Autopedia Sukses Lestari Tebar Dividen Total Rp12,7 Miliar
- Rabu, 20 Mei 2026
JAKARTA – Emiten yang bergerak di bidang mobil bekas dari Grup Triputra, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) telah menetapkan untuk menyalurkan dividen tunai dengan nilai total Rp12,7 miliar yang bersumber dari laba bersih tahun buku 2025.
Ketetapan itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang terlaksana pada hari Selasa (19/5/2026) di Jakarta.
Melalui pembagian tersebut, para pemegang saham ASLC bakal memperoleh dividen senilai Rp1 per saham. Jumlah dividen ini setara dengan kisaran 28,25% dari keseluruhan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 yang menyentuh angka Rp450 miliar.
Baca JugaEmiten BAUT Incar Kenaikan Omzet Hingga Rp 180 Miliar di Tahun 2026
Pihak manajemen menganggap hasil kinerja dari tahun lalu sampai triwulan I/2026 menjadi landasan yang kuat untuk tetap mendistribusikan dividen kepada para penanam modal. Presiden Direktur ASLC Jany Chandra mengungkapkan rasa percaya dirinya bahwa perusahaan akan mampu meraih pertumbuhan kinerja hingga dua digit di tahun ini.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Optimisme tersebut didukung posisi bisnis Caroline.id yang dinilai unik dan terintegrasi dalam ekosistem kendaraan bekas perseroan," ucapnya ketika melaksanakan pemaparan publik secara daring pada Selasa (19/5/2026).
Sepanjang periode 2025, ASLC berhasil mengukir sejarah baru sebagai emiten mobil bekas pertama di tanah air yang mencatatkan pendapatan di atas Rp1 triliun. Perolehan omzet perusahaan tersebut terpantau tumbuh berkisar 14,5% bila dikomparasikan dengan tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut disokong oleh sektor bisnis lelang kendaraan lewat JBA, penjualan eceran mobil bekas melalui Caroline.id, sampai dengan sektor pembiayaan MotoGadai. Ekspansi usaha ini turut mendongkrak keuntungan bersih tahun berjalan hingga menyentuh Rp45 asli miliar.
Tren positif ini pun terus berlanjut pada triwulan I/2026. ASLC berhasil mendokumentasikan pendapatan senilai Rp283,6 miIiar atau mengalami kenaikan sebesar 27,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Di samping itu, keuntungan bersih yang dibukukan perusahaan berada di angka Rp7,4 billion.
Jika melihat pada skema bisnis perusahaan, Caroline.id memegang peran sebagai penyumbang terbesar bagi omzet ASLC. Sepanjang tahun 2025, sektor penjualan mobil bekas eceran ini menyuplai sekitar 72,8% dari keseluruhan pendapatan perusahaan.
Andil dari Caroline.id bahkan terlihat kian mendominasi pada triwulan I/2026 dengan porsi yang menyentuh 82,7%. Pendapatan dari unit usaha tersebut dilaporkan melesat hingga 51% YoY.
Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah dan Geopolitik
Hingga saat ini, Jany memandang bahwa beban makroekonomi global, seperti penurunan nilai tukar mata uang rupiah hingga situasi geopolitik yang tidak menentu, masih belum memberikan efek secara langsung kepada bisnis utama jual beli kendaraan bekas yang dikelola oleh perusahaan.
Walau demikian, kondisi finansial yang belum mapan ini diakui sudah mulai memengaruhi pola pikir konsumen, khususnya dalam mengambil keputusan untuk membeli aset yang berharga tinggi seperti mobil.
Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Chandra memaparkan bahwa ketidakpastian situasi ekonomi memicu masyarakat untuk lebih memilih menunda pembelian moda transportasi, sehingga memunculkan dampak tidak langsung pada sektor otomotif, termasuk di dalamnya pasar mobil bekas.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Volatilitas ekonomi memang ada dampak ke customer. Dalam kondisi ekonomi tidak pasti maka akan menunda pembelian barang mahal,” tuturnya.
Namun di balik tekanan roda ekonomi tersebut, ASLC justru mengendus adanya peluang dari pergeseran tren konsumen yang berbalik dari yang awalnya ingin membeli kendaraan baru beralih memilih mobil bekas dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurut pandangan Jany, situasi pergeseran tren belanja seperti ini sudah pernah dilewati sebelumnya dan kini tampak muncul kembali di tengah ketidakstabilan ekonomi sekarang.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Pergeseran semacam ini pernah kami alami, dari rencana membeli mobil baru ke mobil bekas,” ungkapnya.
Di luar faktor finansial, ASLC menilai bahwa hambatan terbesar yang dihadapi perusahaan saat ini sejatinya bukan datang dari situasi makro, melainkan masih minimnya edukasi masyarakat terhadap sistem bisnis jual beli mobil bekas modern yang tengah disajikan oleh korporasi.
Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus mengintensifkan edukasi pasar serta mengenalkan layanannya lewat platform Caroline.id maupun pusat lelang kendaraan JBA supaya bisa semakin dipahami oleh masyarakat luas.
Untuk masa yang akan datang, ASLC memantapkan diri untuk tetap bertumpu pada rencana investasi jangka panjang.
Perusahaan sangat percaya bahwa prospek pasar kendaraan bekas di Indonesia masih terbentang sangat luas, didukung oleh besarnya populasi penduduk, minimnya rasio kepemilikan mobil, serta fasilitas infrastruktur yang kian merata di pelbagai wilayah.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Berita Lainnya
Transformasi Bisnis, SMKM Berencana Akuisisi Perusahaan Budidaya Udang
- Selasa, 19 Mei 2026











