya memilih layanan ini karena kualitas pelayanan dan akurasi takaran yang dianggap sangat baik.

Beberapa pengendara motor mengaku mulai mempertimbangkan untuk mengatur ulang pengeluaran bulanan mereka agar tetap bisa mencukupi kebutuhan mobilitas harian yang semakin mahal biayanya setiap waktu.

Meskipun harga naik, antrean di sejumlah titik pengisian terpantau tetap stabil karena masyarakat tidak memiliki banyak pilihan mengingat penyedia BBM swasta lain juga melakukan langkah serupa.

Perbandingan Dengan Penyedia BBM Lain di Indonesia Saat Ini

Langkah Vivo menaikkan harga ini senada dengan kebijakan yang diambil oleh Pertamina, Shell, dan BP yang secara serempak juga melakukan penyesuaian harga pada awal Maret 2026.

Persaingan harga di tingkat ritel kini semakin kompetitif dengan selisih yang sangat tipis antar penyedia, sehingga kualitas layanan tambahan menjadi kunci utama dalam menarik minat para pelanggan.

Fenomena kenaikan serentak ini memang rutin terjadi setiap awal bulan sebagai bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga komoditas energi global yang masih sangat dinamis.

Proyeksi Stabilitas Harga Energi di Masa Mendatang Bagi Warga

Pengamat energi memprediksi bahwa pergerakan harga BBM di tingkat SPBU masih akan terus mengalami penyesuaian tergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah dan kondisi geopolitik di tingkat dunia.

Pemerintah terus berupaya melakukan pengawasan agar kenaikan harga di sektor swasta tetap berada dalam koridor aturan yang ditetapkan oleh kementerian terkait guna menjaga daya beli.

Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan agar konsumsi energi tetap efisien di tengah tren harga yang naik.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah