OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:52:17 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Foto|: liputan6.com)

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan penilaian bahwa peningkatan jumlah investor domestik telah menjadi elemen penting yang membuat pasar modal Indonesia semakin kuat dalam menghadapi beragam guncangan global.

Berdasarkan keterangan Friderica, yang juga akrab disapa Kiki, jumlah investor pasar modal di tanah air saat ini telah mencapai 26,8 juta single investor identification (SID). 

Jika dihitung dari posisi penutupan tahun sebelumnya, angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 6,4 juta investor.

“Jumlah investor Indonesia sudah 26,8 juta. Sejak akhir tahun sudah bertambah 6,4 juta, ini luar biasa. Jadi apa yang kami khawatirkan dengan jumlah investor domestik yang semakin besar?” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kiki menjelaskan bahwa pada permulaan tahun ini, pasar modal Indonesia sempat mendapat berbagai tekanan global, mulai dari pengumuman evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International yang memicu fluktuasi pasar di akhir Januari 2025, hingga adanya penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's dan Fitch Ratings.

Selain itu, memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk perselisihan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel pada Februari lalu, turut memberikan beban tambahan bagi pasar keuangan global melalui kenaikan harga energi serta gangguan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Meski begitu, Kiki menganggap kondisi pasar modal Indonesia saat ini sudah jauh lebih tangguh dalam merespons tekanan eksternal karena regulator terus melakukan reformasi integritas dan memperkokoh fundamental pasar.

“Ketika guncangan itu terjadi, kami sudah membenahi apa yang menjadi PR kami, yang menjadi concern para investor global terkait market Indonesia,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

OJK juga terus mendorong penguatan partisipasi investor domestik, baik dari sektor ritel maupun institusi. 

Upaya ini dilakukan agar pasar modal nasional tidak memiliki ketergantungan penuh pada aliran modal asing, sehingga stabilitasnya tetap terjaga.

Ia berkeyakinan bahwa semakin luas basis investor lokal, maka daya tahan pasar modal Indonesia akan semakin solid ketika terjadi fenomena aliran dana keluar atau outflow asing yang disebabkan oleh dinamika global.

“Supaya ketika terjadi dinamika dan gejolak dari luar Indonesia, sementara fundamental kami baik, maka investor domestik inilah yang akan menjadi penopang market kami,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia pun menuturkan bahwa selama pondasi fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh, maka kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal nasional perlu terus dijaga.

Ke depannya, OJK berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan melalui delapan rencana aksi strategis, yang mencakup peningkatan likuiditas pasar, transparansi, tata kelola, hingga penegakan hukum.

“Semua hal yang kami sampaikan di dalam delapan aksi reformasi integritas sudah kami deliver, baik itu keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1 persen, kemudian granularitas data dari sembilan klasifikasi menjadi 39 klasifikasi. Semua hal itu sudah kami lakukan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini