INET Pacu Ekspansi SKKL hingga Wi-Fi 7 Sepanjang Tahun 2026

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) menyiapkan sejumlah rencana ekspansi sepanjang 2026. (Foto: bisnis.com)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:13:17 WIB

JAKARTA – Emiten yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur konektivitas dan digital, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) merancang sederet program ekspansi sepanjang periode 2026. 

Langkah ekspansi INET ini meliputi peningkatan trafik data, percepatan transformasi digital di berbagai sektor, serta penerapan teknologi terbaru seperti Wi-Fi 7, 5G, cloud computing, sampai kecerdasan artifisial (AI).

Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif mengungkapkan bahwa INET siap mendorong ekspansi strategis demi memperkokoh posisinya di dalam ekosistem digital Indonesia pada tahun 2026. Pada tahun 2025 yang lalu, perusahaan ini lebih menitikberatkan perhatian pada konsolidasi strategis setelah melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

"Kami memandang tahun 2025 bukan semata sebagai tahun pertumbuhan, melainkan sebagai momentum penguatan fondasi operasional dan tata kelola. Penguatan jaringan domestik dan penyelesaian jaringan ring Jabodetabek kini menjadi modal penting bagi INET untuk merespons peluang pasar secara lebih cepat, andal, dan efisien," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber pada keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Salah satu capaian strategis INET pada tahun ini yaitu memperkuat jalur konektivitas berskala internasional demi memenuhi keperluan para penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) serta klien korporasi. 

Melalui anak perusahaannya, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), INET telah menyepakati kemitraan strategis bersama PT Jejaring Mitra Persada (JMP) demi membangun Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan wilayah Jakarta–Batam–Singapura.

Lewat kesepakatan Indefeasible Right of Use (IRU), PFI mendapatkan hak pemanfaatan infrastruktur kabel bawah laut untuk jalur Rising-8, khususnya pada segmen Tanjung Pinggir (Batam)–Tanah Merah (Singapura). 

Kebijakan ini diprediksi akan memperkokoh portofolio layanan utama milik INET, mulai dari penyediaan layanan IP Transit Internasional dan IPLC (International Private Leased Circuit) berkapasitas besar, hingga Exchange Content (Peering dan Content Delivery) yang menghadirkan distribusi konten dengan latensi yang rendah.

Pada sektor domestik, INET mengincar peluang pasar fixed broadband yang dipandang masih terbuka sangat lebar, khususnya di kota-kota lapis kedua dan ketiga (layer 2 and 3) serta area suburban yang belum terjangkau secara maksimal.

Guna menyokong perluasan jaringan secara besar-besaran, INET sebelumnya sudah mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk. (PADA), yang merupakan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja teknis dan managed services. Penggabungan PADA ke dalam ekosistem grup ini menjadi pilar utama dalam pemenuhan SDM untuk pemasangan serta perawatan jaringan fiber-to-the-home (FTTH) di area Pulau Jawa, Bali, Lombok, hingga Kalimantan Barat.

Melalui anak usaha yang lain, PT Garuda Prima Internetindo (GPI), INET menciptakan layanan FTTH yang berbasis Wi-Fi 7 di sejumlah wilayah strategis seperti Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat guna menyasar konsumen akhir (end-user) yang memerlukan kecepatan ultra-tinggi serta stabilitas koneksi untuk ekosistem rumah pintar (smart home).

Dalam memaksimalkan seluruh sektor usahanya, pihak manajemen INET menerapkan strategi pemasaran ganda yang dinamis. Untuk sektor korporasi dan ISP (Business-to-Business/B2B), perusahaan memakai metode relationship-based marketing serta penjualan langsung (direct selling) lewat penyediaan infrastruktur interkoneksi pusat data, kolokasi, local loop, dan Network Access Provider (NAP) dengan fasilitas layanan 24/7.

Sementara itu untuk sektor konsumen (Business-to-Consumer/B2C), INET bertumpu pada promosi digital yang agresif serta program edukasi mengenai manfaat Wi-Fi 7, yang disertai dengan penawaran potongan harga secara terstruktur.

Guna mencegah terjadinya tabrakan kepentingan (conflict of interest) dengan para mitra ISP-nya, INET mengisolasikan semua transaksi layanan untuk end-user (korporasi, enterprise, dan instansi pemerintah melalui e-katalog LKPP) lewat anak usaha yang terpisah, yakni PT Data Prima Solusindo.

"Langkah pemisahan ini memastikan mitra B2B kami tetap nyaman berbisnis dengan INET karena tidak ada benturan kepentingan di lapangan. Kami tumbuh bersama industri," terang Arif sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia berpendapat, dengan landasan infrastruktur yang tangguh di wilayah Jabodetabek, perluasan jaringan kabel laut internasional yang strategis, sokongan SDM yang besar dari PADA, serta inovasi teknologi Wi-Fi 7 di wilayah-wilayah potensial, INET merasa optimis dapat membukukan performa positif dalam jangka panjang.

Reporter: Ibtihal