JAKARTA — Nilai jual minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mencatatkan peningkatan dalam sesi perdagangan Senin (18/5/2026), seiring adanya sentimen positif dari apresiasi pasar minyak nabati dunia.
Nilai komoditas CPO di KPBN dipatok pada angka Rp15.300/kg, mengalami kenaikan sebesar Rp200/kg atau berjarak kisaran 1,32% bila dikomparasikan terhadap posisi transaksi Rabu (13/5/2026) yang bertengger di angka Rp15.100/kg.
Baca Juga: Harga CPO KPBN Rabu (13/5) Turun ke Rp15.100/Kg, Bursa Malaysia Masih Dibayangi Lesunya Permintaan
Mengacu pada data yang diperoleh Agricom.id dari pihak KPBN, harga jual CPO Franco Dumai turut ditetapkan senilai Rp15.300/kg.
Di lain sisi, harga komoditas CPO Loco Parindu diawali pada angka Rp14.950/kg, namun disudahi secara withdraw (WD) dengan nominal penawaran paling tinggi berada di angka Rp14.785/kg.
Peningkatan nominal CPO dalam negeri berjalan selaras dengan apresiasi harga kontrak minyak sawit mentah pada Bursa Malaysia Derivatives yang disudahi secara menguat dalam sesi transaksi Senin.
Disadur melalui Bernama, kontrak spot Juni 2026 mengalami kenaikan sebesar RM101 menjadi RM4.491 per ton.
Kontrak Juli 2026 melonjak sebesar RM102 ke posisi RM4.522 per ton, sementara untuk kontrak Agustus 2026 naik sejumlah RM97 menjadi RM4.534 per ton.
Lebih lanjut, kontrak September 2026 mencatatkan penguatan sebesar RM93 menjadi RM4.542 per ton.
Kontrak Oktober 2026 mengalami eskalasi RM84 menuju RM4.549 per ton, sedangkan untuk kontrak November 2026 terangkat RM80 menjadi RM4.561 per ton.
Apresiasi nilai di Bursa Malaysia tersebut distimulasi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang kembali menyuntikkan sentimen positif terhadap pasar komoditas nabati, tidak terkecuali minyak kelapa sawit.
Kendati nilainya bergerak merangkak naik, intensitas perdagangan justru memperlihatkan penurunan.
Kuantitas transaksi dilaporkan menyusut ke angka 87.585 lot dari posisi 98.554 lot dalam perdagangan Jumat sebelumnya.
Sementara itu, open interest terpantau sedikit melandai menjadi 283.019 kontrak dari perolehan terdahulu di angka 285.554 kontrak.
Para pelaku pasar memproyeksikan fluktuasi nilai CPO dalam kurun waktu pendek ke depan masih bakal diwarnai oleh beragam determinan eksternal, mulai dari dinamika harga energi dunia, pergerakan nilai tukar ringgit Malaysia, hingga geliat permintaan minyak nabati dari barisan negara konsumen utama global. (A3)