Harga Kripto Melemah Bitcoin Ethereum Cardano Tertekan Sentimen Global Investor Ambil Untung

Jumat, 27 Maret 2026 | 09:44:30 WIB
Harga Kripto Melemah Bitcoin Ethereum Cardano Tertekan Sentimen Global Investor Ambil Untung

JAKARTA - Pergerakan pasar aset digital pada akhir Maret menunjukkan tekanan yang cukup luas. 

Mayoritas kripto utama bergerak turun dalam 24 jam terakhir, mencerminkan kondisi pasar global yang belum stabil. Pelaku pasar tampak berhati-hati di tengah volatilitas, sehingga aksi ambil untung semakin dominan. Koreksi ini tidak hanya terjadi pada satu aset, melainkan menyebar ke berbagai kapitalisasi besar.

Penurunan harga juga dialami oleh aset kripto dengan dominasi pasar tertinggi. Bitcoin dan Ethereum turut mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sentimen negatif masih membayangi pasar. Investor cenderung menunggu katalis positif sebelum kembali meningkatkan eksposur.

Tekanan pada kripto berkapitalisasi besar

Mengutip laman Coinmarketcap.com pada Jumat, mayoritas kripto dalam daftar lima belas besar berdasarkan kapitalisasi pasar berada di zona merah. Hal ini menunjukkan pelemahan yang merata. Tekanan pasar terlihat dari koreksi sejumlah aset utama.

Bitcoin sebagai kripto dengan kapitalisasi terbesar berada di level USD 68.772,30. Nilai tersebut turun 3,58 persen dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar USD 1,37 triliun dan tetap mendominasi meski terkoreksi.

Ethereum juga mengalami penurunan signifikan sebesar 5,11 persen. Harga ETH berada di level USD 2.063,07 dengan kapitalisasi pasar USD 248,57 miliar. Aset ini tetap menjadi kripto terbesar kedua, namun tak lepas dari tekanan jual.

Tether relatif stabil di USD 0,9994 dengan penurunan tipis 0,02 persen. Kapitalisasi pasar stablecoin ini mencapai USD 184,14 miliar. Sementara BNB berada di harga USD 628,83 atau melemah 3,04 persen dalam sehari.

XRP turun 4,12 persen ke level USD 1,36. Kapitalisasi pasar XRP tercatat sebesar USD 83,47 miliar. Koreksi ini memperlihatkan tekanan yang merata pada aset besar.

Pergerakan kripto menengah masih tertekan

USD Coin terpantau stabil di USD 0,9998 tanpa perubahan signifikan. Kapitalisasi pasarnya sebesar USD 78,09 miliar. Perannya sebagai stablecoin membuat volatilitasnya lebih terbatas dibandingkan aset lain.

Solana mengalami penurunan cukup tajam sebesar 5,55 persen. Harga SOL berada di USD 86,62 dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 49,49 miliar. Tekanan ini mencerminkan sentimen negatif pada aset berisiko.

TRON terkoreksi 1,50 persen ke level USD 0,3112. Kapitalisasi pasar TRX mencapai USD 29,49 miliar. Penurunannya lebih moderat dibandingkan aset kripto lainnya.

Dogecoin turun 4,58 persen menjadi USD 0,09205. Kapitalisasi pasar DOGE tercatat sebesar USD 15,60 miliar. HYPE berada di harga USD 39,02 atau melemah 3,30 persen dalam 24 jam terakhir.

Altcoin lain ikut mengalami pelemahan

Bitcoin Cash turun 2,73 persen ke level USD 460,69. Kapitalisasi pasar BCH mencapai USD 9,21 miliar. Sementara Cardano mengalami penurunan terdalam di daftar ini.

Cardano turun 5,79 persen ke USD 0,2548. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran USD 9,19 miliar. Penurunan ini memperlihatkan tekanan kuat pada altcoin utama.

UNUS SED LEO menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan. Aset tersebut naik 0,37 persen ke level USD 9,51. Kapitalisasi pasar LEO tercatat sebesar USD 8,76 miliar.

Chainlink turun 4,91 persen ke harga USD 8,91. Kapitalisasi pasarnya mencapai USD 6,31 miliar. Monero melemah 4,34 persen ke level USD 327,30.

Tambang kripto ilegal sebabkan kerugian besar

Sebelumnya, aktivitas penambangan kripto ilegal menyebabkan kerugian besar di wilayah Krasnodar, Rusia sepanjang 2025. Berdasarkan laporan penyedia energi, total kerugian mencapai 18,2 juta rubel. Nilai tersebut setara sekitar Rp 3,79 miliar dengan asumsi kurs Rp 208,38 per rubel.

Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 745.000 rubel. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas penambangan bawah tanah. Tekanan terhadap sistem energi juga semakin besar.

Perusahaan energi Kubanenergo melaporkan lonjakan signifikan akibat praktik ilegal. Selain kerugian finansial, konsumsi listrik tanpa izin juga meningkat drastis. Aktivitas ini berdampak pada infrastruktur energi.

Sepanjang 2025, konsumsi listrik ilegal mencapai 1,8 juta kWh. Angka tersebut naik jauh dari 412.000 kWh pada tahun sebelumnya. Beberapa temuan mencakup kerugian meningkat lebih dari dua puluh kali lipat.

Biaya listrik tinggi dorong mining ilegal

Lonjakan aktivitas penambangan ilegal dipicu faktor ekonomi. Tingginya biaya listrik menjadi alasan utama pelaku mencari cara menekan biaya. Hal ini mendorong praktik melanggar aturan.

Kurangnya registrasi resmi juga memperparah kondisi. Permintaan terhadap mining kripto terus meningkat. Pengawasan dan penegakan hukum yang terbatas menjadi faktor tambahan.

Fenomena serupa terjadi di Republik Adygea. Kerugian akibat mining ilegal mencapai 1,5 juta rubel. Konsumsi listrik ilegal sebesar 211.000 kWh.

Masalah penambangan ilegal tidak hanya terjadi di satu wilayah. Praktik tersebut mulai meluas ke berbagai daerah. Kondisi ini menunjukkan tantangan baru dalam perkembangan industri kripto global. 

Terkini