Mark Dynamics Siap Bagikan Dividen Rp 342 Miliar, Cek Jadwalnya

Selasa, 19 Mei 2026 | 12:51:29 WIB
Produk PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (Sumber Foto:.markdynamicsindo.com)

JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) telah menetapkan pembagian total dividen senilai Rp 90 per saham bagi para pemegang sahamnya. 

Sumber dividen ini berasal dari laba bersih untuk tahun buku 2025 serta saldo laba ditahan sampai tahun 2024.

Langkah penyerahan dividen ini telah disahkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang diselenggarakan pada Senin (18/5/2026).

Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebesar Rp 70 per saham dialokasikan khusus sebagai dividen tahun buku 2025.

Sebelumnya, pihak MARK sudah menggelontorkan dividen interim tahap pertama sebesar Rp 20 per saham di bulan Agustus 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan pembayaran dividen interim tahap kedua senilai Rp 20 per saham pada November 2025.

Oleh karena itu, sisa pembayaran dividen tunai yang akan segera disalurkan kepada pemilik saham adalah sebesar Rp 30 per saham. 

Perseroan juga menyalurkan dividen tambahan sebesar Rp 20 per saham yang diambil dari sisa laba ditahan sampai tahun buku 2024.

Jika diakumulasikan secara menyeluruh, total dividen yang dibayarkan menyentuh Rp 342 miar dengan dividend payout ratio di kisaran 120%.

Direktur Utama MARK, Ridwan, mengungkapkan bahwa penetapan porsi dividend payout ratio yang bernilai tinggi ini tetap dipertahankan lantaran faktor fundamental serta kondisi arus kas korporasi yang dinilai masih berada dalam posisi sangat sehat.

“Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio yang tinggi sebagai bentuk komitmen kami kepada pemegang saham,” ujar Ridwan dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengacu pada agenda resmi milik Perseroan, masa cum dividen untuk pasar reguler sekaligus pasar negosiasi bakal bergulir pada 19 Mei 2026, sedangkan masa ex dividen ditetapkan pada 20 Mei 2026.

Sementara itu, untuk recording date diputuskan jatuh pada 21 Mei 2026 dan realisasi pembayaran dana dividen tunai diagendakan pada 10 Juni 2026.

Menilik dari sisi perkembangan bisnis, MARK menaruh rasa optimistis mampu mengamankan pertumbuhan keuntungan bersih sekitar 20% pada tahun 2026 apabila disandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Target kenaikan ini didorong oleh kuatnya angka permintaan dari pasar ekspor, jalannya efisiensi operasional, hingga langkah maksimalisasi kapasitas produksi yang dimiliki Perseroan.

Hingga saat ini, porsi penjualan produk MARK lebih dari 80% dilempar menuju pasar ekspor dengan menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Skema operasional bisnis ini dipandang menghadirkan keuntungan tersendiri ketika mata uang dolar AS sedang menguat karena dapat berperan sebagai perlindungan alami (natural hedge) terhadap gejolak kurs mata uang asing.

Di samping itu, manajemen Perseroan memproyeksikan sentimen pada sektor industri sarung tangan di tingkat global mulai memperlihatkan pemulihan.

Hal ini sejalan dengan melonjaknya perhatian publik terhadap persebaran wabah hantavirus yang memicu kecemasan akan melonjaknya permintaan terhadap perangkat pelindung diri, termasuk sarung tangan medis.

Kondisi pasar tersebut juga tergambar jelas dari pergerakan positif harga saham beberapa korporasi produsen sarung tangan skala utama di Malaysia, di antaranya Top Glove Corporation Bhd, Hartalega Holdings Berhad, Kossan Rubber Industries Bhd, serta Supermax Corporation Berhad.

Bagi pihak MARK sendiri, dinamika yang terjadi ini dinilai berpeluang besar mendongkrak tingkat permintaan produk cetakan sarung tangan medis pada pasar internasional.

Terkini