Beban Melonjak, Laba Bersih MINE Terkoreksi Jadi Rp61,95 Miliar

Ilustrasi pertambangan. (FOTO: Istimewa)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:13:18 WIB

JAKARTA – Selama kurun waktu tiga bulan pertama pada tahun ini, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menorehkan perolehan laba bersih senilai Rp61,95 miliar atau mengalami penyusutan jika dikomparasikan dengan perolehan pada Kuartal I-2025 yang mencapai Rp62,29 miliar.

Menilik dokumen laporan keuangan MINE untuk jangka waktu yang berakhir pada 31 Maret 2026, perusahaan publik yang berada di bawah kendali PT Mitra Berkarya Sukses Selalu ini menorehkan pendapatan sebesar Rp676,2 miliar atau terkerek naik 18,1 persen ketimbang periode yang sama pada tahun 2025 yang bernilai Rp572,75 miliar.

Akan tetapi, pos beban pokok pendapatan justru merangkak naik lebih tinggi yakni sebesar 21,8 persen (year-on-year) menuju angka Rp557,9 miliar. 

Atas dasar tersebut, raihan laba bruto yang diperoleh MINE pada Kuartal I-2026 menjadi sebesar Rp118,3 miliar atau membukukan pertumbuhan yang terbatas sebesar 3,1 persen dibanding Kuartal I-2025 yang senilai Rp114,78 miliar.

Sepanjang periode Januari–Maret 2026, emiten yang porsi sahamnya turut didekap oleh investor perorangan Clarissa Blandina Sumendap ini mencatatkan nilai beban usaha sebesar Rp30,32 miIiar atau melonjak hingga 158,4 persen (y-o-y). 

Kondisi itu berakibat pada melorotnya raihan laba usaha MINE sebesar 14,6 persen menjadi Rp87,98 miliar dari posisi sebelumnya yang bernilai Rp103,05 miIiar pada rentang Januari–Maret 2025.

Di sisi yang berbeda, pengeluaran beban keuangan pihak perseroan pada Kuartal I-2026 terpantau membengkak sebesar 33,8 persen (y-o-y) menjadi Rp17,69 miliar. 

Dampaknya, situasi ini mendatangkan akumulasi tekanan tambahan terhadap perolehan laba sebelum pajak penghasilan menjadi sebesar Rp72,34 miliar, alias mengalami penurunan sebesar 9 persen (y-o-y).

Melalui adanya nominal beban pajak penghasilan (neto) pada 1Q26 yang mencapai Rp10,39 miliar, maka perolehan laba bersih periode berjalan yang dikantongi oleh emiten yang jatah sahamnya dikuasai pula oleh Borneo Prima Pte Ltd dan PT Harimas Tunggal Perkasa ini menjadi sebesar Rp61,95 miliar atau terkoreksi tipis 0,5 persen bila dibandingkan dengan pencapaian pada 1Q25 yang bernilai Rp62,29 miliar.

Beralih pada postur neraca, nilai ekuitas total milik MINE per 31 Maret 2026 bertengger di angka Rp996,57 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 6,6 persen jika disandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang bernilai Rp934,94 miliar.

Sampai dengan penghujung Kuartal I-2026, total kewajiban atau liabilitas berada di angka Rp989,02 miIiar atau sukses ditekan sebesar 13,4 persen (year-to-date), walaupun porsinya masih didominasi oleh pos kewajiban jangka pendek senilai Rp647,68 miIiar.

Per 31 Maret 2026, aset total yang dimiliki MINE berada di kisaran Rp1,99 triliun atau mengalami penyusutan sebesar 4,4 persen (y-t-d), dengan posisi jumlah kas dan setara kas senilai Rp346,07 miIiar atau melonjak tinggi sebesar 104,4 persen dibanding posisi per 31 Desember 2025 yang berada pada angka Rp169,33 miIiar.

Jika merujuk pada laporan arus kas (cash flow) untuk kurun waktu Januari–Maret 2026, lonjakan pada pos kas MINE tersebut disokong oleh perolehan arus kas bersih yang bersumber dari aktivitas operasional mencapai Rp366,94 miIiar atau melesat naik hingga 216,7 persen dibandingkan dengan raihan arus kas bersih dari aktivitas operasional pada jangka waktu Januari–Maret 2025 yang bernilai Rp115,87 miIiar.

Reporter: Ibtihal