IHSG Melemah Tajam 1,89 Persen Ditutup Di Level 7.164 Hari Ini

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:02:59 WIB
IHSG Melemah Tajam 1,89 Persen Ditutup Di Level 7.164 Hari Ini

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menghadapi tekanan signifikan pada perdagangan Kamis sore. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus ditutup di zona merah setelah mengalami penurunan cukup dalam. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati di tengah dinamika global dan domestik. Pelemahan ini juga memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi aktivitas perdagangan.

IHSG tercatat ditutup di posisi 7.164, mengalami penurunan sebesar 138,02 poin atau minus 1,89 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi yang cukup terasa dalam beberapa waktu terakhir. Investor tampak lebih banyak melepas saham, sehingga mendorong indeks bergerak turun. Kondisi tersebut mempertegas tren pelemahan yang terjadi sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Mengutip RTI Infokom, aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup ramai meski diwarnai tekanan jual. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp32,34 triliun dengan volume perdagangan sebesar 31,14 miliar saham. Angka ini menunjukkan minat investor tetap tinggi, meski arah pasar cenderung negatif. Frekuensi transaksi yang besar ini turut mencerminkan dinamika pasar yang aktif sepanjang hari.

Pergerakan saham didominasi tekanan jual

Pada penutupan perdagangan, jumlah saham yang mengalami penurunan jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat. Sebanyak 380 saham terkoreksi, sementara hanya 292 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Di sisi lain, terdapat 148 saham yang bergerak stagnan tanpa perubahan signifikan. Komposisi ini memperlihatkan tekanan jual yang cukup dominan di pasar.

Dominasi saham yang melemah menunjukkan bahwa sentimen negatif masih membayangi pelaku pasar. Banyak investor memilih untuk mengambil posisi aman dengan menjual kepemilikan saham mereka. Hal ini berkontribusi langsung terhadap pelemahan indeks secara keseluruhan. Situasi ini juga menjadi indikator bahwa kepercayaan pasar belum sepenuhnya pulih.

Mayoritas sektor mengalami pelemahan signifikan

Secara sektoral, hampir seluruh sektor indeks mengalami tekanan sepanjang perdagangan hari ini. Tercatat, 10 dari 11 sektor berada di zona merah, menandakan pelemahan yang cukup merata. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada sektor tertentu, tetapi meluas ke berbagai lini industri. Hal tersebut menjadi sinyal kuat adanya tekanan pasar secara menyeluruh.

Meski demikian, terdapat satu sektor yang berhasil mencatatkan penguatan. Sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang bergerak positif dengan kenaikan sebesar 2,55 persen. Kenaikan ini memberikan sedikit penopang di tengah tekanan yang melanda sektor lainnya. Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk menahan laju penurunan IHSG secara keseluruhan.

Di sisi lain, sektor energi justru tercatat mengalami pergerakan berbeda dengan kenaikan sebesar 2,92 persen. Meski demikian, secara umum tekanan masih lebih dominan dibandingkan penguatan yang terjadi di sektor tertentu. Pergerakan ini mencerminkan adanya rotasi sektor yang dilakukan oleh investor. Namun, dampaknya belum mampu mengangkat indeks ke zona hijau.

Bursa Asia kompak berada di zona merah

Tekanan yang terjadi di pasar domestik juga sejalan dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia. Mayoritas indeks saham di Asia terpantau bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal ini menunjukkan adanya sentimen global yang turut mempengaruhi pasar regional. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor eksternal yang membebani IHSG.

Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong tercatat turun sebesar 1,89 persen. Sementara itu, indeks Straits Times di Singapura melemah tipis sebesar 0,14 persen. Indeks Shanghai Composite di China juga mengalami penurunan sebesar 1,09 persen. Sedangkan indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun sebesar 0,27 persen.

Pelemahan yang terjadi di berbagai bursa Asia ini memperlihatkan adanya tekanan yang bersifat regional. Investor tampaknya merespons berbagai faktor global dengan lebih berhati-hati. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya aksi jual di berbagai pasar saham. Hal tersebut kemudian turut mempengaruhi pergerakan IHSG.

Bursa Eropa turut mengalami tekanan pasar

Tidak hanya di Asia, tekanan juga terlihat pada bursa saham di kawasan Eropa. Mayoritas indeks utama di Eropa tercatat mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Kondisi ini semakin memperkuat sentimen negatif yang terjadi di pasar global. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya tekanan yang cukup luas di berbagai kawasan.

Indeks DAX di Jerman tercatat melemah sebesar 1,24 persen. Sementara itu, indeks FTSE 100 di Inggris juga mengalami penurunan sebesar 0,85 persen. Pelemahan ini mencerminkan adanya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global. Hal tersebut kemudian berdampak pada aksi jual di pasar saham Eropa.

Tekanan di bursa Eropa ini turut memberikan sentimen tambahan bagi pasar domestik. Investor menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini berkontribusi pada meningkatnya tekanan jual di pasar saham Indonesia. Akibatnya, IHSG pun sulit keluar dari zona merah.

Bursa Amerika justru bergerak menguat

Berbeda dengan kondisi di Asia dan Eropa, bursa saham Amerika Serikat justru menunjukkan kinerja positif. Mayoritas indeks utama di Wall Street berhasil ditutup di zona hijau. Hal ini memberikan kontras yang cukup jelas dibandingkan dengan pelemahan di kawasan lain. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan sentimen pasar antar wilayah.

Indeks S&P 500 tercatat menguat sebesar 0,54 persen pada perdagangan terakhir. Sementara itu, indeks Dow Jones juga mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen. Indeks NASDAQ Composite bahkan mencatatkan penguatan lebih tinggi, yakni sebesar 0,77 persen. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor di pasar Amerika.

Meski bursa Amerika menunjukkan penguatan, hal tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan bagi IHSG. Pasar domestik masih lebih dipengaruhi oleh sentimen regional dan kondisi internal. Akibatnya, IHSG tetap berada dalam tekanan hingga penutupan perdagangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika pasar global masih menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

Terkini