Selasa, 19 Mei 2026

Ekspansi Armada, White Horse Alokasikan Capex Rp21 Miliar pada 2026

Ekspansi Armada, White Horse Alokasikan Capex Rp21 Miliar pada 2026
Ilustrasi Bus pariwisata White Horse milik PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA). ( Foto: industri.kontan.co.id)

JAKARTA – PT Weha Transportasi Indonesia Tbk. (WEHA) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp21 miliar demi mendatangkan kisaran 30 unit armada baru di tahun 2026.

Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata mengungkapkan pada lini bus pariwisata, emiten ini berniat mendatangkan armada baru yang akan difokuskan demi melayani kebutuhan berbasis proyek ataupun kontrak jangka panjang.

Upaya tersebut berjalan beriringan dengan langkah penetrasi menuju sektor minyak dan gas, korporasi, hingga institusi pendidikan.

Baca Juga

Perluas Layanan, Bank bjb Jalin Sinergi Strategis dengan Pusri

Di sisi lain, pada lini bisnis angkutan antarkota, perseroan kini mulai melangsungkan uji coba pemanfaatan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Kebijakan tersebut dinilai sebagai taktik jangka panjang demi menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mendongkrak efisiensi operasional.

“Perseroan juga menyiapkan tambahan sekitar 30 unit armada baru pada lini antarkota dengan nilai investasi mencapai Rp21 miliar,” ujarnya melalui keterangan tertulis sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (18/5/2026).

Andrianto pun memastikan bahwa jajarannya mempraktikkan asas kehati-hatian dalam merealisasikan anggaran capex pada 2026 ini, khususnya dalam memilah investasi kendaraan yang jauh lebih efisien serta optimal.

Dia tidak menepis kabar bahwa bisnis lini transportasi darat saat ini masih berhadapan dengan tekanan ongkos operasional serta tantangan daya beli dari masyarakat.

Walau begitu, rasa optimis tetap dijaga lewat penyiapan taktik ekspansi armada, digitalisasi pelayanan, hingga penetrasi ke pangsa pasar baru guna menyokong pertumbuhan di tahun 2026.

Andrianto menjabarkan telah mematok sejumlah inisiatif strategis demi memelihara pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan pada tahun mendatang.

Satu di antara fokus utama dari perseroan yaitu mengokohkan pemanfaatan sistem teknologi serta aplikasi digital demi mendongkrak efektivitas dan efisiensi operasional.

Langkah tersebut mencakup pengerjaan fitur baru di platform pemesanan daring guna mendongkrak kenyamanan para pelanggan.

“Perseroan akan memperkuat penggunaan sistem teknologi dan aplikasi digital secara berkesinambungan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional,” lanjutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping program digitalisasi, WEHA pun mulai kembali menyasar potensi pasar dari segmen institusional layaknya sekolah serta korporasi.

Strategi itu dieksekusi lewat sinergi antarlini bisnis, mulai dari penyewaan bus, angkutan antarkota, hingga layanan perjalanan wisata Explorer demi memaksimalkan utilitas dari armada yang dimiliki.

Kinerja Kuartal I/2026 Tumbuh Double Digit

Di tengah berjalannya taktik ekspansi tersebut, WEHA membukukan pertumbuhan performa yang terbilang solid pada kuartal I/2026.

Angka pendapatan perseroan terangkat 18% secara tahunan menjadi Rp82 miliar bila dihadapkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang menyentuh Rp700 miliar. Sementara itu, EBITDA ikut terkerek 23% dari Rp18,4 miliar menjadi Rp22,60 miliar.

Pencapaian positif ini terlihat di seluruh lini bisnis perseroan, mulai dari bus charter, intercity shuttle dan logistik, hingga open trip.

Sektor intercity shuttle tampil menjadi motor pertumbuhan utama berkat lonjakan pendapatan 31% menjadi Rp55 miliar dari yang sebelumnya berada di angka Rp41,9 miar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh naiknya pergerakan mobilitas masyarakat serta dibukanya rute-rute strategis baru.

Di sisi lain, segmen open trip mencatatkan kenaikan pendapatan 12% menjadi Rp1,9 miliar jika dikomparasikan dengan perolehan Rp1,7 miliar di periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, untuk lini bus charter membukukan pendapatan sebesar Rp25,7 miar, atau mengalami sedikit penyesuaian kisaran 3% jika dibandingkan dengan perolehan kuartal I/2025 yang mencapai Rp26,6 miliar.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mark Dynamics Siap Bagikan Dividen Rp 342 Miliar, Cek Jadwalnya

Mark Dynamics Siap Bagikan Dividen Rp 342 Miliar, Cek Jadwalnya

Transformasi Bisnis, SMKM Berencana Akuisisi Perusahaan Budidaya Udang

Transformasi Bisnis, SMKM Berencana Akuisisi Perusahaan Budidaya Udang

Telkom Solution Pacu Transformasi Digital BUMN Lewat AI dan Cloud

Telkom Solution Pacu Transformasi Digital BUMN Lewat AI dan Cloud

Anglo American Jual Aset Batu Bara ke Dhilmar Senilai US Dolar 3,875 M

Anglo American Jual Aset Batu Bara ke Dhilmar Senilai US Dolar 3,875 M

Kisi-Kisi Dividen 2025 Bayan Resources (BYAN) dan Target 2026

Kisi-Kisi Dividen 2025 Bayan Resources (BYAN) dan Target 2026