JAKARTA – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) sukses mengantongi laba bersih hingga Rp1,82 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2026. Keuntungan bersih emiten perunggasan ini melonjak tajam selaras dengan kinerja penjualan yang juga menorehkan kenaikan.
Merujuk pada laporan keuangan periode Januari-Maret 2026 yang belum diaudit sebagaimana dilansir dari berita sumber, JPFA mencatatkan kenaikan neto sebesar 23,6% secara year on year (YoY) hingga mencapai nominal Rp17,71 triliun.
Seluruh sektor penjualan perusahaan terpantau menguat secara serentak.
Secara terperinci, sektor peternakan komersial tumbuh 26,3% YoY menjadi Rp7,04 triliun, sektor pakan ternak terangkat sebesar 25,6% YoY menjadi Rp4,87 triliun, sektor pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen bertambah 24,6% menjadi Rp3,19 triliun.
Sektor budidaya perairan meningkat 4,4% YoY menjadi Rp1,22 triliun, sektor pembibitan unggas melonjak 29,8% YoY menjadi Rp1,09 triliun, serta sektor perdagangan dan lainnya ikut naik sebesar 5,1% YoY menjadi Rp617,53 miliar.
Kendati demikian pada periode yang sama, beban pokok penjualan perusahaan ikut terkerek 13,4% YoY menjadi Rp13,19 triliun.
Menilik pos beban itu, nominal biaya produksi secara total berkontribusi sebesar Rp11,68 triliun atau naik 2,5% YoY.
Laba kotor JPFA selama kurun Januari-Maret 2026 terdata bertengger di level Rp4,52 triliun, atau tumbuh sebesar 67,7% YoY.
Sementara pada pos bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai Rp1,82 triliun, melesat hingga 167% YoY bila dikomparasikan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Melihat pada kondisi neraca keuangan perusahaan, JPFA berhasil memangkas total liabilitas secara year to date (YtD), meskipun secara keseluruhan nilai aset perusahaan tercatat sedikit menyusut.
Di sepanjang kuartal pertama 2026, kewajiban jangka pendek JPFA turun 32,2% YtD menjadi Rp11,20 triliun, namun kewajiban jangka panjang terpantau merangkak naik sebesar 73,4% YtD menjadi Rp6,11 triliun.
Jumlah total liabilitas JPFA terekam berada pada posisi Rp17,31 triliun atau berkurang 13,6% YoY. Berikutnya, jumlah ekuitas korporasi terangkat naik 10% YtD hingga menyentuh Rp22,02 triliun.
Oleh karena itu, akumulasi nilai aset secara menyeluruh yang dihimpun oleh JPFA selama triwulan pertama 2026 berada di angka Rp39,33 triliun, atau turun sebesar 1,8% YtD.