Harga Emas Masih Solid, Level Support Jadi Penentu Tren Pekan Ini

Senin, 11 Mei 2026 | 08:42:44 WIB
Ilustrasi Emas, (Foto: net)

JAKARTA – Harga emas dunia diprediksi akan memasuki tahap penentuan arah pergerakan pada pekan ini, usai sukses pulih dari zona support yang signifikan.

Dinamika harga saat ini tengah menjadi fokus para pelaku pasar lantaran memiliki potensi untuk memicu breakout baru yang akan menetapkan tren emas ke depannya.

Senior Technical Strategist Forex.com, Michael Boutros, menyatakan bahwa harga emas mampu mempertahankan wilayah support krusial meskipun sempat mengalami koreksi tajam hingga lebih dari 7,7% dari titik tertingginya.

Menurutnya, harga sempat mencapai level terendah intraday pada area US$ 4.501 per ons troi sebelum pada akhirnya melakukan rebound yang kuat. Kenaikan tersebut bahkan mendorong harga merangkak naik lebih dari 5,8% dihitung dari titik terendah mingguan.

“Harga emas berhasil mempertahankan support utama dan kini pasar menunggu breakout dari range perdagangan Mei untuk menentukan arah berikutnya,” tulis Boutros dalam riset terbarunya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara teknis, wilayah support utama berada pada rentang US$ 4.493–4.540 per ons troi. Area ini dianggap sangat vital karena berperan sebagai penyangga tren bullish untuk jangka menengah. 

Apabila harga tetap mampu bertahan di atas zona tersebut, maka peluang bagi emas untuk kembali menguat masih terbuka lebar.

Sebaliknya, ia menambahkan, jika harga emas justru menembus dan berakhir di bawah level tersebut, pasar berisiko menghadapi koreksi yang jauh lebih dalam. 

Support berikutnya diproyeksikan berada pada area US$ 4.319 per ons troi, sementara level pembatalan (invalidasi) tren bullish berada di kisaran US$ 4.098–4.112 per ons troi.

Level Penting

Dari sisi atas, Boutros menjelaskan bahwa hambatan atau resistance penting berada pada level US$ 4.894 per ons troi. 

Keberhasilan menembus angka tersebut dinilai dapat membuka rute menuju target selanjutnya di level US$ 5.025 per ons troi, sekaligus memperkuat konfirmasi berlanjutnya tren kenaikan emas secara global.

“Selain faktor teknikal, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) pekan depan yang berpotensi memengaruhi arah harga emas,” tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Data-data ekonomi yang dimaksud mencakup inflasi inti atau Core CPI April yang akan dirilis pada 12 Mei, Producer Price Index (PPI) April pada 13 Mei, serta data mengenai penjualan ritel AS pada 14 Mei.

“Pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik global yang dapat memicu lonjakan permintaan aset safe haven seperti emas,” pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini