JAKARTA - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, tengah memusatkan perhatian penuh untuk meningkatkan performa menjelang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026.
Alih-alih terpengaruh hasil undian atau kemungkinan bertemu rival sesama Indonesia, fokus mereka sepenuhnya tertuju pada evaluasi dan perbaikan internal.
Setelah turnamen Eropa, terutama All England 2026, Fajar/Fikri memanfaatkan periode jeda untuk memperbaiki kelemahan yang muncul dalam pertandingan sebelumnya.
Fajar menegaskan bahwa sisa waktu dua hingga tiga pekan sebelum BAC akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memperkuat strategi, kebugaran, dan koordinasi pasangan.
“Persiapan sudah cukup baik. Ada waktu sekitar dua sampai tiga pekan, jadi kami bisa lebih siap. Tinggal nanti dilihat bagaimana praktiknya di pertandingan,” ujarnya.
BAC 2026 berlangsung di Ningbo, China, pada 7–12 April. Turnamen ini menjadi salah satu kompetisi penting di kalender bulu tangkis Asia karena menghadirkan pemain-pemain elit dari seluruh Benua Kuning.
Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi Fajar/Fikri untuk memperbaiki catatan mereka yang selama tiga edisi terakhir belum mampu menembus semifinal.
Evaluasi Hasil Turnamen Sebelumnya
Catatan di All England 2026 menjadi bahan evaluasi penting. Fajar/Fikri tersingkir pada babak 16 besar setelah kalah dari pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dengan skor 21-8, 14-21, 16-21.
Kekalahan ini sekaligus menjadi kekalahan ketiga beruntun dari pasangan tersebut, sehingga memberikan pembelajaran penting bagi strategi dan mental pasangan senior ini.
Undian BAC 2026 membuka kemungkinan pertemuan ulang antara kedua pasangan tersebut pada semifinal, bila masing-masing mampu melewati babak awal.
Namun, Fajar menegaskan bahwa mereka tidak ingin terlalu memikirkan potensi pertemuan itu, melainkan fokus pada kesiapan diri sendiri dan konsistensi performa di setiap pertandingan.
“Kalau melihat undian, semua punya peluang. Pemain di Badminton Asia Championships juga bagus semua, jadi kami lebih fokus ke diri sendiri dulu,” ujar Fajar.
Target Realistis dan Strategi Bertahap
Fajar/Fikri memasang target realistis dalam turnamen ini. Mereka ingin meraih hasil terbaik, namun tetap menekankan pendekatan step by step. Strategi ini penting untuk menjaga fokus dan mengurangi tekanan mental.
Pertandingan pertama mereka dijadwalkan melawan pasangan Thailand, Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich. Fajar menekankan bahwa fokus satu pertandingan demi satu pertandingan adalah kunci agar performa mereka tetap stabil.
“Target pasti semua ingin yang terbaik, tapi kami mencoba step by step. Di pertandingan pertama juga langsung lawan pasangan Thailand, kami juga masih perlu mempelajari mereka,” katanya.
Optimalisasi Analisis Lawan
Selain latihan fisik dan teknik, Fajar/Fikri memaksimalkan waktu untuk berdiskusi dengan pelatih dan tim analis. Analisis ini penting untuk memetakan kekuatan dan kelemahan lawan, sehingga strategi yang disiapkan bisa dieksekusi secara tepat.
“Setelah ini kami akan banyak diskusi dengan partner, pelatih, dan tim analis untuk persiapan menghadapi lawan-lawan di BAC,” jelas Fajar.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri pasangan ganda putra Indonesia, sekaligus meminimalkan kesalahan teknis selama pertandingan.
Pembelajaran dari Kekalahan Sebelumnya
Hasil All England menjadi acuan penting, terutama terkait pola permainan dan tekanan mental saat menghadapi pasangan muda yang agresif.
Fajar/Fikri memanfaatkan rekaman pertandingan sebelumnya untuk menyesuaikan ritme permainan, meningkatkan konsistensi, dan memperkuat koordinasi dalam bertahan maupun menyerang.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari footwork, kecepatan reaksi, strategi servis, hingga penempatan smash dan net play. Tim pelatih memonitor setiap detail agar perbaikan yang dilakukan tepat sasaran.
Fokus pada Kesiapan Diri Sendiri
Meski ada kemungkinan pertemuan dengan pasangan muda Indonesia, Fajar/Fikri memilih untuk tetap fokus pada performa diri sendiri. Mental yang stabil dan kesiapan fisik menjadi prioritas utama menjelang BAC 2026.
Pendekatan ini tidak hanya soal teknik, tetapi juga soal membangun kepercayaan diri dan pengendalian emosi di lapangan. Dengan pola latihan dan evaluasi yang terstruktur, mereka berharap dapat tampil maksimal dan mengurangi risiko kesalahan selama pertandingan.
Kesiapan Fisik dan Mental
Dua hingga tiga pekan sebelum BAC dimanfaatkan untuk memperkuat fisik, endurance, dan koordinasi pasangan. Sesi latihan meliputi simulasi pertandingan, pengulangan teknik, serta strategi adaptasi menghadapi berbagai tipe lawan.
Mental menjadi aspek kunci, di mana fokus pada diri sendiri dan evaluasi internal membantu pasangan ini tetap tenang dan terkendali, terlepas dari tekanan turnamen atau skor pertandingan. Pendekatan psikologis ini diharapkan membentuk pola pikir juara yang stabil.
Integrasi Tim Pelatih dan Analis
Kolaborasi dengan pelatih dan tim analis memungkinkan identifikasi kekuatan lawan serta peluang memaksimalkan strategi.
Data statistik, video pertandingan sebelumnya, dan simulasi taktik menjadi alat penting untuk menyiapkan Fajar/Fikri menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Diskusi intensif memastikan setiap gerakan, keputusan, dan pola permainan diperhitungkan secara matang, sehingga pasangan ganda putra Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi tekanan dan dinamika turnamen internasional.
Menghadapi BAC 2026, Fajar/Fikri menekankan bahwa fokus utama adalah meningkatkan performa dan kesiapan pasangan. Evaluasi dari turnamen sebelumnya, latihan intensif, dan analisis lawan menjadi fondasi persiapan mereka.
Alih-alih terfokus pada potensi pertemuan dengan rival sesama Indonesia, strategi mereka menitikberatkan pada penguasaan permainan, penguatan fisik, dan kestabilan mental.
Dengan pendekatan ini, diharapkan Fajar/Fikri dapat tampil optimal, meraih hasil terbaik, dan menorehkan prestasi membanggakan di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026.