JAKARTA - Banyak analis memproyeksikan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini berpotensi terkoreksi dan menyodorkan sejumlah saham pilihan untuk perdagangan, Rabu (20/5/2026).
Mengacu pada data IDX Mobile, Selasa (19/5/2026), IHSG berakhir merosot 228,56 poin atau setara 3,46% menuju posisi 6.370,68 pada akhir perdagangan.
Sepanjang hari kemarin, indeks berfluktuasi pada kisaran paling rendah 6.323,26 sampai paling tinggi 6.635,18. Terkait aspek likuiditas, keseluruhan nilai transaksi kemarin menyentuh Rp25,33 triliun, lewat volume perdagangan berkisar 43,06 miliar saham.
Adapun frekuensi transaksi berputar hingga 2,771 juta kali. Terdapat 117 saham yang menguat, 647 saham rontok, dan sisanya 195 saham tidak bergerak.
Beberapa saham yang menjadi motor koreksi dari indeks LQ-45 meliputi saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang anjlok 13,33% ke angka Rp650, diikuti saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang menyusut 11,85% ke angka Rp476.
Selanjutnya terdapat saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang terpangkas 11,82% ke angka Rp388, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terpeleset 9,71% ke angka Rp186, serta PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang terkikis 8,70% ke angka Rp1.470.
Di lain sisi, saham yang sanggup membendung kejatuhan lebih parah yakni saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang menanjak 2,12% ke angka Rp1.445, diikuti saham PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) yang naik 1,18% ke angka Rp1.285.
Tim riset MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.
"Hal ini berarti, IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji area 6.307, waspadai akan adanya potensi koreksi ke 6.084-6.148 pada label biru," seperti dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Rabu (20/5/2026).
Analis memproyeksikan tingkat support IHSG berada pada rentang 6.270 dan 6.148, dengan tingkat resistance pada rentang 6.640 dan 6.745.
MNC Sekuritas menyodorkan saran supaya pemodal menimbang pilihan buy on weakness terhadap PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), serta trading buy terhadap saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).
Disclaimer: artikel ini tidak berniat mendorong untuk mengoleksi atau melepas saham. Pilihan investasi seutuhnya berada di tangan pembaca. indikatorbisnis.com tidak memikul tanggung jawab atas tiap-tiap kerugian ataupun profit yang muncul akibat pilihan investasi pembaca.