Pembiayaan Griya BSI Tembus Rekor Rp 60 Triliun per Maret 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 11:14:51 WIB
Ilustrasi KPR Syariah. (Foto: mediakompeten.co.id)

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan positif pada sektor pembiayaan griya seiring membaiknya daya beli publik serta meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di skala nasional.

Hingga bulan Maret 2026, akumulasi portofolio pembiayaan perumahan BSI berhasil menyentuh angka kisaran Rp60 triliun dan memposisikan diri sebagai salah satu motor penggerak utama dalam pembiayaan konsumer.

Kinerja finansial BSI sepanjang kuartal pertama 2026 terpantau tetap tangguh dengan laju pertumbuhan yang berada di atas rata-rata industri keuangan dalam negeri. 

Sampai pada Maret 2026, jumlah pembiayaan yang telah didistribusikan perseroan berhasil menembus nominal Rp329 triliun.

Dari total penyaluran dana tersebut, lini konsumen serta komoditas emas tampil menjadi kontributor porsi terbesar dengan angka pembiayaan menyentuh Rp184,27 triliun atau naik 17,59% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Kenaikan volume pembiayaan tersebut diikuti juga dengan kualitas portofolio yang terus dipertahankan secara ketat. 

Angka Non-Performing Financing (NPF) untuk lini konsumen berada di level aman di bawah 1,5%, menunjukkan konsistensi perseroan dalam mematuhi prinsip kehati-hatian demi menjaga mutu aset di tengah upaya perluasan jangkauan bisnis yang berkesinambungan.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan bahwa lini pembiayaan griya akan terus menjadi salah satu fokus strategis perseroan melihat angka ketimpangan kebutuhan rumah di Indonesia yang masih tinggi serta luasnya potensi perluasan pasar di masa depan.

"Segmen griya merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan pembiayaan konsumer BSI. Kami melihat kebutuhan hunian masyarakat masih sangat besar, khususnya untuk pembelian rumah pertama. Hal ini sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional,” ujar Erwan dalam siaran pers, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan paparannya, lonjakan di lini pembiayaan perumahan ini dipicu oleh aneka keunggulan produk yang kompetitif, seperti nominal angsuran bersifat tetap hingga masa tenor usai, fasilitas bebas biaya penilaian properti (free appraisal), harga spesial bagi mitra developer tertentu, bonus BSI Emas, serta aneka jenis program promo menarik lainnya.

Tidak hanya memperkuat performa layanan pada segmen komersial, BSI juga terus menyokong program kepemilikan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pendistribusian dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). 

Hingga Maret 2026, total nilai portofolio FLPP yang dikelola oleh BSI tercatat telah melampaui Rp5,7 triliun.

Pihak manajemen perseroan mengamati tren pengajuan pembiayaan griya terus memperlihatkan grafik kenaikan yang signifikan, khususnya didominasi oleh segmen pembelian rumah pertama dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar. 

Permintaan terhadap fasilitas pembiayaan ini pun mengalir dari kebutuhan pemindahan kredit (takeover), renovasi rumah, hingga pemenuhan kebutuhan hunian lainnya.

Saat ini, BSI bertengger di jajaran enam besar bank penyalur pembiayaan perumahan nasional yang diimbangi dengan mutu aset pembiayaan yang prima. 

Manajemen BSI menaruh rasa optimis bahwa sektor properti perumahan masih memiliki celah ekspansi yang lebar seiring sokongan stimulus pemerintah lewat Program 3 Juta Rumah serta estimasi tingkat konsumsi dalam negeri yang terus membaik.

Terkini