JAKARTA – Harga perak yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami peningkatan yang sangat signifikan pada hari Selasa, 12 Mei 2026.
Lonjakan ini membuat harga perak per gram menyentuh angka Rp 55.800, setelah sebelumnya sempat berada di posisi yang lebih rendah.
Fluktuasi harga pada logam mulia seperti perak ini kerap menjadi fokus utama bagi para investor maupun pelaku industri.
Kenaikan harga perak Antam tersebut dapat dipergunakan sebagai acuan penting sebelum melakukan aktivitas transaksi jual beli perak batangan.
Informasi harga yang akurat serta paling baru sangat krusial guna mengambil keputusan investasi yang tepat. Para pembeli maupun penjual perak batangan diharapkan dapat memantau pergerakan harga ini dengan saksama.
Antam sendiri menyediakan beragam jenis produk perak, mulai dari perak butiran hingga perak batangan, guna memenuhi permintaan pasar yang bervariasi.
Produk-produk tersebut tersedia dalam bermacam ukuran serta tingkat kemurnian untuk melayani kebutuhan industri maupun investasi pribadi.
Pada hari ini, 12 Mei 2026, harga perak Antam mencatatkan kenaikan sebesar Rp 4.350, sehingga mencapai Rp 55.800 per gram.
Kenaikan tersebut memperlihatkan adanya sentimen positif di pasar logam mulia. Padahal, harga perak pada hari Senin sebelumnya tercatat sebesar Rp 51.450 per gram.
Peningkatan harga ini menjadi indikator yang penting bagi pasar komoditas. Pergerakan harga perak sering kali dipengaruhi oleh pelbagai faktor ekonomi, baik secara global maupun domestik.
Kenaikan ini pun diprediksi dapat menarik minat para investor yang sedang mencari aset lindung nilai.
Berdasarkan analisis pasar, perak sebagai salah satu logam mulia memiliki daya tarik tersendiri dengan harga yang dinamis, sehingga menjadikannya instrumen investasi yang menarik bagi sebagian kalangan.
Antam menyediakan Perak Butiran Murni 99,95% yang pas digunakan sebagai bahan baku industri perhiasan dan kerajinan.
Perak butiran ini memiliki kadar kemurnian tinggi yang menjamin kualitas produk akhir, sehingga kehadirannya sangat mendukung sektor industri kreatif di tanah air.
Selain itu, terdapat pula pilihan Perak Batangan 250 gram yang dibuat dengan akurasi tinggi sebagai opsi investasi.
Harga untuk perak batangan 250 gram dibanderol Rp 14.475.000, belum termasuk PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Untuk ukuran yang lebih besar, tersedia Perak Batangan 500 gram dengan harga Rp 28.025.000, belum termasuk PPN.
Produk ini menjadi alternatif yang menjanjikan bagi para investor dengan modal besar yang mengincar stabilitas nilai.
Pergerakan harga perak secara global maupun domestik dipengaruhi oleh faktor fundamental, salah satunya adalah nilai tukar terhadap Dolar AS (XAG/USD).
Selain itu, dinamika antara permintaan dan penawaran di pasar global turut membentuk harga perak. Faktor lain seperti perkembangan teknologi, daur ulang, serta kondisi ekonomi makro juga ikut memengaruhi tren harga.
Meningkatnya permintaan dari sektor industri elektronik dan energi terbarukan, serta kondisi ekonomi global yang tidak menentu, sering kali memicu investor beralih ke aset safe haven seperti perak dan emas.
Rasio Emas-Perak serta ketegangan geopolitik, seperti yang terjadi antara AS-Iran, juga dapat memicu kenaikan harga minyak yang berdampak pada ekspektasi inflasi serta kebijakan moneter, yang pada akhirnya memengaruhi logam mulia.
Sebagai catatan, harga perak Antam sempat mengalami fluktuasi pada akhir April hingga awal Mei 2026.
Pada 29 April 2026, harga perak Antam turun Rp 1.700 menjadi Rp 47.150, lalu turun lagi pada 30 April 2026 sebesar Rp 850 menjadi Rp 46.300.
Namun, harga terpantau berbalik naik pada 4 Mei 2026 sebesar Rp 150 menjadi Rp 47.450, dan pada 9 Mei 2026 menguat Rp 600 hingga mencapai Rp 51.700. Fluktuasi ini memperlihatkan betapa sensitifnya pasar perak terhadap beragam sentimen yang muncul.